
Kath yang berada ditunggangan Rix sedikit gelisah. Firasatnya mengatakan seolah ada sesuatu yang salah tetapi ia masih mencoba untuk berpikir positif.
"Apa kau yakin ini jalannya?" Tanya Kath. Walau ia tidak bisa mengenali jalan, tetapi firasatnya seolah mengatakan ini jalan yang salah.
"Tenang saja, ini adalah jalan tercepat." Ucap Rix tersenyum miring.
Seekor kuda hitam berlari kearah Kath dan disanalah Lucifer. Kath tersenyum bahagia ketika melihat Lucifer yang ada didepannya.
"Lucifer," Panggil Kath, ketika melihat sesosok pria yang duduk di dalam tungangan.
Rix berdecak kesal ketika melihat Lucifer, Kath turun dari kuda.
"Kenapa kamu ada disini?" Tanya Lucifer melihat Kath yang turun dari kuda. Ada rasa cemburu yang meyelimutinya. Bagaimana Kath bisa berada di pelukan Rix.
"Aku ingin mencarimu, tetapi aku tersesat. Untung saja aku bertemu dengan mateku." Jawab Kath secara polos.
"Mate?" Lucifer mengangkat sebelah alisnya tidak suka dengan kata-kata Lucifer.
Kath mengangguk pelan, "Aku sudah menemukan Lucifer, kalau begitu aku akan bersama Lucifer. Terima kasih bantuanmu Rix." Ucap Kath tersenyum.
Rix membalas dengan senyuman, "Iya, sama-sama" Jawabnya. Tetapi senyuman dan ucapannya palsu.
Lucifer turun dari kudanya dan menarik tangan Kath dengan kuat agar ia berada disisinya. Kath mengangkat sebelah alisnya bingung.
"Apakah kau cemburu?" Tanya Rix yang melihat tingkah Lucifer.
Lucifer tidak menjawab, ia berusaha menahan emosi. Jika emosinya meledak bisa saja Rix mati ditangannya hari ini juga.
"Tenanglah aku tidak tertarik dengan Kath. Aku hanya tertarik dengan Morella." Lanjutnya dengan santai.
"Hentikan omong kosongmu."
"Kau tidak percaya?" Ucap Rix tersenyum miring.
Lucifer membulatkan matanya, ia sangat malas berdebat dengan Rix untuk saat ini.
"Aku Rix Eveitox, Raja dari Kerajaan Makhluk Mitologi menolak Kath sebagai mateku." Suara Rix yang teedengar sangat percaya diri.
"Tidak, apa yang kau lakukan. Apa kau tau jika kau menolak Kath sebagai matemu. Kau pasti akan mati." Liora keluar dari persembunyiannya.
Rix tertawa, "Aku tidak percaya dengan hal itu. Bisa saja, Kath membunuh semua makhluk yang merejectnya. Sekarang dia hanya makhluk lemah yang tidak mempunyai kekuatan apapun. Dia tidak akan mungkin bisa membunuhku." Ucap Rix dengan percaya diri.
"Aku memang lemah, tapi disisiku ada Lucifer yang selalu melindungiku." Balas Kath. Lucifer terdengar sedikit senang ketika Kath mengatakan ia akan melindunginya. Tetapi tanpa Kath ucapkan dia juga akan melindungi Kath.
"Aku sudah tidak membutuhkanmu. Aku sudah tau cara membuat Morella hidup kembali." Saat ini Rix terlihat sangat jahat sekali.
Seorang perempuan yang bekerja sama dengan Rix keluar dari persembunyinya dan tersenyum dengan sangat licik. Hawa membunuhnya sangat pekat sekali.
Kath menunjuk ke perempuan itu, "Kau sangat mirip denganku."
Perempuan itu adalah Azura, kembaran Kath. Ia sangat ingin membunuh Kath sampai saat ini. Ia terus menerus melatih kekuatannya agar bisa bersanding dengan Kath dan sekarang adalah saat yang tepat baginya untuk melawan Kath. Ketika Kath sangat lemah. Bahkan terlalu lemah. Sebenarnya ia sendiri saja cukup untuk melawan Kath untuk saat ini. Tapi banyak sekali makhluk yang ingin melindungi Kath. Ia adalah makhluk yang pintar. Ia tidak ingin mengambil resiko.
"Sepertinya kau benaran lupa ingatan." Azura bersuara.
Lucifer menatap Azura dengan tatapan tidak suka, marah dan dendam. "Apa maumu?" Tanya Lucifer dengan tegas.
"Membunuh Kath." Jawabnya tanpa basa-basi.
