Who Is My Mate?

Who Is My Mate?
Bab 21 - Azura



"Aku tidak ingin ikut dengan kalian, apakah kalian mengerti?" Ucap Kath dengan penekanan kesekian kalinya.


"Tapi, kau tidak pernah keistanaku," Bantah Rix yang terus memohon kepada Kath.


"Tidak Rix, tidak. Apakah kau paham dengan kata tidak? Tidak artinya SEBUAH PENOLAKAN." Ucap Kath penuh dengan penekanan di kata terakhir. Ia sangat kesal dengan Rix yang terus memaksanya.


"Ikutlah dengan saya," Ucap Lucifer yang kali ini mengajak Kath.


"Tidak, aku akan kembali ke istanaku sendiri." Tolak Kath lagi dan lagi.


"Kalau begitu kau tetap diistanaku saja, Kath," Ucap Dexter.


"TIDAKKKKK!!!" Teriak Kath murka.


"Kalian sangat keras kepala sekali." Lanjut Kath kesal.


"Sama denganmu," Ucap ketiga raja serentak.


Kath dengan kesal meninggalkan kamarnya begitu saja, para raja mengikuti langkah kaki Kath yang begitu cepat.


"Berhenti mengikutiku," Ucap Kath yang saat ini berada di hutan.


"Tidak mau," Ucap Rix sambil menjulurkan lidah.


Kath menghela nafas kuat, ia sangat kesal sekali karena ketiga raja terus mengikutinya dan ia tidak tau jalan kembali ke kerajaannya. "Aku lelah," Ucap Kath lansung terduduk dan mengacak-acak rambutnya.


"Aku memcium bau makhluk yang kuat," Ucap Dexter waspada.


"Kuat? sepertinya akan seru." Ucap Rix dengan sombong.


"Semakin dekat, kekuatannya sangat kuat." Ucap Dexter merasakan hawanya. Lucifer menaikan satu alisnya.


Seseorang bertudung merah mendekati mereka. Ketiga Raja Legenda berdiri di depan Kath untuk melindungi Kath.


"Sepertinya dia adalah makhluk jahat," Ucap Kath tersenyum senang. Ia sangat ingin bertarung dengan makhluk yang kuat yang bisa menyainginya.


Wanita bertudung merah berhenti di depan Kath, "Aku sudah tidak sabar," Ucap wanita bertudung merah.


"Apa kau yakin kau sudah bisa mengalahkanku?" Tanya Kath kepadanya.


Wanita bertudung merah melepaskan tudungnya, Mereka melihat wanita itu dengan tatapan terkejut.


"B-bagaimana bisa?" Ucap Rix melihat kearah wanita tudung merah dan Kath berulang kali.


"Kenapa kau melihatku?" Tanya wanita bertudung merah.


"Kenapa suaranya mirip sekali dengan Kath?" Tanya Dexter yang memperhatikan suara wanita bertudung merah.


"Bahkan wajah dan tingginya sama, bukan hanya suaranya saja." Jawab Rix yang terpaku.


Kath tersenyum, "Sepertinya kau tambah kuat, Azura." Ucap Kath yang melihat mata Azura lekat.


"Dan kau terlihat lemah," Ejeknya merendahkan Kath.



Saat Kath berusia 2000 tahun, Kath bertemu dengan seorang makhluk yang melewati istananya.


"Apa kau tersesat?" Tanya Kath kepada gadis tudung merah. Ia hanya mengangguk.


"Kenapa kau memakai tudung merah?" Tanya Kath lagi.


"Karena banyak yang mengejarku, karena wajahku yang mirip dengan makhluk setengah vampire dan setengah werewolf yang memiliki darah abadi. Mereka bepikir aku adalah dia, mereka sering memburuku, karena itu." Ucapnya yang masih memakai tudung merahnya.


Kath memegang tudung merahnya dan melepaskannya, Kath sangat terkejut sekali ketika melihat gadis yang didepannya sangat mirip dengannya. "K-kau," Ucap Kath yang melihatnya dan terpaku dengan wajahnya.


"Iya, aku sangat mirip denganmu." Ucapnya.


Kath melihat setiap inch dari wajahnya, tubuhnya dan bahkan tingginya. Bahkan suaranya sangat mirip dengannya.


"Namaku Azura," Ucapnya memperkenalkan diri.


"Namaku Kath," Ucap Kath.


"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Aku telah lama mencarimu." Ucap Azura dengan lembut.


"Mencariku?" Tanya Kath bingung.


"Aku ingin tau seberapa miripnya kita," Ucap Azura menundukan kepala.


Kath tersenyum melihat suaranya yang sangat lembut dan pemalu, "Masuklah," Ucap Kath mempersilakan Azura masuk kedalam istananya.


