Who Is My Mate?

Who Is My Mate?
Bab 43 - Kembalinya Kalung Exford



Entah apa yang ada dipikiran Lucifer, Kath sudah memakan makanan yang sangat banyak dan memiliki protein yang tinggi.


Dari buah-buahan, susu, sayuran dan kacang-kancangan. Rasanya Kath ingin memuntahkan semuanya.


"Buka mulutmu," Pintah Lucifer. Kath mengeleng pelan.


"Aku kenyang sekali, kau saja yang memakannya" Ucap Kath dengan kesal. Ia sama sekali tidak bisa bergerak karena kekenyangan.


"Kamu sedang hamil harus menjaga kesehatanmu." Ceplos Lucifer.


Kath terdiam sejenak dan membelalakan matanya, "Hah? A-aku hamil?" Ucap Kath tidak percaya.


Lucifer mengangguk pelan, "Sejak kapan?" Kath kembali bersuara, ia sangat kaget sekali mendengar hal itu.


"2 minggu yang lalu, pantas saja suasana hatimu terus berubah," Ucap Lucifer dengan santai.


"T-tidak mungkin, kau pasti bercanda denganku." Ucap Kath tidak percaya dan menatap Lucifer.


"Ada apa denganmu?" Lucifer melihat kearah Kath bingung.


"T-tidak, ini belum saatnya aku hamil." Kath mengeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.


Lucifer mengerutkan keningnya bingung, bukannya wanita sangat menyukai anak kecil. Kenapa Kath berbeda.


"Kau pasti akan lebih menyayanginya nanti. T-tidak mau," Ucap Kath memikirkan jauh kedepan.


Lucifer tersenyum, ternyata Kath cemburu. "Saya hanya menyayangimu, hanya kamu." Ucap Lucifer memeluk dan mengelus rambut Kath.


"Janji?"


"Janji."


"Ngomong-ngomong, hari ini saya akan ke hutan bagian barat untuk melihat tahanan yang ada disana."


Kath mengangkat sebelah alisnya, lalu berkata. "Aku mau ikut."


"Tidak, perjalanannya sangat berbahaya. Kamu bisa terluka." Larang Lucifer.


"T-Tapi.."


"Menurutlah Kath, ini tidak akan lama. Saya yang pergi selama 3-4 hari." Ucap Lucifer mengelus rambut Kath.


"Berjanjilah padaku kau akan baik-baik saja." Ucap Kath menatap Lucifer


"Janji. Setelah saya pulang, saya akan membawamu jalan-jalan ke tempat yang kamu sukai."


Wajah Kath yang awalnya cemberut berubah menjadi senang. "Aku akan menunggunya." Ucap Kath memeluk Lucifer dengan erat.


Lucifer memegang pinggang Kath agar Kath lebih mendekat kearahnya, lalu menciumnya.


...****************...


Kath terbangun dari mimpi buruknya, keringat dingin bercucuran, rasa ketakutan menyelimutinya. Kath menuang minuman ke gelasnya dan meminumnya secara cepat.


Ini adalah hari kedua Lucifer pergi, tetapi ia merasa sangat tidak tenang sekali. Ia bermimpi Lucifer tidak sadarkan diri dan ada yang berniat membunuhnya.


Kath berusaha menarik nafas dan mencoba menenangkan dirinya. Di kerajaan sebesar ini tidak ada Lucifer, ia merasa sangat sepi sekali. Ia tidak tau apa yabg harus dilakukannya saat ini.


"Atau aku menyusul Lucifer saja?" Tanya Kath pada dirinya sendiri. Tetapi ia sering tersesat, ia takut merepotkan Lucifer.


Hatinya sangat tidak tenang, ia bingung apa yang harus ia lakukan untuk saat ini. Ia menarik nafas dengan kuat dan berusaha berpikir dengan tenang.


Kath mencari beberapa barang untuk bisa melindungi dirinya, ia membuka lemari Lucifer. Terdapat kalung merah disana, mata Kath terpaku pada kalung itu. Seolah kalung itu memanggil namanya. Kath mengambil kalung itu dan memakaikan kalung itu di lehernya.


"Bagus sekali," Ucap Kath melihat kearah cermin. Kalung merah atau kalung Exford yang awalnya memang milik Kath dan sekarang kembali kepadanya lagi.


Matahari seakan bersinar lebih terang hari ini untuk menyinarinya. "Aku harus mencarinya," Ucap Kath dan lansung pergi mencari Lucifer, tetapi ia ditahan oleh beberapa pengawal


"Nona, anda dilarang keluar." Ucap pengawal dengan sopan dan menahan Kath di depan gerbang.


Kath mencoba memikirkan ide agar ia bisa keluar dari kerajaan. "Lucifer menitip pesan padaku, kalung ini harus segera dikirim ke hutan bagian barat." Bohong Kath.


