Who Is My Mate?

Who Is My Mate?
Bab 38 - Malam Yang Indah



"Ia mengeluarkan kekuatannya." Ucap Rexanne, makhluk yang ditakuti oleh semua makhluk.


"Aku juga bisa merasakan kekuatan membunuhnya begitu tinggi." Ucap Visha, penyihir cantik sekaligun tangan kanan Rexanne.


"Baguslah, semakin kuat kekuatannya tingkat keberhasilan rencana kita semakin tinggi." Rexanne tertawa, membayangkan rencananya yang akan berhasil.


"Aku akan membuatnya mengeluarkan semua kekuatannya, suatu saat nanti." Visha telah memikirkan cara untuk membuat Kath bisa mengeluarkan semua kekuatannya dengan penuh.


...****************...


Kath menyembunyikan wajahnya di dada Lucifer, karena sangat takut sekali dengan ketinggian. Ia tidak berani untuk berontak apalagi lihat kearah bawah. Sangat mengerikan sekali, menurutnya. Kath terus berdoa agar cepat sampai ke tujuan. Ia sudah tidak sanggup merasa ketinggian ini, bahkan tubuhnya sudah gemetar.


Melihat Kath yang ketakutan Lucifer sedikit tertawa dan mendaratkan diri ke dekat sungai. "Sudah sampai?" Ucap Kath yang masih tidak ingin membuka matanya.


Lucifer melihat kearah Kath dengan dekat wajah dan wajah bertemu. Pelan-pelan Kath membukakan matanya dan melihat mata hitam legam milik Lucifer, membuat Kath mundur beberapa langkah dan melihat kearah sekitar, "Kenapa kita berada di sungai?" Tanya Kath dengan polosnya.


"Sayap saya sudah lelah, tidak sanggup lagi untuk terbang lebih jauh." Bohong Lucifer dan menyimpan sayapnya.


"Kalau begitu kita istirahat saja disini " Ucap Kath dan duduk besandarkan pohon besar. Lucifer duduk di samping Kath.


"Bahu saya sangat pegal sekali," Lucifer mengerak-gerakan bahunya.


Kath lansung memijat bahu Lucifer yang sedang pegal, "Bagian sini?" Tanya Kath.


"Iya, tapi kaki saya juga sakit." Lucifer menunjuk kearah kaki kirinya.


Kath mendekat kearah kaki Lucifer dan memijat kaki kiri Lucifer, "Tapikan kau terbang dengan sayap bukan dengan kaki." Pikir Kath yang merasa dirinya sedang dibohongi Lucifer.


Lucifer hanya menatap Kath dengan wajah tidak bersalahnya, "Kau membohongiku?" Tanya Kath memastikan.


Lucifer hanya tersenyum dan mengangkat kedua bahunya. Kath hanya mencemberutkan wajahnya sambil menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantiknya.


Lucifer mengeluarkan jepit rambut dari kantongnya, ia sudah lama menyimpan jepit rambut itu dan ingin memberikannta kepada Kath. "Ini untukmu," Ucap Lucifer sambil memberikan jepit rambut bewarna perak dengan hiasan bewarna hitam.


"Wahhh.. cantik sekali." Kath melihat kearah jepit rambut yang ada ditangan Lucifer.


Lucifer memasang jepit rambut itu ke rambut Kath, "Cantik," satu kata yang dikeluarkan Lucifer saat memasangkan jepit rambut ke rambut Kath dengan tatapan kagum.


Kath lansung tersenyum dan berjalan kearah sungai untuk melihat dirinya, diikuti oleh Lucifer. Kath melihat kearah sungai dan Lucifer berulang kali dan memercihkan air ke Lucifer.


