Who Is My Mate?

Who Is My Mate?
Bab 34 - Mawar Merah



Hari sudah malam dan mereka berada disatu kamar. Kath dan Lucifer sedang berada dikasur, Lucifer masing memegang erat tangan Kath.


"Apakah kita harus tidur bersama?" Tanya Kath yang merasa aneh.


"Kamu tidak menyukainya? Biasanya juga kamu yang selalu menempel dan mengejar saya kemana pun saya pergi." Ucap Lucifer yang cemberut ketika Kath bertanya seperti itu.


"A-aku menyukainya," Kath merasa Lucifer sedikit kesal dengan pertanyaannya tadi.


"Baguslah, Saya juga menyukaimu." Ucapan Lucifer membuat kedua pipi Kath merona. Ia belum terbiasa dengan pernyataan seperti itu.


"Apakah kau selalu berbicara dengan bahasa yang formal seperti Saya-kamu?" Tanya Kath dengan polos.


Lucifer teringat ketika Kath mengomelinya karena selalu berbicara singkat dan selalu mengunakan saya-kamu. Membuat Kath sangat emosi karena Kath selalu tidak mengerti perkataan yang ia ucapkan. "Maafkan kebiasaan saya, Saya terus belajar cara berbicara santai. Tapi sepertinya sangat sulit." Ucap Lucifer.


Selama Kath menghilang Lucifer terus belajar apa yang Kath sukai, ia sudah berusaha untuk tidak berbicara singkat agar Kath tidak mengomelinya.


"Tidak apa-apa," Jawab Kath.


"Jadi, apa yang kamu lakukan selama ini?" Lucifer penasaran dengan kehidupan Kath selama ini.


Kath berpikir sejenak lalu menjawab, "Aku baru terbangun beberapa tahun lalu dan aku terbangun di hutan dimana semua tanaman kering dan sama sekali tidak ada hewan disana. Aku berjalan dan terus berjalan keluar dari hutan itu. Tetapi aku selalu kembali ke tempat awal dan akhirnya aku bisa keluar dari tempat itu." Jawab Kath.


"Tidak heran, jika saya kesulitan mencarimu. Tenyata kamu baru bangun beberapa tahun lalu dan kebiasaanmu yang selalu tersesat masih ada didalam tubuhmu." Lucifer membayangkan Kath yang selalu tersesat dan pasrah ketika tidak menemukan jalannya.


Tiba-tiba Lucifer terpikir sesuatu, Bagaimana bisa Kath berada di hutan terlarang? Pasti ada makhluk yang menemukannya dan bagaimana bisa makhluk itu tidak meminum darah Kath saat Kath tidak sadarkan diri dan bagaimana bisa Kath terlihat seperti makhluk yang tidak memiliki kekuatan dan tidak tau cara mengunakan kekuatannya. Banyak sekali hal membingungkan yang terjadi.


Kath yang melihat Lucifer melamun seperti memikirkan sesuatu menoleh kearah Lucifer dan menarik baju Lucifer.


Lucifer tersadar saat Kath menarik bajunya. Lucifer merubah posisinya menjadi menghadap Kath. Mata mereka saling memandang, "Ada apa?" Tanya Lucifer.


"Aku ingin bertanya." Ucap Kath, Lucifer mengangkat sebelah alisnya.


"Seperti apa aku dulu?" Tanya Kath penasaran.


"Kamu adalah wanita yang sangat kuat, keras kepala, sombong, sembrono dan selalu ingin bertarung dengan siapa saja." Jawab Lucifer.


Kath menatap Lucifer dengan tatapan tidak percaya, ia merasa sangat tidak mungkin jika sifatnya seperti itu dan menganggap Lucifer hanya mengarang.


"Tidak percaya?" Ucap Lucifer, Kath mengelengkan kepalanya.


"Kamu adalah wanita yang mencuri ciuman pertama saya dan memberikan cairan ke mulut saya melewati ciuman itu."


"Tetapi saya menyukainya," Lanjut Lucifer.


Lucifer mendekat kearah Kath, mengecup keningnya dan memeluk Kath. Kath membenamkan kepalanya didada Lucifer karena merasa malu. Lucifer dan Kath terus bercerita hingga mereka tertidur.


