
Lucifer mengendong Kath dengan satu tangan dan berjalan kearah hutan bersama Rix dan Dexter. Kath masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Apakah dia akan sama seperti Morella?" Rix memecahkan keheningan, ia merasakan kekuatan Morella didalam tubuh Kath ketika Kath sangat emosi dengannya.
"Semoga saja tidak," Dexter juga merasakan hawa yang sangat mematikan.
Lucifer hanya diam saja dan terus berjalan tanpa memedulikan Rix dan Dexter yang terus membahas tentang Morella. "Ayam?" Lucifer menaikan satu alisnya dan mencoba memastikannya lagi.
"Ayam? Tidak mungkin ayam bisa naik gunung.Jika ada ayam diatas gunung artinya ayam itu ingin menyerahkan dirinya kepada Kath," Ucap Rix yang terdapat sindiran didalam kalimatnya.
Lucifer memastikan pelihatannya dan Dexter mencoba merasakan keadaan disekitar, "Disana" Ucap Dexter menunjuk ke arah ayam.
Rix membelalakan matanya, "Bagaimana bisa ada ayam diatas gunung?" Tanya Rix pada dirinya sendiri dan melihat kearah ayam yang ada di dekatnya.
Lucifer meletakan Kath diatas rumput dan pohon sebagai sandarannya, lalu Lucifer bersiap untuk menangkap Ayam yang berada di depannya begitu pula dengan Dexter berlomba-lomba menatap ayam yang terus kabur dari mereka. Mereka teringat dengan ucapan Kath yang mengatakan ia lapar. Itu yang membuat mereka ingin menangkap ayam itu.
Lucifer dan Dexter terus berusaha menangkap ayam yang sedari terbang dan berjalan menjauh dari mereka. Rix hanya menatap mereka yang sangat sibuk dengan seekor ayam. Ayam itu terbang keatas kepala Rix yang membuat Rix membulatkan matanya.
"Jangan bergerak," Pintah Lucifer yang melihat kearah ayam yang berada diatas kepala Rix. Rix hanya menuruti ucapan Lucifer.
Perlahan tapi pasti, Lucifer berjalan kearah Rix dan menangkap ayam itu dengan kuat, "Kena." Ucap Lucifer datar tetapi merasa sedikit bangga karena mendapatkan ayam.
"Mau diapakan ayamnya?" Tanya Rix yang melihat kearah ayam.
"Dibakar?" Lucifer menaikan alisnya dan mengenggam kaki ayam dengan kuat agar tidak terjatuh dari gengamannya.
"Tetapi sepertinya Kath suka makan yang mentah," Ucap Dexter yang melihat kearah ayam.
"Bagaimana kalau dia ingin ayam yang dibakar? dan kita belum membakar ayamnya? Dia pasti akan marah besar seperti tadi." Ucap Rix memikirkan Kath marah besar.
"Mentah atau masak?" Lucifer mengerutkan dahinya bingung.
Ketiga Raja tampak bingung apa yang harus mereka lakukan dengan tangkapannya, mereka ingin membangunkan Kath. Tetapi mereka lebih memilih untuk mengurungkan niat mereka, mengingat kekuatan Kath yang tidak bisa dikontrol dan ia sedang lapar. Itu akan membuatnya lebih emosi.
"Masak, makanan mentah sangat tidak sehat," Ucap Rix dan lansung mengambil beberapa kayu untuk dikumpulkan. Lucifer dan Dexter hanya menganggukan kepalanya mengiyakan ucapan Rix.
Mereka membakar ayam yang berada di depan mereka, aromanya tercium sampai ke hidung Kath.
"Wangi sekali." Ucap Kath mengendus-endus lalu membuka matanya dan lansung tersenyum ketika melihat ayam yang ada didepannya.
"Makanlah," Ucap Lucifer dengan wajah yang terkena arang. Begitu juga dengan Dexter, Kath terkekeh melihat wajah mereka.
"Ada apa dengan kalian?" Kath melihat ke wajah mereka yang penuh dengan bekas arang.
"Tentu saja mereka sibuk memasak untukmu," Ucap Rix yang sedang bersandar di pohon dan jauh dari api.
