
[Keyna POV]
“Keyna!” teriak Lee Min Jun sambil berlari ke arahku
“Kamu baik-baik saja?” Tanya Lee Min Jun
Terlihat Lee Min Jun sangat terkejut. dia pun memarahi si pegawai itu
“Kamu bisa kerja tidak? Kenapa sampai terjadi hal seperti ini?” teriak Lee Min Jun
Seluruh staff yang ada di pameran itu menjadi diam. Mereka takut dengan Lee Min Jun. Melihat suasana yang semakin tegang, aku pun menenangkan Lee Min Jun
“I’m ok. Saya Cuma terkejut. sudah jangan marahi dia. Ini juga kesalahan saya karena tidak memperhatikan jalan” kataku
Lee Min Jun pun berhenti memarahi si pegawai itu. Dia pun mengajak aku keluar.
“Ikut Saya” kata Lee Min Jun sambil menggandeng tanganku
Aku pun mengikutinya. Dia membawa saya ke mobil dan mengendarai mobil menjauhi tempat pameran.
“Maaf. tadi saya lepas kendali” kata Lee Min Jun
“Iya, sekarang kita mau kemana?” tanyaku
“Kita akan pergi ke toko baju yang ada di dekat sini. Kita harus mengganti pakaian kamu. Ini kesalahan saya, jadi saya harus bertanggung jawab” kata Lee Min Jun
“Tidak perlu sampai begitu. Saya baik-baik saja” kataku
“Tidak, pakaian kamu jadi basah karena kesalahan staff saya. Saya akan bertanggung jawab” jelas Lee Min Jun
“Haduh, kenapa urusannya jadi ribet gini” kataku dalam hati
Tidak berapa lama, kami pun sampai di sebuah toko baju yang cukup bagus. Lee Min Jun pun turun dari mobil dan mengajakku masuk. Setelah masuk, dia meminta salah satu pegawai toko baju itu untuk memilihkan sebuah pakaian untukku.
Tidak berapa lama, pegawai itu datang dengan membawa sebuah baju lengan panjang berwarna putih dan sebuah rok pendek. Dia pun memintaku untuk mencoba pakaian itu. Setelah mencobanya aku keluar dan menunjukannya kepada Lee Min Jun
Style Keyna
“Bagaimana?” tanyaku
Terlihat Lee Min Jun tertegun sejenak
“Apakah ini jelek?” tanyaku dalam hati
Aku bingung karena Lee Min Jun tidak langsung menjawab. Setelah aku bertanya untuk kedua kalinya, dia pun menjawabnya
“E-eh, ba-bagus kok. Iya bagus” jawab Lee Min Jun
Sejujurnya aku tidak nyaman jika harus mengenakan rok. Tapi, namanya baju di beliin jadi aku tidak boleh banyak omong. Aku harusnya bersyukur karena tidak datang ke pameran dengan baju yang kotor.
Lee Min Jun pun membayar pakaiannya. Setelah selesai membayar, kami bergegas menuju tempat pameran. Karena pameran sudah di mulai. Sesampainya di parkiran pameran, Lee Min Jun pun membukakan pintu mobil untukku. Setelah itu kami masuk kedalam pameran itu.
Lee Min Jun mengajakku keliling melihat pameran itu. Wow, aku sangat takjub dengan berbagai karya seni yang di pajang. Walau aku tida terlalu mengerti seni, namun melihat semua yang ada disini membuatku terkagum-kagum.
Semakin lama, semakin banyak pengunjung yang berdatangan.
“Hati-hati! Sepertinya disini semakin ramai, bagaimana kalau kita pergi ke sebelah sana” kata Lee Min Jun sambil menunjuk tempat yang tidak terlalu ramai
Aku pun mengikutinya dari belakang. Aku terus memperhatikan berbagai karya yang di pajang. Sangat indah.
“Bagaimana? Indah bukan?” Tanya Lee Min Jun sambil menunjukkan senyuman manisnya
“Aku memang tidak mengerti seni tapi saat aku melihat semua yang di pajang disini, bukan Cuma ke indahan yang aku dapat. Aku juga dapat merasakan perasaan si pelukis dari setiap goresan kuas pada lukisannya” kataku
Lee Min Jun hanya tersenyum mendengar perkataan ku. Saat kami sedang melihat-lihat, tiba-tiba seseorang memanggil namaku.
“Keyna?” kata orang itu
Aku pun menoleh ke arah suara itu. ternyata dia adalah Edwin Geraldo. Yap, dia adalah ayahnya Delwyn.
