Who Is My Mate?

Who Is My Mate?
Bab 36 - Ular Hitam



"Akan saya pastikan saya akan membunuh Raja Langit." Ucap Lucifer menatap ke langit. Lucifer tidak akan membiarkan siapa pun mengambil Kath darinya, Kath adalah miliknya untuk selamanya. Ia akan membunuh siapa saja yang berani menyentuhnya.


...****************...


Kath sedari tadi melihat air terjun yang terus mengalir, "Kau menyukai air terjun itu?" Tanya Dexter memecahkan keheningan diantara mereka.


Kath menganggukan kepalanya, suara gemercik air yang begitu indah dan air yang deras sangat memikat hati.


Dexter memberikan sebuah gelang yang sudah diteteskan darahnya dan memberikan kepada Kath. "Ini untukmu," Dexter memakaikan gelang di tangan kanan Kath.


Kath menerima gelang indah itu tanpa penolakan, "Terima kasih." Ucap Kath tersenyum menatap ke gelang ukiran yang diberikan Dexter.


"Gelang ini akan melindungimu. Ketika kau dalam bahaya, aku akan lansung muncul di depanmu." Ucap Dexter mengelus pelan kepala Kath.


Dexter tidak ingin kejadian 1000 tahun lalu kembali terulang, dimana ia tidak bisa melindungi Kath dan tidak tau Kath sedang berada dalam bahaya. Ia sangat menyesali perbuatannya. Selama 1000 tahun Dexter juga berusaha mencari keberadaan Kath. Hanya saja, Lucifer yang duluan menemukannya.


Kath melihat kearah ular hitam yang sedang melata, bukannya takut tetapi Kath malah memegang ular itu. Mengelus kepalanya, terdapat luka di tubuh ular itu. Kath mengoyah sedikit gaunnya dan membaluti lukanya. "Kau akan baik-baik saja." Ucap Kath yang berbicara dengan ular hitam itu dan mengecupnya.


Ular hitam itu seolah mengerti, ia melata ke pangkuan Kath dan tidur dipangkuan Kath. Kath hanya mengelus pelan ular itu.


Dexter yang melihat kejadian itu membuatnya mengingat kejadian dulu ketika Kath menganggapnya sebagai pria lemah dan melindunginya dari ular hijau. Kath penuh dengan perhatian dan mengobati lukanya. Dexter merasa Kath sangat berbeda dengan yang lain, ia memperlakukan dirinya dengan baik dan penuh perhatian.


"Kenapa kau menolongnya? Ular hitam identik dengan kejahatan." Tanya Dexter, kebanyakan orang jika bertemu dengan ular hitam menganggap ular itu adalah petanda buruk atau tabu. Dexter ingin tau apa yang ada dipikiran Kath. Kenapa Kath malah memilih untuk menyelamatkannya.


"Dia hanya ular yang sedang membutuhkan pertolongan. Lagipula dia juga tidak mengigitku." Jawab Kath sambil mengelus ular hitam yang ada dipangkuannya.


Inilah alasan kenapa Dexter menyukai Kath, Kath tidak melihat sesuatu dari luarnya. Tetapi melihat dari perlakuan atau sifatnya.


Dexter menatap kearah Kath yang sedang menatap ular hitam yang sedang tertidur. "Kath," Panggil Dexter pelan.


"Iya?" Tatapan Kath yang masih fokus dengan ular didepannya.


"Aku menyukaimu," Ucap Dexter pelan tetapi masih bisa terdengar oleh Kath.


Kath menoleh kearah Dexter dan tersenyum, "Kau sedang bercanda?" Ucap Kath sambil tertawa dan tidak percaya dengan pernyataan Dexter.


Tetapi Dexter menatap Kath dengan tatapan serius dan mengecup bibir Kath. Kath membelalakan matanya tidak percaya dan memegang bibirnya.


"Aku serius, aku menyukaimu." Ucap Dexter yang menatap kedua bola mata Kath.


"T-tapi, Lucifer adalah pendamping hidupku. Kami sudah terikat." Kath memikirkan Lucifer, ia juga harus menjaga perasaan Lucifer. Walau Lucifer adalah makhluk yang kejam.


"Aku bisa memutuskan hubungan kalian." Dexter sudah memikirkan hal ini dari lama dan memikirkan satu cara untuk memutuskan hubungan Lucifer dan Kath, yaitu dengan membunuh Lucifer.


"Maaf, tapi aku tidak ingin mengkhianatinya." Kath merasa ia harus setia dengan Lucifer.


"Ikutlah denganku, aku akan membawamu ke kerajaanku." Ajak Dexter.