Lucifer terbangun setelah matahari terbit, ia melihat kearah Kath yang sedang tertidur sangat pulas. Lucifer membelai pipi mulus Kath dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah indah Kath.


Lucifer merasa ia sangat terbius dengan kecantikan dan keunikan Kath. Ini pertama kalinya Lucifer merasa sangat bahagia dalam hidupnya dan akhirnya ia mengerti arti dari cinta. Hanya Kath yang ia butuh di hidup ini, tiada yang lain. Cukup Kath sendiri ia merasa sangat bahagia. Harinya terasa menyenangkan ketika Kath berada disampingnya.


Kath menerjapkan matanya, menatap kearah Lucifer yang sedang menatapnya. Lucifer mengecup kening Kath dan mengelus rambut Kath dengan pelan.


"Selamat pagi," Sapa Lucifer dengan senyuman ketika melihat Kath sudah terbangun dari tidurnya.


"Pagi," Sapa Kath kembali.


Lucifer tersenyum, "Saya akan membawamu ke taman. Saya tau kamu suka dengan warna merah dan saya telah menganti semua tanaman dengan bunga mawar merah. Saya harap kamu menyukainya." Lucifer memilih menanam bunga mawar bewarna merah karena arti dari bunga itu adalah keinginan kuat untuk menjaga pasangannya. Lucifer ingin menjaga Kath sampai akhir hidupnya dan tidak akan membuat Kath menderita lagi.


"Tentu saja aku menyukainya, bahkan aku sangat-sangat menyukai bunga mawar." Reflek Kath memeluk Lucifer dengan erat. Kath sangat senang sekali, ia sangat jarang sekali melihat bunga mawar saat di hutan.


"Baguslah, jika kamu menyukainya. Saya akan membawamu kesana sore ini, setelah saya menyelesaikan pekerjaan saya." Lucifer memikirkan banyak pekerjaan yang harus ia lakukan.


Wajah Kath yang tersenyum berubah menjadi cemberut, ia sangat ingin kesana sekarang. Tetapi Lucifer malah mengajaknya nanti sore, "Apakah tidak bisa sekarang?" Melas Kath sambil menarik tangan Lucifer pelan.


Lucifer yang sedang terduduk menarik tangan Kath dengan kuat dan membuat Kath terjatuh dipangkuannya. "Maafkan saya, tapi ada hal penting yang harus saya kerjakan. Saya janji akan membawamu kesana setelah pekerjaan saya selesai." Ucap Lucifer sambil memikirkan pekerjaan yang harus ia lakukan. Pekerjaan yang sama sekali tidak bisa ditunda. Salah satu pekerjaannya berkaitan dengan Rix. Sepertinya Rix sudah mengetahui bahwa ia telah menemukan Kath. Jika Rix tau akan hal ini ia pasti tidak akan diam dan akan merebut Kath darinya. Ia harus menyusun rencana agar Rix tidak bisa merebut Kath darinya.


"Baiklah," Ucap Kath dengan cemberut.


Lucifer menoel hidung Kath dan tersenyum melihat wajah cemberut Kath, "Sangat mengemaskan." Ucap Lucifer melihat Kath yang masih cemberut.


"Jangan cemberut terus kamu terlihat sangat mengemaskan seperti itu, membuat saya ingin mengigit bibir mungilmu itu." Lanjut Lucifer.


Reflek Kath memegang bibirnya sambil mengelangkan kepalanya, "Berjanjilah denganku, kau akan menemaniku sore ini dan tidak akan membuat alasan lain lagi." Kath menyodorkan jari kelingkingnya kepada Lucifer.


Lucifer membalas jari kelingking Kath, "Janji." Balas Lucifer dan mengecup hidung mancung Kath.


"Baiklah, saya pergi dulu." Ucap Lucifer berdiri dan mengacak-acak rambut Kath.


"Hentikan," Ucap Kath yang merasa rambutnya sudah sangat berantakan karena ulah Lucifer.


Lucifer berhenti mengacak rambut Kath dan mendekat kearah telinga Kath, "Suamimu kerja dulu ya." Bisik Lucifer yang membuat Kath merasa jantungnya berdetak dengan kencang.