Who Is My Mate?

Who Is My Mate?
Bab 37 - Ular Hitam (2)



"Ahhhhh," Jerit Yavanna yang menggelenggar ke seisi kerajaan.


Kath, Dexter dan semua pelayan segera kearah sumber suara. "Ada apa?" Tanya Dexter yang melihat Yavanna sedang berdiri dikasurnya.


Yavanna menunjuk kearah ular hitam yang berada di lantai, "Ular," Ucap Yavanna ketakutan.


Ular itu semakin dekat dengan Yavanna, Yavanna segera berlari kearah Dexter dan berlindung di belakang Dexter. Kath dengan santainya memegang ular hitam miliknya dan mengelusnya.


"Kau pemilik dari ular hitam itu?" Tanya Yavanna yang melihat ular itu sangat akrab dengan Kath.


Kath menganggukan kepalanya, "Iya, ular ini milikku." Kath mengelus kepala ular hitam yang ada digengamannya.


"Beraninya kau membiarkan ular tabu ini berkeliaran." Yavanna menatap benci kearah Kath dan ular yang sedang digengamnya.


"Berhenti membesar-besarkan masalah." Dexter memperingatkan Yavanna.


"Apa kau lupa? Ini kerajaan Langit bukan Kerajaan Iblis. Hewan seperti itu sangat dilarang di kerajaan ini." Para pelayan menatap kearah Yavanna dan mengiyakan penyataannya. Yavanna tersenyum miring melihat ia diposisi yang menguntungkan dengan para pelayan yang berada di posisinya.


"Jadi, apa maumu?" Tanya Dexter serius.


"Bakar ular tabu itu." Yavanna menatap sinis kearah ular hitam yang dipegang Kath. Kath membulatkan matanya tidak percaya dengan pernyataan Yavanna.


Beberapa pelayan bersorak setuju untuk membakar ular itu. "Bakar!! Bakar!!" Seru beberapa pelayan.


Mereka semua menunggu keputusan dari Dexter untuk membakar ular itu. Kath terus mengelengkan kepalanya, ia tidak ingin menyakiti ular itu.


Dexter diberi pilihan yang sangat sulit disatu sisi ia menyuruh Kath membawa ular itu. Tetapi, disisi lain ular dianggap hal tabu dan melawan hukum di kerajaan langit. Jika ia tidak membakar ular itu, ia akan dijuluki.sebagai Raja yang sangat tidak kompeten.


Dexter memegang kepalanya, "Aku sudah membuat keputusan, aku putuskan untuk membakar ular hitam itu." Ucap Dexter yang lebih memilih untuk membakar ular itu. Yavanna tersenyum senang ketika Dexter memilih untuk membakar ular itu.


Kath menatap Dexter dengan tatapan tidak percaya, Dexter yang menyuruhnya untuk membawa ular itu ke kerajaannya. Tetapi dia juga yang memilih untuk membakar ular itu. "TIDAK!!" Kath menolak perintah Dexter. Kath menyembunyikan Ular hitam itu didalam lengannya.


"Maaf, tapi ini perintah." Ujar Yavanna tersenyum merasa kemenangannya


"Iya, ini perintah."


"Singkirkan ular tabu itu"


"Bunuh ular itu."


"Ular terkutuk."


Banyak sekali pelayan yang tidak suka dengan kehadiran ular itu. Dexter ingin membela Kath tetapi di posisi dia yang sekarang sangat tidak mungkin dan bahkan tidak bisa untuk membela Kath.


"Jika kalian ingin membunuhnya maka hadapi dulu aku." Kath menatap Yavanna dan para pelayan dengan tatapan marah.


"Kalau begitu kami akan membunuhmu." Ucap Yavanna tersenyum miring dan mengeluarkan kekuatannya untuk menyerang Kath. Dengan cepat Dexter menlindungi Kath dan terkena serangan itu.


Yavanna menatap Dexter dengan tatapan tidak percaya, bagaimana bisa Dexter malah melindunginya. Yavanna tidak percaya dengan semua ini.