"Nanti, kau juga akan tau." Rix dan Liora tersenyum melihat Azura sudah sangat tidak sabar.
Azura mengeluarkan cakarannya, hawa membunuhnya semakin tinggi. Ia tersenyum melihat kearah Kath. Dengan sigap Lucifer melindungi Kath dan cakaran itu mencakar punggung Lucifer.
"Sama seperti dulu. Kau melindungi Kath lagi. Tapi kali ini aku akan membunuh Kath."
"Apa kamu lupa Kath memiliki darah abadi? Dan saya akan selalu melindungi Kath apapun yang terjadi."
Kath menatap Lucifer yang melindunginya. Darah mengalir dari punggung Lucifer. Semua kejadian itu terulang kembali kepalanya sangat sakit sekali. Bau darah yang sangat pekat membuat Kath merasakan sakit yang luar biasa. Ditambah jantungnya sangat sakit sekali, terlalu sakit. Ia tidak bisa menahan rasa sakit itu. Kath terlihat semakin lemah.
Lucifer menatap Kath khawatir. "Tenanglah Kath, Saya tidak apa-apa." Lucifer mencoba menenangkan Kath.
"Benar dugaanku, kau takut dengan darah. Bagaimana jika aku membunuh Lucifer juga?" Ucap Azura sambil tertawa.
Kath memegang kepalanya mengunakan kedua tangannya. ""H-hentikan" Ucap Kath sambil menahan sakit yang teramat dalam.
"Hentikan? Tidak semudah itu. Aku akan berhenti ketika kau mati ditanganku." Ucap Azura mengenggam tangannya kuat. Ia sudah tidak sabar menunggu kematian Kath.
Lucifer memapah Kath ke dekat pohon dan membuatnya beristirahat disana. Ia yang akan melawan azura. Lucifer mengeluarkan sayap hitamnya dan tanduknya.
"Aku yang akan menjadi lawanmu," Ucap Rix mengepakan sayapnya dan terbang kearah Lucifer.
"Saya tidak ada waktu untuk meladeninmu." Balas Lucifer.
"Dasar iblis sombong," Rix mencakar Lucifer. Lucifer menendang Rix dengan kuat dan membuatnya terpental jauh.
"Aku akan menyelesaikan kejadian 1000 tahun lalu," Ucap Rix dengan sombong dan mengeluarkan semua kekuatannya. Ia ingin menyerang Lucifer dengan sekali serangan.
Lucifer menangkis semua serangan Rix dan mengeluarkan semua kekuatannya untuk menyerang Rix.
Mereka saling mengeluarkan kekuatan untuk membuktikan kemenangan diantara mereka. Lucifer mengeluarkan kekuatan yang lebih besar lagi. Membuat Rix terpental jauh dan tidak sadarkan diri.
"Dasar sombong." Ucap Lucifer ketika melihat Rix sudah tidak sadar.
Azura mengeluarkan pedangnya dan menusuk jantung Lucifer dari belakang saat pandangannya teralihkan.
Lucifer merasakan jantungnya ditusuk membuatnya mengeluarkan darah dari tubuh dan mulutnya. Ia terkulai lemas. Ia adalah Iblis, jika seseorang menusuk jantungnya ia akan mati sama sekali tidak ada yang bisa menyelamatkannya.
"LUCIFERRRRR," Jerit Kath dan segera berlari kearah Lucifer. Air matanya menetes melihat Lucifer tidak berdaya.
Lucifer sudah tidak sanggup menerbangkan sayapnya lagi. Dengan cepat Kath menangkap Lucifer yang akan terjatuh ke tanah. Wajah Lucifer terlihat sangat pucat.
Lucifer memegang wajah Kath, "Saya baik-baik saja." Ucapnya dengan suara yang sangat lemas.
"T-tidak, kau sama sekali tidak baik-baik saja." Ucap Kath dengan panik. Air matanya terus turun seolah tidak mau berhenti.
Lucifer masih tersenyum, "M-maafkan saya, saya sudah tidak bisa menjagamu dan dia." Ucap Lucifer yang semakin lemas dan terus mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Tidak, tidak. Kau harus terus menjagaku. Kau tidak boleh meninggalkanku." Ucap Kath memegang wajah Lucifer.
Lucifer memegang tangan Kath yang memegang wajahnya. "M-maaf." Ucap Lucifer dengan senyuman dan menutup matanya.
"Tidakkkk, tidakkkk. Lucifer berhentilah bermain-main. Bangunlah. Tidak. Lucifer." Ucap Kath yang sudah tidak merasakan nafas dan detak jantung Lucifer. Rasa marah, sedih dan tidak bisa menerima kenyataan menjadi satu.