"T-tapi, bagaimana dengan ular ini? Dia sedang terluka." Tanya Kath yang melihat kearah ular hitam yang sedang terluka.


"Bawa saja dia bersamamu," Jawab Dexter dan Kath tersenyum mendengarnya.


Dexter mengepakan sayapnya dan bersiap membawa Kath terbang, "Kita berjalan saja ya." Kath sangat takut dengan ketinggian dan ini masih belum berubah.


Dexter mengangguk, "Tetapi perjalanan menuju istanaku akan menjadi sangat jauh dan lama. Apa tidak apa-apa?" Ucap Dexter yang merasa Kath akan kelelahan jika perjalanan kekerajaannya ditempuh dengan jalan kaki.


"Tentu saja, tidak apa-apa." Kath malah merasa lebih baik ia jalan kaki daripada harus terbang. Ketinggian sangat mengerikan baginya.


Mereka berjalan kearah kerajaan Dexter dengan ular hitam yang berada di pundak Kath. Perjalanannya tidak semulus yang Kath kira banyak sekali hewan buas dan jalanan yang tidak rata. Tetapi untungnya ada Dexter yang selalu melindunginya dari semua itu.


Akhirnya mereka tiba juga di kerajaan Langit milik Dexter. Semua pengawal memberi hormat kepada Raja mereka.


Yavanna melihat kearah Dexter yang sudah pulang, tetapi tatapannya tak luput dari wanita yabg berada disamping Dexter. Ya, itu Kath. dirinya sangat kesal sekali ketika melihat Kath yang berada disamping Dexter dan mengikuti Dexter pulang. "Kenapa wanita itu tidak musnah? Harusnya ia musnah dan tidak pernah muncul lagi." Yavanna, istri Dexter menatap Kath dengan tatapan tidak suka. Yavanna segera menghampiri Dexter dan memberi hormat kepada Dexter.


"Kau sudah pulang?" Tanya Yavanna dengan lembut.


Dexter menatap Yavanna dengan tatapan malas, "Tidak usah berakting didepanku." Ucap Dexter membulatkan matanya malas.


Yavanna mengepalkan kedua tangannya dengan erat, ia ingin sekali meluapkan emosinya. Tetapi ia tau jika ia meluapkan emosinya Dexter hanya akan tambah benci dengan dirinya dan bisa saja Dexter membunuhnya. Dexter sama sekali tidak mencintainya dan malah membencinya. Cinta satu pihak memang sangat menyedihkan.


"Kuperingatkan kau untuk tidak mendekati Kath." Dexter memberikan peringatan untuk Yavanna. Yavanna tambah kesal, ingin sekali Yavanna lansung membunuh Kath sekarang juga, ditempat ini. Tetapi ia masih mencoba untuk sabar.


"Baiklah," Ucap Yavanna tersenyum, menutupi rasa kesalnya.


Yavanna menatap Kath seolah ada yang berbeda dengan Kath. Tetapi jika Yavanna lansung bertanya dengan Kath pasti Dexter akan mencoba membela Kath. Ini bukan waktu yang tepat untuknya, untuk berdebat dengan Kath. Ia harus mencari waktu yang tepat untuk bertanya. Tidak, lebih tepatnya memusnahkannya.


'Aku pasti akan membunuhmu.' Batin Yavanna menatap Kath dan tersenyum didalam hatinya.


Kath hanya menatap ke sekeliling Kerajaan Dexter yang sangat megah dan terlihat sangat elegan. Matanya tidak berhenti menelusuri seisi Kerajaan. Setiap pahatan diukir dengan sangat rapi dan cantik.


Kath tidak peduli dengan pembicara Yavanna dan Dexter, menurutnya itu adalah privasi diantara mereka berdua.


...****************...


"Sepertinya Kath sedang berada di Kerajaan Dexter. Kita belum bisa bergerak" Ucap seorang wanita dengan pakaian bewarna putih.


"Sebaiknya kita tunggu saat ia sedang sendirian dan itulah waktu yang tepat untuk mengambil semua darah abadinya dan memusnahkannya. Ketika tidak ada Raja Legenda yang bisa melindunginya." Ucap wanita yang ada di depannya.


Hanya merekalah yang tau cara melenyapkan dan memusnahkan Kath. Mereka telah memikirkan hal ini sejak lama. Mereka berniat memusnahkan Kath, karena Kath yang akan menguasai dunia nantinya, dengan kekuatannya yang terus bertambah kuat. Jika mereka tidak segera memusnahkan Kath, maka seluruh dunia akan merasakan dampaknya. Hanya ini kesempatan mereka untuk bertindak, ketika Kath sedang tidak bisa mengontrol kekuatannya.