
Mereka berada di ruang makan dan Sandria juga berada disana. Membuat Kath kesal kembali, baru semalam Lucifer membujuknya. Hari ini Sandria kembali muncul didepan Kath lagi.
"Kenapa kau berada disini?" Tanya Kath menatap Sandria dengan tatapam tidak suka.
"Apa kau tidak tau? Lucifer tidak mengatakannya padamu?" Tanya Sandria kembali. Seolah Sandria lebih tau daripada dirinya.
Kath mengangkat alisnya dan meminta penjelasan kepada Lucifer. "Dia akan tinggal disini selama sebulan." Lucifer menjawab pertanyaan yang ada di benak Kath.
"Sebulan? Yang benar saja, aku harus melihatnya sebulan?" Ucap Kath tidak percaya. Bagaiamana bisa ia menahan diri selama sebulan? Sehari saja Kath merasa sangat ingin membakar mereka berdua. Apalagi sebulan.
Lucifer menganggukan kepalanya, "Masalah pekerjaan." Ucap Lucifer dengan santainya. Sandria tersenyum miring menatap kearah Kath
Kath hanya tersenyum, ia merasa dirinya sudah kalah telak melawan Sandria. Ia sama sekali tidak tau akan membalas Sandria dengan apa.
Tiba-tiba terbesit suatu ide, Kath memegang jepit rambut yang diberikan Lucifer. "Apakah rambutku terlihat rapi?" Tanya Kath kepada Lucifer. Lucifer mengangguk pelan.
"Jepit rambutmu terlihat sangat kuno sekali." Ucap Sandria melihat kearah rambut Kath.
"Kuno? Padahal ini pemberian Lucifer." Kath menundukan kepalanya pura-pura sedih.
"Dia juga memberikanku gelang yang aku pakai sekarang." Lawan Sandria tidak mau kalah. Kath merasa emosinya memuncak.
"Sayang," Panggil Kath.
Lucifer menatap Kath dengan tatapan tidak percaya dan tersenyum. Ini pertama Kath memanggilnya dengan sebutan itu, "Iya?" Lucifer menaikan sebelah alisnya.
"Mau itu." Kath menunjuk kearah roti yang berada di dekat Lucifer.
Lucifer memberikan roti yang Kath tunjuk. Kath mengelengkan kepalanya, "Suap." Ucap Kath dan membuka mulutnya.
Lucifer menuruti kemauan Kath, ia menyuapi Kath dan membersihkan remahan roti yang ada di bibir Kath.
"Rasanya sangat enak sekali, ketika suami yang menyuapi." Sindir Kath menatap kearah Sandria.
Sandria membulatkan matanya, kesal dan marah menjadi satu. Ia sudah sejak lama menyukai Lucifer tetapi wanita ini tiba-tiba datang ke hidup Lucifer dan menjadi pendamping hidupnya. Rasanya ingin sekali Sandria menelan Kath. Bagaimana pun caranya Sandria akan membuat Lucifer hanya milik dia seorang.
Sandria mengepalkan tangannya dengan kuat dan menatap Kath penuh kebencian.
...****************...
Sandria memasuki kamar Kath dan berjalan kearah Kath yang sedang menyisir rambutnya. Sandria memberikan tamparan kuat kepada Kath.
Kath sangat syok sekali, ia sama sekali tidak mendengar langkah kaki Sandria, "APA YANG KAU LAKUKAN?" Tanya Kath penuh dengan emosi dan memegang pipinya yang terkena tamparan Sandria.
Apalagi ketika semua makhluk immortal heboh ketika Lucifer telah memiliki pendamping hidup dan semuanya makhluk sangat senang sekali. Sandria hanya senang ketika mendengar Kath menghilang selama 1000 tahun. Ia berpikir Lucifer akan menjadi miliknya untuk selamanya, ternyata salah. Kath kembali setelah ia menghilang sangat lama. Itu membuat Sandria sangat cemburu, iri dan marah.
"Aku menjauhinya? Kau yang seharusnya sadar diri" Lawan Kath yang tidak mau kalah.
"BERANINYA KAU MELAWANKU," Ucap Sandria mengeluarkan kekutannya dan membuat Kath terpelanting jauh.