Lucifer memercihkan air kembali kearah Kath, mereka saling bermain air dan memercihkan air sampai mereka terjatuh di sungai. Terdengar suara gelak tawa dari keduanya, Kath tiba-tiba membulatkan matanya ketika merasa ada sesuatu yang muncul dan itu adalah ekornya. Ia tidak terlalu ahli mengontrol ekornya. Kath menatap malu kearah Lucifer dan menutup wajahnya mengunakan ekornya. Lucifer tertawa melihat tingkah Kath yang menurutnya sangat mengemaskan.


"Apa aku terlihat mengerikan dengan ekorku ini?" Tanya Kath yang masih menutup wajahnya dengan ekornya dan mengintip ke sela-sela ekornya.


"Tidak, kamu terlihat sangat cantik." Kath yang mendengar jawaban Lucifer membuatnya senang sekaligus malu. Kedua pipi Kath memerah mendengarnya.


Kath berjalan mendekati Lucifer, tetapi ia kehilangan keseimbangan dengan cepat Lucifer menangkapnya. Sebelum Kath terjatuh, Lucifer mengendongnya ala bridal stlye dan berjalan keluar dari sungai.


"Bajumu sangat basah sekali," Ucap Lucifer, baju Kath sangat basah sekali hingga terpapar jelas bentuk lekukan tubuhnya.


"Seingat saya ada penginapan disekitar sini," Lanjut Lucifer yang melihat kearah matahari yang mulai terbenam dan baju Kath yang basah. Jika ia kembali ke kerajaannya akan memakan waktu yang cukup lama dan Kath akan jatuh sakit.


Lucifer mengendong Kath dan berusaha mencari penginapan didekat sini yang didirikan oleh makhluk immortal. Kath memegang dada bidang Lucifer dan sedikit tersenyum sambil mengigit bibir bawahnya. Kath merasa Lucifer sangat baik dan perhatian padanya, rasanya Kath ingin sekali memeluk Lucifer dengan erat.


Kath mengeleng-gelengkan kepalanya dan kembali sadar, "Ehm, biarkan aku berjalan sendiri saja. Kau akan kelelahan jika mengendongku terus." Ucap Kath mengigit bibir bawahnya.


Lucifer mengelengkan kepalanya, "Tidak, saya tidak ingin ada yang melihat lekuk tubuhmu." Ucap Lucifer yang masih mencoba menemukan penginapan itu.


"Tidak, saya rasa disekitar sini penginapannya." Lucifer memikirkan Kath yang selalu kehilangan arah, jika Kath membantu ia mencari jalan yang ada ia akan semakin tidak menemukannya dan Kath akan jatuh sakit karena kedinginan.


Kath secara tidak sadar mengibaskan tangannya dan semua pohon lebat menghilang dari hadapan Lucifer membuat Lucifer menatap tidak percaya.


"Ilusi?" Lucifer melihat kearah pepohonan yang menghilang secara tiba-tiba akibat kibasan tangan Kath dan melihat kearah penginapan yang sedaritadi ia cari.


"Akhirnya kita menemukannya," Ucap Lucifer dan mengecup kening Kath. Kath yang merasakan kecupan Lucifer yang ada dikeningnya membuatnya ingin terbang, ia merasa sangat bahagia sekali dan membuatnya merasa ia tidak salah memilih suami.


Lucifer mengendong Kath masuk ke penginapan yang terlihat kuno. "Apakah ada kamar kosong?" Tanya Lucifer kepada orang yang menjaga penginapan.


"R-ra-raja iblis," Ucapnya gemetaran ketika melihat Lucifer.


"Saya tidak suka mengulang pekataan saya," Ucap Lucifer dengan sangat dingin.


"Ada, tuan. Tersisa satu kamar terbagus yang kita miliki." Ucapnya dan memberikan kunci kepada Lucifer dengan tangan gemetar.


Lucifer berjalan menaiki tangga, karena ini penginapan kuno dan tidak ada lift. Kath hanya diam sambil tersenyum merasakan detak jantungnya yang berdetak dengan sangat cepat.


