Who Is My Mate?

Who Is My Mate?
Bab 16 - Morella



"M-morella," Ucap Kath tanpa sadar dan pelan-pelan membukakan matanya.


"Apakah kau sudah sadar?" Tanya Liora yang melihat Kath mulai membukakan matanya.


"Apa yang terjadi?" Tanya Kath sambil memegang kepalanya dan melihat Rix, Lucifer dan Dexter yang mengelilinginya.


Saat ini mereka masih berada di dekat hutan terlarang dan Kath terbaring beralaskan rerumputan. Ketiga raja yang saat ini berada disamping Kath menatap Kath dengan rasa curiga.


"Apa yang terjadi padamu?" Tanya Lucifer.


"A-aku tidak tau." Ucap Kath memegang kepalanya.


"Bagaimana kau bisa menyebutkan nama Morella? Bagaimana kau bisa mengenalnya?" Tanya Rix bertubi-tubi.


"Aku adalah Morella," Ucap Kath tanpa ia sadari.


"Bagaimana bisa?" Tanya Dexter bingung.


"Tidak mungkin," Ucap Lucifer tidak percaya


"Jangan bercanda," Ucap Rix serius.


"Morella? Siapa itu?" Tanya Liora bingung.


Morella adalah gadis yang mereka cintai, gadis yang bisa membuat ketiga raja legenda mencintainya. Ia memang sudah bunuh diri, tetapi seorang perempuan cantik menyelamatkannya dan mengurungnya di kristal es.



"Aku sudah tidak tahan dengan semua ini, mereka sangat egois sekali." Ucap Morella yang terus berlari.


"Berhenti," Ucap Dexter yang mengejar Morella.


"Tidak akan, aku tidak akan berhenti sampai kapan pun. Aku sudah tidak bisa menahan semua keegoisan kalian. Kalian adalah orang yang hanya mementingkan perasaan kalian. Kalian tidak pernah merasakan apa yang kurasakan." Ucap Morella dengan emosi.


"MORELLA," Jerit ketiga raja ketika melihat Morella sudah mencapai bibir jurang.


"Berhenti memanggil namaku." Ucap Morella yang mengancam mereka dengan berjalan mundur satu langkah. Satu demi satu air mata mengalir, pipi Morella telah dibasahi dengan air mata.


Ketiga raja terus menenangkan Morella, agar Morella tidak menerjunkan diri. Ketika mereka berjalan satu langkah untuk mendekati Morella, Morella mundur satu langkah untuk menjauhi mereka.


"Selamat tinggal," Ucap Morella tersenyum dan menerjunkan diri di jurang tanpa dasar.


"MORELLLLAAAAA!!!" Jerit ketiga raja dan berusaha menangkap Morella.


Ketiga Raja terus mencari keberadaan Morella tetapi masih tidak bisa menemuinya, hari demi hari dan tahun demi tahun pun mereka lewati tetapi masih belum bisa menemukan Morella.


...****************...


"Aku menemukanmu," Ucap seorang penyihir cantik dengan rambut warna putih, menangkap Morella dan membawanya ke dalam hutan terlarang


"Sepertinya kau sudah meninggal, tetapi aku masih bisa menyelamatkanmu. Belum saatnya bagimu untuk meninggal. Kau harus memberikan kekuatanmu kepada sang darah abadi, lalu kau dapat pergi dengan tenang." Lanjut penyihir itu sambil meracik ramuan.


Penyihir cantik itu memberikan satu ramuan yang bewarna biru dan menyuapi Morella. Pelan-pelan kristal es menyelimuti Morella. "Sepertinya dia sudah lahir, sang wanita terkuat yang memiliki darah abadi di tubuhnya. Dia yang akan mengantikanmu, jangan sampai kau menyesalinya. Karena kau sendiri yang memilih untuk bunuh diri," Ucap penyihir itu dan keluar dari goa.


