
Episode sebelumnya
Setelah sampai di taman, aku mengajak Kim Joon Woo untuk duduk di kursi taman.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Kim Joon Woo
"Okeh, kamu jangan salah paham. Saya juga tidak tahu kenapa Om Edwin bicara seperti itu. Itu semua di luar kendali saya. Saya dan Lee Min Jun datang ke acara itu karena memang kami mendapatkan undangan secara langsung dari Om Edwin. Dan saya tidak ada hubungan apapun dengan Lee Min Jun" jelasku
"Kalau kamu tidak ada hubungannya, kenapa kamu diam saja sewaktu di acara tadi? Dan kenapa kamu menjelaskan hal ini kepada saya?" tanya Kim Joon Woo
"Saya sudah berusaha untuk menghentikan Om Edwin. Tapi dia tidak mendengarkan saya. Dan kenapa saya menjelaskan hal ini? Saya juga tidak tahu. Saat melihat kamu pergi meninggalkan acara dengan wajah seperti itu, membuat saya secara refleks mengejar kamu. Saya juga tidak tahu kenapa saya sampai mengejar kamu dan kenapa saya menjelaskan hal ini" jelasku panjang lebar
"Keyna benar, kami tidak ada hubungan apa-apa. Itu semua benar-benar di luar kendali kami" kata Lee Min Jun tiba tiba muncul membuat aku dan Kim Joon Woo terkejut
......................
[Keyna POV]
"Saya dan Keyna kenal belum terlalu lama. Dan kami memang mendapatkan undangan ke acara itu saat kami bertemu Pak Geraldo di pameran seni perusahaan saya. Dia mengundang kami untuk datang. Karena Pak Geraldo adalah rekan bisnis keluarga saya, maka saya menerima tawarannya" Jelas Lee Min Jun
"Tunggu! Anda bilang, anda dan Keyna pergi ke pameran seni?" tanya Kim Joon Woo
"Iya, saat itu saya sengaja mengundang Keyna untuk melihat pameran seni saya. Saya ingin meminta pendapatnya. Kamu jangan berpikiran negatif tentang Keyna" jelas Lee Min Jun
Lee Min Jun pun ikut duduk di kursi taman. Entah kenapa aku selalu berada di posisi canggung seperti ini. Padahal aku mengejar Kim Joon Woo hanya untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi. Tapi kenapa Lee Min Jun justru ikut kesini
"Terus kalau kamu tidak ada hubungan dengan Keyna, kenapa kamu ikut Keyna menyusul saya. Dan menjelaskan apa yang terjadi?" tanya Kim Joon Woo
"Saya tidak tahu apa yang terjadi pada kalian atau kalian ada hubungan apa. Tapi saat saya melihat Keyna mengejar kamu, secara refleks saya ingin membantu Keyna. Saya mungkin tidak pantas membicarakan hal ini sekarang. Tapi kalau boleh jujur saya memang memiliki perasaan lebih kepada Keyna. Namun, saya rasa Keyna tidak merasakan apa yang saya rasakan. Dan saya rasa kamu tahu kalau perasaan Keyna hanya untuk Delwyn. Saya ke sana karena tahu hal itu. Saya ingin Keyna menerima kenyataan kalau Delwyn bukanlah ditakdirkan untuknya. Saya tahu ini sulit untuk Keyna, tapi saya ingin Keyna bisa menghadapi. Tapi yang terjadi di acara tersebut justru di luar kendali kami" Jelas Lee Min Jun lagi
Untuk beberapa saat, suasana di taman teras begitu Canggung. Semua orang terdiam.