Kedua pengawal saling memandang dan menganggukan kepala, "Apakah perlu kami menemani nona?" Tanya pengawal dengan sopan.


Kedua pengawal mengangguk dan membukakan jalan untuk Kath. Kath segera berjalan keluar dari kerajaan. Sudah lama sekali ia tidak keluar dari kerajaan ini. Ia menarik nafas kuat dan merasakan udara segar.


'Aku harus fokus,' Batin Kath dan segera berjalan menuju bagian barat.


Kalung itu seolah menuntun Kath ke jalan yang menuju tempat Lucifer. Matahari seolah memberikan petunjuk dimana Lucifer berada. Kath hanya berjalan mengikuti inisiatifnya.


Langkahnya terhenti ketika melihat seekor kuda yang berlari dengan kencang. "Wangi," Ucap Kath tidak sadar.


"Kath?" Ucap pria itu memastikan dan mengerem kuda putihnya tepat di depan Kath.


"Kath," Ucapnya lagi dengan nada gembira.


Kath menaikan sebelah alisnya, "Ehm, siapa?" Tanya Kath yang sama sekali tidak mengenal pria di depannya.


"Berhentilah pura-pura." Ucapnya turun dari kuda dan memeluk Kath dengan erat.


Kath mendorong laki-laki yang memeluknya, "Maaf, tapi aku tidak kenal denganmu." Ucap Kath bingung.


"Ada apa denganmu? Bagaimana kau bisa lupa denganku?"


"Aku hilang ingatan," Jawab Kath dengan polos.


"Bagaimana bisa? 1000 tahun aku mencarimu dan ternyata kau ada disini. Aku sangat senang sekali." Ucapnya dan memeluk Kath lagi.


"Aku juga tidak tau. Sebenarnya siapa kau?" Tanya Kath dengan polos.


"Aku matemu, Rix Eveitox." Ucapnya dengan tersenyum.


"Mateku?" Ulang Kath, memang wangi tubuhnya seperti wangi mate. Tetapi ia sudah memiliki Lucifer. Bagaimana bisa Lucifer menjadi pendamping hidupnya saat ia memiliki mate?


"Iya, apa kau sungguh lupa denganku?" Tanya Rix lagi. Kath mengangguk pelan.


"Ngomong-ngomong, bagaimana bisa kau berada disini?" Tanya Rix lagi.


"Aku ingin mencari Lucifer di hutan bagian barat."


"Aku akan mengantarmu." Ucap Rix datar dengan tatapan tidak suka.


...****************...


Beberapa hari yang lalu.


"Aku akan mengembalikan Morella," Ucap Rix dengan emosi.


"Apa kau gila?" Tanya Max, sahabatnya.


"Dia sudah tidak ada." Liora kini bersuara. Semenjak Liora menyelamatkan Rix. Rix membawa Liora ke istananya. Liora memilih untuk mengkhianati kaum iblis. Karena Rix adalah cinta pertamanya dan ia ingin mendapatkan hatinya.


"Aku bisa membantumu," Ucap seorang wanita cantik yang memakai jubah merah.


"Itulah sebabnya aku membawamu kemari." Ucap Rix tersenyum miring.


"Berhenti mendengar wanita gila ini." Max mencoba menahan sahabatnya, ia tidak ingin sahabatnya salah langkah karena wanita yang sudah mati itu.


"Aku tidak peduli, aku hanya ingin wanita yang kucintai hidup kembali. Hanya itu." Rix tetap dalam pendiriannya.


"Dasar gila, aku sudah memperingatimu. Jangan menyesalinya." Ucap Max dan berjalan kearah pintu. Ia membanting pintu dengan kuat untuk mengungkapkan kekesalannya.


"Jangan pedulikan dia, jadi bagaimana aku bisa mengembalikan Morella?" Tanya Rix dengan serius.


"Aku mengirim burung gagak yang selalu mengawasi Kath dan Lucifer. Aku mendengar Lucifer akan pergi ke hutan bagian barat. Disaat itulah Kath sendirian." Ucap wanita itu yang sudah memikirkan rencana ini dari jauh.


"Lalu?"


"BUNUH DIA," Ucap wanita itu sambik membayangkan Kath terbunuh.


"Dia memiliki darah abadi, tidak mungkin ia bisa dibunuh." Ucap Liora.


"Itulah alasannya kenapa aku membutuhkan kalian, Buatlah semua tubuhnya terluka hingga semua darahnya keluar secara terus-menerus dan tidak menyisakan darah setetes pun. Jangan biarkan siapapun mengobatinya." Wanita itu menganti bola matanya merasakan kebahagiaan atas rencananya.