Winter Girl

Winter Girl
BAB 11



[Kim Joon Woo POV]


Hari ini aku sangat bahagia. Karena kemarin Keyna mau menerima ajakan aku untuk pergi ke cafe bersama teman-teman yang lain.


“Aku harap, hari ini Keyna juga bahagia sepertiku” kataku dalam hati


Sepanjang jalan, aku hanya tersenyum sendiri hingga aku sampai di kampus. Setelah memarkirkan mobilku aku berjalan memasuki kampus. Saat aku hendak memasuki gedung tempat aku kuliah, aku melihat Keyna berjalan dengan sangat cepat.


“Dia kenapa?” tanyaku


Aku pun berusaha mengejarnya. Aku berusaha memanggil namanya. Namun, dia tidak menjawab. Aku mempercepat langkahku, saat aku sudah di dekatnya, aku mencoba untuk menyapanya


“Oi!” kataku


Keyna terlihat terkejut


“kalau jalan, jangan sambil melamun, Key!” kataku dengan nada meledek


Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Keyna. Setiap kali aku bertemu dia, dia selalu dalam keadaan terburu-buru seperti ingin menjauhi sesuatu.


“Terserah saya” jawab Keyna dengan dinginnya


Keyna pun berjalan meninggalkanku.


“Lagi-lagi di tinggalin. Kebiasaan kamu Key!” kataku sambil mencoba menyusuk Keyna


Aku mengikuti dia sampai ke kelas. Di kelaspun dia tidak banyak bicara, ya seperti biasa. Aku terus memperhatikan dia hingga kelas pun di mulai.


Selama kelas di mulai, aku melihat Keyna seperti tidak fokus pada kuliah. Seperti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Aku ingin bertanya kepada dia. Tapi jarak tempat dudukku ke tempat duduk Keyna lumayan jauh. Aku pun mengurungkan niatku.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


[Keyna POV]


[Di rumah Keyna: persiapan pergi ke Busan]


Hari ini aku dan beberapa temanku akan berlibur ke busan. Kami akan menginap di salah satu penginapan milik orang tua Kim Joon Woo yang ada di sana. Kami janji bertemu pukul 10. Sedangkan sekarang masih puku 9 pagi. Aku pun menyiapkan beberapa barang yang akan aku bawa.


Saat sedang bersiap, tiba-tiba poselku berdering. Aku pun melihat siapa yang menelponku di pagi yang damai ini. di layar ponselku terpampang sebuah nama.


Kim Joon Woo


“Kenapa dia menelponku?” tanyaku dalam hati


Aku pun mengangkat telponnya


“Halo? Kenapa?” tanyaku


“Kamu sudah siap?” Tanya Kim Joon Woo


“belum, ini masih bersiap-siap” jawabku singkat


“Oke, kalau sudah cepat turun. aku sudah di bawah” kata Kim Joon Woo


“Sudah di bawah?” kataku sambil melihat keluar jendela


Ternyata di bawah Kim Joon Woo sudah menungguku. Dia bersandar di sedan mewah berwarna putih yang biasa dia pakai


“Astaga! Ini masih pagi. Kenapa kamu cepat datang?” tanyaku dengan nada sedikit kesal


“Lebih cepat, lebih baik” Katanya sambil melihat ke arah jendela kamarku


Aku pun segere menutup panggilannya dan beregas bersiap. Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, aku pun keluar kamar dengan membawa sebuah tas ransel dan sebuah tas selempang. Aku tidak membawa banyak barang. Karena kami hanya akan menginap 1 malam saja.


Setelah berada di lantai bawah, Kim Joon Woo pun berjalan menghampiriku dan membantuku membawa tas ranselku. Kemudian, dia menaruhnya di bagasi mobilnya.


“Yang lain belum datang?” tanyaku


“Mereka langsung ke bandara. Kita juga langsung berangkat ke sana” jawab Kim Joon Woo


“Langsung kesana? Bukannya kita janji mau berangkat bareng?” tanyaku lagi


“Iya, tadi pagi ada sedikit perubahan rencana. Yasudah, yuk masuk ke mobil” kata Kim Joon Woo sambil membukakan pintu kursi penumpang bagian depan


Aku pun masuk ke mobil. Setelah itu kami berkendara menuju bandara. Perjalanan dari rumahku ke bandara memakan waktu kurang lebih 45 menit. Aku pun memanfaatkan waktu itu untuk bersantai. Aku mengatur kursi agar merasa lebih nyaman. Selama di perjalanan, aku melihat kea rah luar jendela. Terlihat bahu jalan di hiasi oleh pohon dengan bunga yang bermekaran


“Sangat cantik” gumamku


“Iya, cantik seperti kamu” tiba-tiba Kim Joon Woo berbicara seperti menangapi perkataanku


Aku pun menoleh ke arahnya


“Eh, Itu jalanan begitu cantik di hiasi dengan berbagai bunga yang sedang bermekaran” jawab Kim Joon Woo


“Oh” kataku sambil mengangguk


Tidak terasa kami pun sampai di bandara. Setelah sampai, kami bergegas turun dari mobil dan mengambil barang-barang yang tadi kami bawa. Kami pun berjalan memasuki bandara.


