
Kath terbangun dan lansung berlari kecil kearah Lucifer. Ia melihat Lucifer yang sudah sangat pucat dan sudah tidak bernyawa. Hatinya terasa sangat sakit dan sedih. Kath memeluk erat Lucifer yang sudah tidak bernyawa.
"Bagaimana bisa aku hidup tanpamu?" Kath mengeluarkan air matanya. Ia tidak bisa menahan kesedihan ini.
Seorang wanita cantik menatap kearah Kath, "Penyihir?" Ucap Kath melihat kearah wanita cantik itu.
"Aku adalah Visha dan kita bertemu lagi disini." Ucapnya sambil tersenyum melihat kearah Kath.
Kath menatap kearah Visha dan memohon kepadanya "Aku mohon padamu. Hidupkan dia kembali. Apapun akan kulakukan. Kau adalah penyihir terkenal, kau pasti bisa menghidupkan dia kembali." Melas Kath.
"Aku bisa menghidupkannya kembali, tetapi dengan satu syarat." Ucap Visha menatap Kath lama.
"Apapun akan kulakukan demi menghidupkannya kembali. Aku hanya ingin dia kembali." Kath merasa hidupnya hampa tanpa Lucifer.
"Kau yakin?"
Kath mengangguk pelan, "Apa syaratnya?"
"Lucifer akan melupakanmu, setiap Lucifer mengingatmu ia akan merasa sakit yang luar biasa dan kembali melupakanmu."
Kath menatap Visha dengan tatapan tidak percaya, bagaimana bisa kisah hidupnya akan selalu berakhir dengan ia yang akan selalu sendirian. Apakah ini takdir yang harus ia hadapi? Apa gunanya memiliki darah abadi tetapi selalu sendiri? Tidak akan ada yang menemani sampai sisa hidupnya. Sendiri dan selalu sendiri. Semua makhluk hidup merasakan kematian dan kehidupan, tetapi yang Kath rasakan hanya melihat orang yang ia sayang pelahan-lahan mati didepannya.
Kath mengangguk pelan, "Apapun akan aku lakukan agar ia bisa hidup kembali. Aku akan menjauhinya." Ucap Kath yang berusaha untuk tersenyum.
"Hanya kau yang bisa menyelamatkannya," Visha menatap Kath. Kath kelihatan sangat memcintai Lucifer.
"Aku? Tapi bagaimana caranya?" Kath bingubg dengan pernyataan Visha.
"Gunakan darah abadimu dan teteskan ke dalam mulutnya. Dengan begitu ia akan hidup kembali dan abadi."
Tanpa basa-basi Kath lansung melukai tangannya dan meneteskan darahnya ke dalam mulut Lucifer. Ia tau akibatnya jika ia memberikan darah abadinya kepada makhluk lain. Ia akan melemah bahkan bisa saja kekuatannya menghilang dan ia akan merasakan sakit yang luar biasa.
Tapi Kath tetap besikeras memberikan darahnya kepada Lucifer. Satu tetes demi satu tetes Lucifer menelan darah Kath. Setiap tetes yang Kath berikan ia semakin lemah.
Wajah Kath semakin pucat, "Hentikan." Ucap Visha yang menyuruh Kath berhenti.
"Aku menyuruhmu berhenti," Visha mengeluarkan sedikit kekuatannya untuk membuat Kath berhenti.
"Ahh," Ringis Kath yang merasakan kekuatan Visha
"Lihatlah betapa lemahnya dirimu. Kau bahkan kesakitan dengan kekuatan sekecil itu." Visha merasa khawatir dengan keadaan Kath.
"Bukan urusanmu,"
"Sebentar lagi ia akan sadar," Ucap Visha yang melihat kearah jari Lucifer yang bergerak.
"Aku harus segera pergi." Ucap Kath melihat kearah Lucifer dengan tatapan yang sangat dalam. Ia mengecup Lucifer untuk yang terakhir kalinya.
...****************...
Sudah 5 tahun semenjak kejadian itu, sekarang Kath hidup bersama seorang anak laki-laki yang ia beri nama Lucian. Ia memang sudah tidak sekuat dulu tetapi ia masih mempunyai kekuatan untuk melindungi dirinya dan anaknya.
Kath hidup di dalam perdalaman hutan. Bahkan sangat jarang sekali orang berlalu lalang. Hidupnya bisa dibilang sangat tenang sekali. Menikmati bunga di pagi hari dan menikmati indahnya bulan di malam hari. Indah bukan? Tentu saja, sangat indah.
Hampir setiap hari Kath memikirkan Lucifer. Tetapi ia takut untuk mendekati Lucifer. Ia takut luka lama akan kembali terbuka dan Lucifer akan merasa kesakitan, jika mengingatnya.
Apakah kalian bertanya tentang keadaan Lucifer? Semenjak kejadian itu Lucifer sama sekali tidak mengingat Kath. Dirinya menjadi semakin dingin dan hanya sibuk memerintah Kerajaannya. Kerajaannya sekarang dijuluki sebagai kerajaan yang paling ditakuti dalam sejarah.
"Mama," Panggil Lucian sambil menarik tangan Kath.
"Iya sayang?" Ucap Kath yang tersadar dari lamunannya.
"Gendong,"
Kath mengendong Lucian dan berkeliling hutan menikmati indahnya bunga mawar yang bermekaran bersama dengan Lucian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...