
Mereka sudah tiba di dalam goa menangis dalam waktu sehari, waktu Kath tersisa 2 hari untuk menyelamatkan Lucifer.
Azura melepaskan tali yang mengikat tangan mereka. "Apakah kita akan mulai sekarang?" Tanya Azura tersenyum merasa dirinya akan menang.
"Hawa membunuhmu sangat tinggi sekali," Ucap Kath yang merasakan kekuatan Azura.
"Tentu saja,"
Mereka saling menatap dan tersenyum, tatapan membunuh dari keduanya. Pelan-pelan mereka keluarkan gigi taring dan cakaran mereka yang tajam.
"Serahkan penawar racunnya sekarang, maka aku akan memaafkanmu." Ucap Kath yang mencoba untuk berbaik hati, Kath merubah warna matanya menjadi oranye dan merah.
"Tidak akan, sebelum kau mengalahkanku" Ucap Azura tersenyum dan merubah warna matanya menjadi merah. Azura tidak bisa merubah kedua warna bola matanya seperti Kath. Ia tidak sekuat Kath, ia hanya berlatih untuk menjadi kuat.
Kath bersiap menyerang ia menatap Azura dengan dalam, sedangkan Azura menatap Kath dengan tatapan meremehkan.
Azura dengan kecepatan dan kepintarannya lansung menyerang Kath dengan brutal, ia mencakar bahu Kath dan mengigit lehernya.
Kath segera menendang Azura dengan kuat untuk menjauh darinya, Kath yang merasa dirinya kalah ia mulai memfokuskan dirinya. Dengan kelincahannya Kath berlari kearah Azura dan memcakar dadanya. Membuat Azura mengeluarkan darah dimulutnya.
Keduanya terus-menerus saling melawan tanpa berhenti, langit yang terang berubah menjadi gelap. Membuat keduanya kelelahan.
"Ini akan menjadi akhir," Ucap Kath dengan tegas.
"Aku tidak akan memaafkanmu." Balas Azura.
Kath dengan kekuatannya bewarna merah dan oranye bersiap menyerang Azura. Begitu pula dengan Azura dengan kekuatannya yang bewarna hitam siap menyerang Kath kapan saja.
Brug.....
Salah satu dari mereka terpelanting hingga sangat jauh, "A-aku menyerah." Ucapnya yang merasa sakit di sekujur tubuhnya.
"Baguslah," Balas pemenang sambil tersenyum kemenangan.
Darah terus mengalir dari tubuh keduanya, mereka sama-sama merasa sakit dan kelelahan.
"Dimana penawarnya?" Tanya Kath dengan nafas tersenggal-senggal.
"Disini tapi waktumu tinggal beberapa jam lagi. Kau tidak akan sempat menyelamatkannya. Inilah alasanku membawamu kemari. HAHAHA." Ucap Liora sambil tertawa dan melempar penawar racunnya.
Kath tidak memedulikan omongannya dan dengan cepat menangkap penawar racunnya dengan nafas tersenggal-senggal ia terus berlari sambil membawa penawarnya. Sebelum matahari terbit ia sudah harus sampai jika ia terlambat maka kemenangannya akan sia-sia.
"Moon Godness, kali ini saja aku meminta bantuanmu. Aku mohon padamu, bawalah aku ke jalan yang benar agar aku bisa segera menyelamatkannya. Ini pertama kalinya aku meminta bantuanmu." Mohon Kath sambil memegang erat penawar racunnya.
Kath terus berlari dan berlari, ia tidak memedulikan tubuhnya yang terluka. Dadanya yang terus menerus sakit seperti menusuk jantungnya. Ia sebenarnya sudah tidak kuat untuk lari, tetapi matahari akan segera terbit membuatnya mau tidak mau harus terus berlari tanpa henti.
"A-akhirnya," Ucap Kath yang sudah melihat ketiga raja dari kejauhan, Kath terus berjalan dengan luntang-lantung.
Kath sudah tidak bisa melihat dengan jelas arah didepannya. 'Jangan sekarang, kumohon,' Batin Kath yang semakin lemas.
Tinggal beberapa langkah lagi ia menuju ke tempat Lucifer, tetapi langkah kakinya sudah tidak kuat untuk berjalan. Kelelahan dan kesakitan terus menyelimutinya.