Kath tidak memedulikan Rix dan membersihkan wajah Dexter yang terkena arang menggunakan lengan bajunya. "Kau terlihat sangat lucu sekali," Ucap Kath sambil ketawa.
"Apakah wajahku terlihat sangat konyol?" Tanya Dexter.
"Tidak, kau sangat mengemaskan." Jawab Kath yang melihat kearah wajah Dexter dan tersenyum.
Lucifer mengoyak daging bagian paha dan memberikan kepada Kath. "Makanlah," Ucapnya lagi.
"Makasih, kau baik sekali." Ucap Kath yang lansung melahap daging yang berada di tangannya.
Lucifer sedikit tersenyum mendengarnya, "Ini enak sekali," Ucap Kath dan menjilati satu persatu jarinya.
"Dasar rakus," Ucap Rix yang melihat kearah Kath.
"Apakah kau iri denganku?"
"Aku iri denganmu? Aku salah satu Raja Legenda iri denganmu?" Ulang Rix tidak percaya.
"Cihh, Raja lemah." Ejek Kath dan membulatkan matanya.
"Apa kau bilang? Berani sekali kau" Rix menatapnya dengan sinis dan mengubah matanya menjadi merah api.
Kath yang tidak pernah mau kalah pun mengeluarkan mata merah darahnya, bersiap menerkam Rix kapan saja.
"Hentikan," Lucifer mencoba untuk memberhentikan mereka.
Kath memegang dadanya dengan erat, "S-sakit." Ringis Kath yang memegang dadanya. Lucifer dengan cepat berjalam kearah Kath dan memberikan bahunya untuk bersandar.
"Jangan beralasan, bilang saja takut." Ejek Rix.
"Sakit, sakit sekali. Aku tidak bisa menahannya. Rasanya jantungku akan meledak." Ucap Kath dengan mata yang masih bewarna merah dan memegang dadanya.
Rasa sakit terus menyelimuti Kath ia tahan dengan sakit yang ia rasakan, "Dexter, cobalah menyembuhkannya." Perintah Lucifer yang melihat Kath sangat kesakitan.
"A-aku tidak mampu, itu tidak bisa disembuhkan dengan cara apapun." Ucap Dexter yang merasa dirinya sangat tidak berguna.
"AHHHHHHH" Jerit Kath dengan kuat, ia tidak bisa menahan kesakitan yang ada ditubuhnya. Rasanya seperti ditusuk oleh 1000 pedang tanpa henti.
Tiba-tiba angin yang kuat dan petir menyambar terus-menerus tanpa henti. Hutan yang awalnya tenang dan damai seperti merasakan kesakitan yang ada ditubuh Kath.
Matanya yang bewarna merah pelan-pelan berubah menjadi warna hitam pekat. Kath semakin tidak bisa dikontrol, Lucifer memeluk Kath dengan erat dan mencoba menahan emosi Kath.
"Sadarlah, Kath." Ucap Lucifer yang terus mencoba menyadarkan Kath.
Dexter sudah berkali-kali mencoba membuatnya pingsan, tetapi kekuatan Kath sangat kuat dan tidak terkontrol membuat Dexter terus menerus mencoba cara lain untuk menyadarkan Kath.
"Sadarlah, aku tau ini kau Morella. Hanya kau yang bisa mengeluarkan kekuatan sebesar ini." Ucap Rix yang menatap kearah Kath. Ia merasakan kekuatan Morella berada didalam tubuh Kath dan kekuatan Morella keluar ketika Kath sedang marah dengannya.
"AHHHHHHHH," Teriakan Kath semakin kuat dan kekuatannya semakin gila.
...****************...
Seorang wanita cantik sedang merasakan badai dan petir serta hutan yang tidak tenang. "Sepertinya ramuanku bekerja." Ucapnya sambil tersenyum.
Disisi lain, semua klan merasakan getaran kuat yang berasal dari hutan dan mereka terlihat sangat panik. Takut? Tentu saja, mereka takut sesuatu yang tidak mereka inginkan akan terulang lagi. Sesuatu yang dapat membuat mereka kehilangan kekuatan mereka.