Azura memasuki istana milik Kath dan matanya tertuju kepada bangunan-bangunan yang menghiasi istana Kath. "Sangat indah sekali," Ucapnya pelan mengagumi istana milik Kath.


"Apakah kau hanya sendirian?" Tanya Kath penasaran.


"I-iya, ayah dan ibuku sudah meninggal sejak lama." Jawab Azura pelan.


"Tenang saja, mulai sekarang aku akan melindungimu," Ucap Kath sambil tersenyum.


Sudah 3000 tahun berlalu dan mereka selalu bersama. 'Ini adalah waktu yang tepat untuk balas dendam,' Batin Azura yang melihat Kath sedang bermain air disekitar sungai.


Azura mengeluarkan cakarannya, Kath yang merasa hawa yang mencengkam menoleh kearah Azura. "Azura, ada apa denganmu?" Tanya Kath yang melihat kearah cakarannya.


"Ada apa denganku? Harusnya aku yang bertanya ada apa denganmu? Kenapa kau bisa tidak tau apa-apa?" Tanya Azura kembali melihat kearah Kath.


"Maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti, bukannya selama 3000 tahun kita baik-baik saja." Ucap Kath yang sama sekali tidak mengerti dengan pertanyaan Azura.


"Aku adalah kau dan kau adalah aku." Ucap Azura yang membuat Kath semakin bingung.


"Kau adalah aku? Aku sama sekali tidak mengerti." Ucap Kath lagi.


"Aku sangat benci dengan kepura-puraanmu." Ucap Azura penuh dengan penekanan.


"Aku adalah kembaranmu dan aku selalu terlahir menjadi bayanganmu. Saat kita terlahir, mereka membuangku karena aku terlahir lemah. Selama 2000 tahun aku selalu dikejar oleh makhluk yang bahkan aku tidak tau kenapa aku dikejar dan ketika satu makhluk menerimaku ia melemparku kedalam kadang harimau dan membuatku menjadi tontonan dan bahan tertawa. Aku selalu berusaha sendiri dan mereka selalu menganggapku mempunyai kekuatan yang sangat kuat yang bahkan bisa mengalahkan naga. Dulu aku bahkan tidak tega membunuh satu semut. Tetapi sekarang aku sudah berbeda. KAU TIDAK AKAN MENGERTI PENDERITAANKU," Jelas Azura penuh penekanan di kalimat terakhir.


"Tetapi bukannya selama 3000 tahun aku selalu melindungimu?" Tanya Kath yang bingung dengan segala hal yang ia dengar secara tiba-tiba.


"Melindungiku? Kau hanya berbuat apa yang kau sukai." Bantah Azura dengan emosi.


Kath terdiam, ini terjadi sangat tiba-tiba. Bagaimana bisa orang yang ia anggap sebagai sahabat ternyata adalah saudara kembarnya sendiri? Bagaimana bisa ia tidak tau sama sekali? Bahkan ia tidak pernah mendengar jika ia memiliki saudara.


Azura yang melihat Kath sedang melamun segera mengeluarkan gigi vampirenya dan mengigit leher Kath.


"Darahmu akan membuatku semakin kuat dan abadi." Ucap Azura menaikan ujung bibirnya.


"Aku tidak akan melawanmu,"


"Jika kau tidak mau melawanku, berarti kau adalah makhluk yang paling LEMAH yang pernah aku kenal." Ejek Azura dan menekankan perkataan lemah.


LEMAH. Satu kata tetapi membuat pandangan Kath berubah, ia paling tidak bisa mendengar ada yang menyebutnya lemah.


"Aku akan meladenimu." Ucap Kath yang menerima tantangan Azura.


Kath merubah tatapannya menjadi marah, ia merubah warna matanya dan mulai mengeluarkan gigi Vampire-nya dan cakaran werewolfnya. "Tidak akanku maafkan." Ucap Kath dengan emosi.


Begitu juga dengan Azura yang sudah mengeluarkan gigi Vampirenya dan cakaran Werewolfnya. Ia tersenyum melihat Kath yang sudah Emosi.


Srattt.... Sretttt...


Azura mencakar lengan Kath dan Kath mencakar leher Azura. Membuat Azura melangkah mundur beberapa langkah.


"Aku tidak menyangka kau selemah itu." Ejek Kath.


Azura dengan tatapan emosi berlari kearah Kath, tetapi dengan cepat Kath menendang perut Azura dan membuat Azura tersungkur.


Azura memegang perutnya yang terkena tendangan Kath, "Aku akan memaafkanmu, karena kau lemah." Ucap Kath dan berjalan meninggalkan Azura.


"Aku akan kembali untuk melawanmu lagi," Ucap Azura penuh dengan penekanan.


"Aku akan menunggumu ketika kau sudah siap,"