“Astaga, kenapa aku harus bertemu Om Edwin di sini” gumamku
“Kamu disini?” kata Om Edwin
“Iya om” jawabku sambil tersenyum
“Loh disini ada Pak Lee” kata Om Geraldo
“Iya, saya disini sedang mengawasi pameran. Tapi tolong jangan seformal itu pak. Panggil saja saya Min Jun” kata Lee Min Jun
Aku sedikit terkejut mendengar percakapan mereka. Ternyata mereka saling kenal.
“Iya, saya mengajak Keyna kesini untuk menemani saya mengawasi pameran. Sekaligus mengisi waktu libur Keyna” jelas Lee Min Jun
“Saya tidak menyangka, kalau ternyata Keyna berpacaran dengan anda” kata Om Geraldo
“E-eh tidak om. Kami tidak berpacaran. Saya hanya berteman dengannya” jelasku
“Oh, saya kira kalian berpacaran. Akan lebih baik jika kalian berpacaran, Keyna sudah saya anggap seperti anak saya sendiri jika hubungan kalian bisa berjalan ke jenjang yang lebih serius, maka saya pikir ini akan memperlancar kerja sama antara kedua perusahaan” jelas Om Geraldo
Astaga, aku tidak menyangka Om Geraldo akan berbicara seperti itu di hadapan Lee Min Jun
“Oh iya, Keyna adalah sahabat dari anak saya. Saya sudah menganggap dia seperti anak saya sendiri” kata Om Geraldo
“Saya pikir usia kalian hanya terpaut 5 tahun. Tidak masalah jika kalian mempunyai hubungan yang lebih serius” tambah Om Geraldo
Aku rasa, jika pembicaraan ini tidak segera di hentikan maka akan timbul masalah antara aku dan Lee Min Jun.
“hehe, tidak om. Saya tidak ingin mempunyai hubungan seperti itu dulu. Saya masih ingin fokus pada kuliah saya” Jelasku
“Tidak papa. Delwyn saja sudah mempunyai pasangan. Eh apa jumat depan kalian sibuk?” Tanya om Geraldo
“Kalau saya ingin menyelesaikan tugas om” kataku
“Ayo lah Key, kamu dari dulu tidak berubah. Selalu mementingkan tugas. Gini, jumat depan perusahan om akan merayakan hari jadinya. Kalian datang ya. Sekalian disana om akan memperkenalkan kekasih Delwyn” kata om Geraldo
“Baik pak, kami pasti datang” jawab Lee Min Jun tiba-tiba
Aku terkejut mendengar jawaban Lee Min Jun. kenapa dia langsung menyetujuinya tanpa meminta pendapatku dulu. Lagi-lagi aku terjebak di posisi ini
“Oke, akan lebih baik jika kalian datang berdua. Dan untuk Min Jun saya akan mengundang orang tua kamu secara khusus” kata Om Geraldo
“what the f***. Apa-apaan ini. kenapa jadi seperti ini” kataku dalam hati
“Terimakasih pak” jawab Lee Min Jun sambil membungkuk
“Okeh kalian lanjutkan kencan kalian, saya akan melihat yang lain” kata om Geraldo yang di ikuti beberapa bawahannya yang sedari tadi berdiri di belakangnya
Aku pun menarik tangan Lee Min Jun ke tempat sepi
“Apa-apaan tadi? Kenapa kamu setuju tanpa bertanya kepada saya?” tanyaku emosi
“Saya tahu, Delwyn yang pak Geraldo maksud itu adalah orang yang waktu itu memeluk kamu sewaktu saya mengantarkan tas ke kosan kamu kan?” kata Lee Min Jun
“saya tahu kamu menyukainya. Tapi apa kamu pikir dengan hanya berdiam diri bisa membuat kamu senang? Waktu itu kamu menangis setelah bertemu dengannya. Aku yakin waktu itu dia memperkenalkan kekasihnya ke kamu” kata Lee min jun
Astaga aku tidak menyangka dia akan sepeka itu.
“Kita datang ke sana, tunjukkan bahwa kamu baik-baik saja saya yakin di antara Delwyn atau kekasihnya, mereka pasti menyadari perasaan kamu. Selesaikan semua itu Key. Jangan lari!” Kata Lee Min JUN
Benar kata Lee min jun, selama ini aku lari dari mereka. Aku tidak mungkin selamanya begini. Aku harus bisa menghadapi mereka. Akhirnya aku pun setuju untuk pergi ke acara itu bersama Lee Min Jun
.
.
.
.
.
.
Thanks for reading 🙏
Don't forget to like, comment, and click favorite
Thank you so much 😘