“Mobil kamu gimana?” tanyaku


“Aku sudah meminta salah satu staff orangtuaku untuk membawa mobilku pulang” jawab Kim Joon Woo


“Sultan mah beda” kataku dalam hati


Kami pun berjalan menuju ruang tunggu


“Dimana yang lain?” tanyaku


“Mungkin mereka masih di jalan” jawab Kim Joon Woo


“Sambil menunggu mereka, gimana kalau kita pergi ke situ? Aku lapar nih” kata Kim Joon Woo sambil menunjuk sebuah tempat yang menjual berbagai makanan ringan


“Oke” kataku menyetujuinya


Kami pun berjalan menuju tempat itu atau lebih pantas di sebut kantin. Kim Joon Woo berjalan menuju sebuah kursi. Dia mempersilahkan aku duduk


“Kamu duduk disini dulu. Biar aku pesan makanan” kata Kim Joon Woo menarik sebuah kursi dan mempersilahkan aku duduk


Aku pun menurutinya. Entah kenapa, aku mulai terbiasa dengan perlakuan manisnya. Kim Joon Woo pun berjalan menuju tempat untuk memesan makanan. Aku melihat kesekeliling, bandara ini cukup ramai.


“Apakah karena ini akhir pekan?” gumamku


Saat aku sedang memperhatikan sekitar, aku melihat seorang wanita cantik menggunakan rok pendek berwarna abu-abu tua, yang di padukan dengan atasan hitam dan mantel hitam. Dia sangat cantik dengan pakaian seperti itu.



Style Kim Areum


“sepertinya aku kenal dia?” tanyaku dalam hati


Dia pun berjalan menghampiriku


“Kim Areum!” kataku terkejut


Ternyata wanita itu adalah Kim Areum. Aku tidak menyangka akan bertemu dia disini. Dia pun berjalan menghampiriku.


“Eh Keyna? Kamu disini?” sapa Kim Areum


“Iya” kataku sambil memberikan senyuman tipis


Dia pun menarik sebuah kursi yang berada di depanku untuk dia duduki


“Kamu kesini sendiri?” Tanya Kim Areum


“Engga. Saya kesini dengan beberapa teman saya. Tapi mereka belum datang.” Jawabku


Tiba-tiba Kim Joo Woo datang menghampiri kami dengan membawa dua cangkir kopi dan dua buah roti. Dia pun menaruh kopi dan roti yang dia bawa ke atas meja. Lalu dia menarik kursi di sebelahku untuk dia duduki.


“Ini Key kopinya” kata Kim Joon Woo sambil menyajikanku secangkir kopi


“Maaf saya tidak suka kopi” kataku


“Oh maaf, aku tidak tahu. Kalau gitu aku pesan coklat hangat untuk kamu ya” kata Kim Joon Woo


“Tidak, tidak perlu” kataku


“Loh Joon Woo kamu kenal Keyna?” Tanya Kim Areum


“Eh, Areum. Kamu sudah datang. Iya Keyna teman sekelasku. Dan dia akan ikut kita ke Busan” jawab Kim Joon Woo


“Tunggu! Kalian saling kenal?” tanyaku terkejut mendengar percakapan mereka


“Iya, Key. Ini Kim Areum. Dia sepupuku. Kamu kenal dia?” kata Kim Joon Woo memperkenalkan Kim Areum


“Iya Joon Woo. Aku dan Keyna sudah saling kenal. Keyna adalah sahabat Delwyn, kekasihku” jawab Kim Areum


Astaga jadi aku akan pergi ke Busan bersama Kim Areum juga? Kalau Kim Areum datang, itu berarti Delwyn juga datang. Astaga ya Tuhan, baru saja aku ingin menikmati hidupku tanpa gangguan dari Delwyn. Tapi sekarang justru Delwyn dan Kim Areum ikut liburan. Aku rasa ini akan menjadi liburan terburuk yang pernah ada...


Jangan lupa like, comment dan klik favorit ya:)