Kath sama sekali tidak bisa melindungi dirinya, kekuatannya sama sekali tidak muncul. Bahkan ekornya yang biasanya selalu keluar saat tidak diperlukan. Kali ini ekornya sama sekali tidak mau keluar untuk membantunya. Kath memikirkan segala cara agar bisa menang melawan Sandria. Sosok yang didepannya termasuk makhluk yang kuat, ia tidak ingin mati mengenaskan.
"Kenapa? Ingin mengeluarkan kekuatan? Cih, Kau tidak akan bisa melawanku makhluk lemah." Sandria tersenyum miring saat tidak merasakan kekuatan Kath sama sekali.
"Dasar makhluk lemah," Lanjut Sandria dan mengeluarkan kekuatannya.
Kekuatan Sandria terkena jendela yang membuat semua kaca bertebaran. Sandria termasuk Iblis bangsawan yang terkenal kuat dan cepat. Ia tidak mudah untuk dikalahkan, ia hanya membutuhkan beberapa menit untuk membuat musuhnya tidak berdaya.
Para pelayan yang mendengar suara adu mulut dan kaca dari kamar Kath segera memanggil Lucifer untuk segera menenangkan keduanya.
Kath memegang salah satu serpihan kaca yang besar dan tersenyum.
"Apa kau ingin melawanku dengan serpihan kaca itu? Kau tidak akan mungkin bisa mengalahkanku." Ucap Sandria dengan sombong sambil tertawa mengejek Kath.
Kath tersenyum, "Aku adalah orang yang lebih licik dari yang kau kira." Ucap Kath dan menusuk bahunya menggunakan serpihan kaca itu.
"APA YANG KAU LAKUKAN?" Sandria menatap tidak percaya kearah Kath. Bagaimana bisa ia menusuk bahunya sendiri.
Lucifer memasuki kamar Kath dan melihat Kath dengan darah yang terus keluar dari bahunya. "KATHHHHHH!!!!," Teriak Lucifer panik dan lansung berlari kearah Kath dan menatap Sandria dengan tatapan marah.
"T-tidak, ini tidak seperti yang kau bayangkan. Ia menusuk dirinya sendiri." Sandria mencoba membela dirinya sendiri, ia tidak ingin Lucifer salah paham dengan dirinya.
Lucifer lansung mengendong Kath ke kamarnya dan menatap Sandria dengan tatapan marah. Sandria berusaha menjelaskan semua kejadiannya. Ini memamg salahnya, tetapi ia sama sekali tidak ingin membunuh Kath. Ia hanya ingin memberi peringatan kepada Kath untuk menjauh dari Lucifer.
Kath terus meringis kesakitan, darahnya yang terus mengalir membuat ingatannya tentang hutan yang banjir akan darah terus mengulang dikepalanya. Kepalanya terasa sangat sakit sekali mengingat semua kejadian itu. Kejadian yang membuat Kath sama sekali tidak bisa mengingat kejadian sebenarnya. Kath sangat penasaran sekali apa yang terjadi di dalam hutan itu. Kenapa dirinya sama sekali tidak bisa mengingat kejadian itu. Kath sangat frustasi sekali. Semua isi kepalanya sekarang hanya berisi hutan yang dipenuhi dengan darah yang terciprat dimana-mana, tanpa mengetahui kejelasan dari kejadian itu.
Lucifer mengendong Kath dan meletakan diatas kasurnya. Dokter segera memeriksa keadaan Kath. Membersihkan semua darah Kath dan mengeluarkan serpihan kaca yang menusuk tubuh Kath. Luka besar akibat tusukan serpihan kaca besar harus terkena jahitan. Dokter membaluti semua tubuh Kath yang terkena serpihan kaca.
Dokter mengernyitkan dahinya ketika memeriksa denyut jantung Kath. Jantungnya sangat berbeda dengan jantung makhluk lain.
"Ada apa?" Tanya Lucifer melihat kearah dokter yang memeriksa Kath.
"Nona, sudah baik-baik saja sekarang." Ucap Dokter yang memeriksa Kath. Ia sama sekali tidak berhasil mendiagnosa jantung Kath. Ada apa sebenarnya dengan jantung Ratunya itu? Jantungnya seperti tertusuk oleh ribuan jarum. Ia harus segera memberitahukan hal ini kepada Rajanya setelah ia berhasil mendiagnosa jantung Kath.