Tahun demi tahun Morella berada di dalam kristal, bahkan telah ribuan tahun Morella masih berada dalam kristal. Tidak ada yang pernah datang ke dalam goa ini. Hingga rambutnya pelan-pelan berubah menjadi warna putih dan jiwanya pelan-pelan menghilang.


'Setelah 20000 tahun aku menantimu, akhirnya aku bisa meninggal dengan damai. Maafkan aku, kau harus menanggung semua penderitaanku mulai sekarang. Sebagai pemohonan maafku, aku akan memberikan kekuatanku padamu.' Batin Morella.


Kath menyentuh Kristal es milik Morella, lalu terjadi getaran yang sangat dasyat. Morella memberikan kekuatan yang ia miliki selama ia berada di dalam kristal es, Morella tidak tau ternyata ia juga memberikan rasa sakit hati dan pembalasan dendam yang ia rasakan ke dalam tubuh Kath.


"Terima kasih," Ucap Morella pelan dan menghilang diikuti angin.



"Morella? Siapa dia?" Tanya Kath bingung dan mendudukan diri.


"Kau baru saja menyebutkannya Kath," Ucap Liora bingung melihat Kath.


"Tidak, aku tidak mengenalnya. Apakah kau mengkhayal Liora?" Tanya Kath yang sama sekali tidak mengerti ucapan Liora.


"Lupakan," Ucap Lucifer yang tidak ingin mengungkit tentang Morella.


Kath membersihkan rambutnya dan melihat rambut sebelah kanannya yang berubah menjadi putih beberapa helai. "Aaaaaa," Jerit Kath yang melihat rambutnya.


"Apa ini? Aku ubanan? Aku kan makhluk abadi. Tidakkkk, Aku tidak ingin menjadi nenek-nenek. Bagaimana ini? Bagaimana kalau aku tidak cantik lagi karena rambutku ini?" Ucap Kath panik dan terus menarik rambut putihnya.


"Tenanglah Kath, aku akan membantumu mencabut rambut putihmu. Tapi ini tidak sedikit, Kath." Ucap Liora yang memegang rambut Kath.


"Cabutlah beberapa helai dan tutupi dengan rambut hitamku Liora." Ucap Kath yang terus menrengek seperti anak kecil. Kath tidak ingin kecantikannya pudar hanya karena rambut putih yang ia miliki.


Liora pun inisiatif ingin mencabut rambut putih Kath, tetapi saat Liora ingin mencabut. Rambut Kath berubah menjadi emas dan rambutnya tidak bisa dicabut, seketika tangan Liora merasa kepanasan. "Aww" Ringis Liora yang merasa panas.


"Ada apa Liora?" Tanya Kath yang mendengar ringisan Liora.


"R-Rambutmu, sepertinya ia marah kepadaku. Ia terasa sangat panas ketika aku ingin mencabutnya." Ucap Liora dan meniup jari tangannya yang terasa panas.


"Rambutku?" Tanya Kath bingung.


Rix dan Lucifer yang melihat rambut Kath berubah menjadi emas membuat mereka terkejut dengan perubahan yang mereka liat.


"Jangan mengada-ada," Ucap Dexter yang merasakan hawa panas.


"R-Rambut ini adalah rambut Morella, Bagaimana bisa rambutmu seperti dia? Hanya rambut Morella yang ketika dicabut akan berubah warna menjadi warna emas dan akam terasa panas." Ucap Rix tidak percaya.


"Morella? Aku sama sekali tidak mengenalnya." Ucap Kath yang kesal karena mendengar nama Morella berulang kali.


"Sebenarnya apa yang kau lakukan si dalam sana?" Tanya Dexter serius.


"A-aku hanya menyentuh kristal es dan itu membuatku lansung tidak sadarkan diri." Jawab Kath.


"Kristal es?" Lucifer menaikan sebelah alisnya. Kath hanya menganggukan kepalanya.


Disisi lain, ada seekor burung gagak yang terus mengawasi mereka.


...****************...


"Sepertinya ia sudah bertemu dengan Morella, kisah yang menarik akan segera dimulai." Ucap penyihir cantik itu sambil membuat ramuan dan tertawa.