"Baru saja beberapa hari yang lalu Kim Joon Woo menyatakan perasaannya, sekarang Lee Min Jun juga? Astaga lagi lagi aku berada di kondisi seperti ini" kataku dalam hati
"Aku tidak pernah berniat menyakiti siapapun disini. Baik Kim Joon Woo atau Lee Min Jun. Tapi aku tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaanku. Mungkin kalian tahu kalau aku baru saja patah hati karena Delwyn. Jadi aku mohon, jangan seperti ini. Kita bisa melanjutkan pertemanan kita. Aku rasa pertemanan aku dengan Delwyn tidak bisa berjalan seperti dulu. Walau gimanapun, aku harus bisa membatasi diri. Agar tidak menyakiti perasaan Areum. Jadi aku sangat mohon, tolong aku hanya ingin pertemanan kita tidak berantakan. Itu saja permintaanku" kataku sambil meneteskan air mata
Entah sudah berapa kali aku menangis. Mungkin ini kali kedua setelah kejadian di villa, aku bisa mengungkapkan isi hatiku. Rasanya sangat tenang.
Kim Joon Woo dan Lee Min Jun pun menggenggam tanganku
"Maaf, aku sedikit egois. Aku tidak menyadari perasaan kamu saat kamu menyaksikan Pak Geraldo berbicara tentang Delwyn dan Areum. Harusnya aku tahu bahwa kamu sangat tersakiti pada saat itu. Bukannya lari karena pengumuman rendahan seperti itu" kata Kim Joon Woo
Mereka berdua saling meminta maaf atas kesalahpahaman ini. Entah lah, apakah aku benar-benar korban dari kesalahpahaman ini, atau aku salah satu sumber yang menyebabkan munculnya kesalahpahaman ini. Yang pasti aku merasa sedikit tenang setelah berbicara seperti ini kepada mereka.
Setelah berbincang cukup lama, akhirnya kami pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing. Lee Min Jun memutuskan untuk mengantarku pulang karena rumah kami searah. Sedang Kim Joon Woo pulang sendiri mengendarai mobilnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 1 malam. Akhirnya aku sampai di depan kosan. Aku pun segera turun dari mobil Lee Min Jun
"Terimakasih sudah mengantarku pulang, dan maaf atas kejadian tadi" kataku kepada Lee Min Jun
Aku pun berjalan menjauhi mobil Lee Min Jun. Tiba-tiba Lee Min Jun memanggil namaku. Aku pun menoleh kearahnya. Terlihat dia berlari ke arahku. Setelah itu, dia pun memelukku. Di memelukku cukup lama.
"Terimakasih untuk hari ini. Maaf saya menyatakan perasaan saya di waktu yang kurang tepat. Saya tidak menuntut kamu untuk segera menjawabnya. Saya akan memberi kamu waktu" kata Lee Min Jun sambil memelukku
Setelah berkata seperti itu, dia pun melepaskan pelukannya. Aku tidak bisa berkata apapun. Aku hanya bisa berjalan menjauhi Lee Min Jun. Sesekali aku menoleh ke arahnya, terlihat dia tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"Astaga, kenapa lagi ini? Aku saja belum menjawab pernyataan cinta Kim Joon Woo. Ini justru Lee Min Jun juga menyatakan perasaannya?" kataku dalam hati
Aku masih tidak bisa membuka hatiku untuk siapapun. Karena untuk melupakan orang yang bertahun-tahun bersama kita bukanlah sesuatu yang mudah. Aku dan Delwyn sudah bersama sejak kecil. Dan seiring berjalannya waktu, benih-benih cinta itu muncul. Namun, muncul hanya pada diriku. Saat aku mulai merasakan yang namanya cinta, justru cinta pertama lah yang menyakitiku. Hal itu yang membuatku meragukan arti cinta.
Aku tidak ingin menangis lagi. Cukup sudah. Aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Untuk sekarang kau hanya ingin menjalani kehidupan kuliahku dengan tentram. Kuliah, berkumpul dengan teman, mendapatkan nilai yang memuaskan, bisa lulus dengan nilai terbaik. Hanya itu hal yang aku inginkan saat ini. Aku tidak ingin terjebak lagi dengan yang namanya CINTA....
To be continue
.
.
.
.
.
Thanks for reading 🙏
Jangan lupa kasih masukan kalian di kolom komentar yaa 😉
Thank you so much 😘