Lucifer sampai kekamar tujuannya dan membukakan pintunya, "Ini yang disebut kamar terbagus?" Ucap Lucifer yang menatap ke segala sisi kamar dan menurunkan Kath.


Kamar yang kecil begitu juga dengan ranjangnya, sedikit bau dan kotor. Lucifer merasa tempat ini sangat tidak bisa ditinggali. Inilah alasan kenapa manusia lebih maju dari makhluk immortal, mereka tidak peduli dengan pendapat makhluk lain dan mereka adalah makhluk yang sangat keras kepala. Lucifer memegang kepalanya pusing melihat kondisi kamar yang menurutnya lebih cocok ditinggali oleh hewan.


Lucifer ingin menarik tangan Kath dan keluar dari tempat ini, tetapi Kath sudah terlihat sangat kedinginan dan gemetar. Kath menatap Lucifer dengan tatapan polos yang membuat Lucifer mau tidak mau harus tinggal disini.


"Tunggulah disini, saya akan membeli pakaian untukmu." Ucap Lucifer keluar dari kamar. Kath melihat kearah sekeliling kamarnya, menurutnya kamarnya masih bisa ditinggali hanya saja ranjangnya sedikit kecil.


Lucifer kembali dengan emosi dan tangan kosong, "Bagaimana bisa mereka sama sekali tidak menjual pakaian." Ucap Lucifer yang sudah merasa emosinya sudah diubun-ubun.


"Tenanglah," Ucap Kath yang masih gemataran dan melihat ada dua jubah handuk yang mengantung di dalam lemari.


"Bagaimana kalau kita pakai ini saja?" Kath mengeluarkan jubah handuk bewarna putih.


Lucifer berpikir sejenak tetapi rasanya memang hanya ada ini yang bisa dipakai. Lucifer mengangguk pelan, "Mandilah dulu." Ucap Lucifer.


Kath mengangguk dan memasuki kamar mandi sambil membawa salah satu jubah mandi. Selang beberapa menit Kath keluar sambil memakai jubah mandinya. Terlihat kaki jenjang Kath yang begitu mengoda.


Lucifer yang melihat kaki jenjang Kath menelan ludahnya, "Mandilah, Lucifer. Jika tidak kau akan sakit." Suruh Kath dan mendorong Lucifer masuk ke kamar mandi.


Kath membaringkan diri ke kasur kecil dan Lucifer akhirnya keluar dari kamar mandi. Terlihat dada bidang Lucifer yang begitu mengoda Kath.


Lucifer menatap kearah Kath yang melihat kearahnya tanpa henti, "Ada apa denganmu?" Tanya Lucifer bingung.


Kath mengigit bibirnya, "Mau," Ucap Kath dan lansung sadar dari lamunannya.


Lucifer mengangkat sebelah alisnya, "T-tidak, maksudku tidurlah." Ucap Kath sambil menepuk kasurnya.


Lucifer berjalan kearah Kath dan membaringkan diri ke sebelah Kath. Sangat sempit sekali, membuat Kath dan Lucifer saling berpelukan agar tidak terjatuh.


Nafas Kath yang terkena dada Lucifer membuat Lucifer sedikit terpancing. Kath sama sekali tidak bisa tidur, ia merasaka dada Lucifer yang begitu dekat dengannya membuatnya ingin memegangnya.


Kath secara tidak sadar memegang dada Lucifer dan tersenyum sangat bahagia. Lucifer memegang tangan Kath dan menatapnya dengan intens.


Kath mengecup bibir Lucifer membuat Lucifer membukatkan matanya. Lucifer yang tidak mau kalah mencium Kath kembali, ia ******* bibir manis Kath. Kath membalaskan ciumannya. Tangan Lucifer beralih ke jubah handuk Kath dan melepaskan jubah handuk miliknya dan milik Kath. Mereka melanjutkan asiknya sampai keduanya lelah. Malam yang sangat indah.