
[Lee Min Jun POV]
Aku terkejut mendengar teriakan Keyna. Ternyata salah satu staff ku menumpahkan minuman dan mengenai baju Keyna. Aku pun panik dan memarahi staff tersebut. Namun, Keyna menenangkan ku. Aku pun mengajak Keyna untuk membeli baju untuk mengganti bajunya yang kotor. Sesampainya di toko baju, aku meminta pegawai toko untuk memilihkan baju yang sesuai untuk Keyna. Setelah itu Keyna pun mencobanya.
Aku tertegun saat melihat Keyna menggunakan baju yang tadi di pilih pegawai toko. Dia terlihat sangat cantik menggunakan baju itu. Ini pertama kalinya aku melihat Keyna berpakaian feminim. Dia terlihat begitu cantik. Setelah selesai membayar baju, aku pun mengajak Keyna Kembali ke pameran.
Saat di pameran, ada seorang pria yang mengenali Keyna.
“Keyna?” kata seorang pria
Ternyata dia adalah Edwin Geraldo. Beliau merupakan salah satu rekan bisnis keluargaku. Aku tidak menyangka kalau Keyna dan Pak Geraldo saling kenal. Ternyata Pak Geraldo adalah ayah dari Delwyn, pria yang waktu itu menangis sambil memeluk Keyna.
Dia mengira kalau kami berpacaran, namun Keyna menyanggahnya. Aku sudah tahu kalau Keyna akan bersikap begitu. Dan ternyata Pak Geraldo mengundang aku dan Keyna untuk datang ke acara perayaan ulang tahun perusahaannya. Aku pun langsung menerima undangan itu. Terlihat Keyna tidak menyukai keputusanku. Keyna pun menarik tanganku menjauhi keramaian.
“Apa-apaan tadi? Kenapa kamu setuju tanpa bertanya kepada saya?” Tanya Keyna sambil emosi
Aku pun menjelaskan Keyna alasan aku menerima undangan tersebut. Aku tahu bahwa Keyna mencintai pria yang bernama Delwyn itu. Namun, sepertinya Keyna sangat terluka ketika mengetahui kalau Delwyn sudah mempunyai kekasih. Aku pun menjelaskan kepada Keyna bahwa dia harus menghadapi semua itu bukan malah menghindarinya seperti yang dia lakukan saat ini. Akhirnya Keyna pun mengerti dan setuju untuk pergi ke acara tersebut bersamaku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
[Keyna POV]
Setelah acara pameran sabtu kemarin, aku jadi mempunyai janji baru dengan Lee Min Jun. Yaitu menghadiri undangan perayaan ulangtahun perusahaan Om Geraldo. Sejujurnya aku sangat malas untuk datang. Terlebih di acara nanti, akan ada sesi dimana memperkenalkan Kim Areum sebagai kekasih Delwyn. Entahlah apakah nanti aku akan sanggup untuk menyaksikannya. Namun, apa yang di katakan Lee Min Jun benar. Aku harus berani menghadapi semua itu. kalau aku menghindarinya saat ini, maka aku harus menghadapinya di masa yang akan datang. Aku tidak bisa terus bersembunyi, aku pun setuju untuk pergi.
Acara tersebut akan diadakan di hari Jumat. Sekarang adalah hari senin. Aku masih bisa menikmati hari-hariku yang damai sebelum menghadapi perang yang sesungguhnya.
Aku menjalani hari-hariku seperti biasa. Pergi ke kampus, mengerjakan tugas bersama teman-teman dan pulang ke kosan. Yap, kehidupan yang damai seperti ini yang aku nantikan.
Hari berlalu begitu cepat. Tanpa aku sadari hari ini sudah memasuki hari jumat. Yap, dimana hari ini adalah perayaan ulangtahun perusahaan Om Geraldo. Acara tersebut akan di adakan pukul 7 malam ini. sekarang masih sekitar pukul 2 siang. Dan aku masih mempunyai jadwal kuliah. Jam kuliahku akan selesai sekitar pukul 4 sore. Aku pun memberi tahu Lee Min Jun.