Wajah Kath yang memutih dan darahnya yang terus keluar mengundang makhluk lain yang menciumnya ingin memburunya. Kath terjatuh, "T-ti-tidak," Ucap Kath lemas.
"C-cepat," Ucap Kath lagi yang melihat matahari akan terbit.
Dexter mengendong Kath dan berjalan menuju Lucifer. Dexter memberikan penawarnya kepada Rix dan Rix dengan cepat membuka mulut Lucifer dan menuangkan penawar itu kedalam mulut Lucifer.
"Matahari sudah terbit," Ucap Rix yang melihat kebagian timur.
'Aku telah menyelamatkannya, aku harap ini tidak terlambat,' Batin Kath melihat kearah Lucifer dan jatuh didalam pelukan Dexter.
"Kath, kath," Panggil Dexter berulang kali ketika tidak merasakan kekuatan Kath.
"T-tubuhnya," Rix melihat darah yang terus mengalir dari tubuh Kath tanpa henti.
"Sepertinya kita harus pergi dari sini, banyak sekali makhluk yang mengikuti jejak darah abadi Kath." Ucap Dexter yang merasakan banyak sekali makhluk yang mengikuti mereka, bukan hanya satu atau dua tetapi ratusan bahkan ribuan.
Dexter mengendong Kath dan segera meninggalkan Rix dan Lucifer.
"Dasar merepotkan," Ucap Rix yang melihat kearah Lucifer yang masih tidak sadarkan diri, Rix dengan terpaksa mengendong Lucifer dan terbang mengikuti Dexter.
Mereka terbang keatas gunung dimana tidak ada makhluk yang hidup disana. "Disini akan aman," Ucap Dexter yang meletakan tubuh Kath diatas jerami dan Rix meletakan Lucifer disamping Kath.
"Darahnya terus mengalir tanpa henti," Ucap Rix yang melihat kearah tubuh Kath.
"Sepertinya Azura sangat kuat sekali," Lanjut Rix yang melihat banyak luka ditubuh Kath.
"Bagaimana cara mengobatinya?" Tanya Dexter bingung.
"Bukannya Raja Langit sangat ahli dalam pengobatan?" Sindir Rix melihat kearah Dexter.
"T-tapi dia adalah wanita dan aku adalab pria," Jawab Dexter sedikit gugup.
"Tapi kau buta," Balas Rix yang mulai kesal.
"Tapi aku adalah pria normal dan kau juga pria. Apa kau tidak gugup?" Tanya Dexter yang mencoba membuka pakaian Kath. Tetapi ia mehentikan tangannya karena ia tidak sanggup.
"Aku tidak tertarik dengannya, aku hanya tertarik dengan darah abadinya. Darah abadinya dapat membuat wanita yang kucintai hidup kembali." Ucap Rix yang tidak peduli dengan keadaan Kath.
"Kau sangat egois sekali, ia tidak mungkin akan kembali." Ucap Dexter yang mengerti apa yang ia maksud.
"Sudahlah, cepat obati dia. Sebelum darah abadinya terus keluar dan memancing makhluk lain." Ucap Rix dan berjalan keluar.
Dexter menghela nafas kuat, ia mulai membuka pakaian Kath yang terkena darah dan tersisa **********. Dexter mulai menyembuhkan Kath dengan kekuatannya mulai dari leher ke bahu ke lengan dan gerakannya terhenti ketika ia ingin menyembuhkan bagian dada Kath.
"Konsentrasilah," Ucap Dexter yang terus mengingatkan dirinya sendiri.
Dexter kembali menyembuhkan Kath ia menyembuhkan semua luka yang ada di tubuh Kath, tetapi ia bingung dengan luka yang berada dijantung Kath. Dexter terus merasakan kesakitan yang berada di jantung Kath. Ia telah berulang kali mencoba untuk menyembuhkannya, tetapi Kath seperti menolak untuk disembuhkan. Ini pertama kalinya seseorang menolak kekuatannya. Hal ini membuatnya sangat bingung.
'Apakah ia selalu merasa kesakitan seperti ini?' Batin Dexter yang merasakan sakit yang bisa ia rasakan.
Setelah 20000 tahun Kath tidak bisa merasakan sakit, tetapi semuanya berubah ketika ia menyentuh Kristal Es. Kristal es yang dapat membuatnya merasakan sakit dan merasakan apa itu cinta. Tetapi Kath masih belum menyadarinya.