Lee Min Jun meminta alamat kampusku. Dia bilang, dia akan langsung datang menjemput ku begitu jam kuliahku selesai. Awalnya aku menolak, aku berpikir lebih baik jika kita langsung bertemu di acara itu saja. Namun, Lee Min Jun berpendapat sebaliknya.
Karena dia memaksa, aku pun mengirim alamat kampusku.
Akhirnya jam kuliahku telah selesai. Sangat melelahkan. Saat aku sedang berjalan keluar kelas, ponselku berbunyi. Ternyata itu adalah pesan dari Lee Min Jun. dia bilang, dia sudah sampai di halaman depan kampusku.
“Astaga kenapa dia harus masuk ke halaman kampus, bukannya menunggu di cafe dekat kampus seperti yang aku bilang” kataku dalam hati
Awalnya aku janjian dengan Lee Min Jun di cafe dekat kampus, karena jika aku janjian dengannya di dalam kampus maka aka nada kehebohan di kampusku.
Aku pun bergegas keluar. Karena jika aku berlama-lama maka kekhawatiran aku akan terjadi. Saat aku sampai di pintu keluar, benar saja dia sudah menjadi perhatian para mahasiswa. Bagaimana tidak, dia datang dengan mengunakan mobilnya yang sangat mewah.
Gambaran mobil Lee Min Jun
Aku pun bergegas menghampirinya. Lee Min Jun terlihat sedang menungguku sambil bersandar di bagian depan mobilnya. Stylenya yang seperti CEO perusahaan itu akan semakin membuat heboh.
“Sudah selesai?” Tanya Lee Min Jun saat aku sampai di hadapannya
Terlihat semua mahasiswa yang ada memperhatikan aku. Aku pun segera mengajak Lee Min Jun untuk pergi dari sana. Kami pun pergi meninggalkan kampus.
“Kenapa kamu menunggu saya di halaman kampus? Kan sudah saya bilang, kita bertemu di cafe dekat kampus saja” kataku sambil emosi
“Maaf saya tidak tahu kalau saya akan menarik perhatian mereka sampai segitunya” kata Lee Min Jun sambil mengemudikan mobil
Aku hanya bisa menghela napas. Hancur sudah kehidupan damai yang aku impikan. Dengan Lee Min Jun yang datang menjemput ku memakai mobil mewahnya akan segera menjadi berita yang sangat panas di kampus. Dan berita itu pasti akan sampai ke telinga Delwyn dan Kim Joon Woo. Aku saja belum menjawab penyataan cinta Kim Joon Woo, sekarang malah membuat heboh seisi kampus dengan mobil mewah Lee Min Jun. astaga..
“Kita akan ke salon dulu. Kita akan bersiap-siap di sana” kata Lee Min Jun
“Tapi pakaian untuk ke acara itu ada di kosanku” kataku
“Kamu tenang saja, saya sudah menyiapkan pakaian yang akan kamu kenakan di acara itu” jawab Lee Min Jun dengan kepercayaan dirinya
Kami pun berkendara menuju salon yang di maksud Lee Min Jun.
“Perjalanan kita ke salon kurang memakan waktu kurang lebih 30 menit. Aku sengaja memilih salon itu, karena tempatnya yang tidak jauh dari hotel tempat acara tersebut sehingga kita tidak perlu terburu-buru” jelas Lee Min Jun
Aku pun mengangguk mengerti. Setelah berkendara 30 menit, akhirnya kita sampai di salon yang di maksud Lee Min Jun. saat aku turun aku terkejut melihat salon itu. begitu besar dan sangat mewah. Aku tidak yakin uangku cukup untuk ke salon itu. aku pun sedikit ragu untuk masuk kedalam.
“Tidak usah ragu, aku yang akan membayar semuanya” kata Lee Min Jun seakan dia mengerti maksud dari ekspresi wajahku
Aku pun berjalan mengikuti Lee Min Jun memasuki salon itu…
.
.
.
.
.
Thanks for reading 🙏
Don't forget to like, comment, and click favorite
Thank you so much 😘