Kath semakin tidak percaya, bagaimana ular hitam yang sedari tadi hanya diam disalahkan. Kath menatap Yavanna dengan tatapan tidak suka, ia tidak suka dengan sikap Yavanna yang sangat licik. "Ular ini bahkan tidak melakukan apa-apa." Bela Kath.


"Tentu saja dia tidak melakukan apa-apa, kedatangannya saja membawa kesialan." Ucap Yavanna tidak suka. Terdengar bisikan dari para pelayan, para pelayan merasa ular itu harus segera disingkirkan segera mungkin.


Dexter mengulurkan tangannya meminta ular hitam yang ada pada Kath, "Serahkan ular itu." Ucap Dexter terpaksa mengatakan itu. Ia sudah tidak punya pilihan lain.


"Tidak akan," Tegas Kath pada pendiriannya.


"Jika dia tidak mau maka terpaksa kita harus melakukan kekerasan kepadamu." Yavanna selalu menyudutkan Kath dengan perkataannya.


"Aku mohon padamu, serahkan ular hitam itu." Mohon Dexter, ia tidak ingin Kath kenapa-kenapa. Semua pelayan yang berkumpul sedang berada dipihak Yavanna. Jika ia tidak tegas dalam masalah ini maka ia akan dianggap remeh nantinya.


"Jangan memaksaku." ucap Kath yang mulai emosi dan mengubah warna bola matanya menjadi merah darah tanpa ia sadar.


"Lihatlah, dia akan berubah menjadi monster." Ucap Yavanna yang berjaga-jaga dari Kath dan ingin melawan Kath.


Kekuatan Kath muncul dan terasa hawa membunuh yang sangat kuat. Tetapi Kath masih tidak sadar dengan kekuatannya. Ia menatap Yavanna dengan tatapan marah dan tidak suka.


Dexter mencoba untuk menenangkan Kath, tetapi kekuatan Kath tidak sebanding dengan Dexter. Dexter telah menukar kekuatannya dengan matanya, ini mengakibatkan kekuatan Dexter tidak mampu melawan Kath yang sedang emosi. Dexter sama sekali tidak tau darimana datangnya kekuatan Kath sebesar ini.


Selama ini ia sama sekali tidak bisa merasakan kekuatan Kath, Apakah kekuatan ini hanya muncul ketika ia marah. Banyak sekali pertanyaan di dalam benak Dexter.


Kath sangat ingin melindungi ular hitam yang ia selamatkan, ular itu melata kearah pundak Kath. Seakan ingin membantu Kath melawan Yavanna.


"Kau lebih mirip seperti monster," Ucap Kath menatap Yavanna dengan tatapan membunuh.


Kath sekarang adalah makhluk yang tidak bisa mengontrol kekuatannya dan tidak segan-segan membunuh siapa pun.


"Aku? Justru kau dan ularmu itu adalah monster." Yavanna tidak ingin kalah dari Kath dan melawan setiap ucapan Kath.


Angin berhembus kearah Kath membuat Kath kelihatan sangat marah. Angin seakan berada dipihak Kath untuk melindungi Kath begitu pula dengan ular hitam yang ada dipundak Kath.


Lucifer terbang dari arah jendela dan memecahkan kaca jendela. "Sudah saya tebak." Ucap Lucifer yang melihat Kath sedang marah. Ia sudah memprediksi semua ini dilihat dari angin yang terus berhembus hanya kesatu arah, yaitu kearah Kath.


"Tenanglah Kath, saya bersamamu." Ucap Lucifer memeluk Kath dan menenangkan Kath.


Kath lansung merubah bola matanya kembali menjadi warna coklat dan seakan tidak terjadi apa-apa.


Ular hitam yang berada di pundak Kath melata kearah Lucifer. Ular hitam itu adalah peliharaan Lucifer, ia ditugaskan oleh Lucifer untuk menjaga Kath dalam keadaan apapun.


Kath tersenyum ketika melihat Lucifer memeluknya, entah kenapa Kath merasa lebih nyaman dan amam didekat Lucifer walau ia melihat Lucifer membunuh dengan sangat kejam.


Lucifer mengepakan sayapnya dan ingin membawa Kath bersamanya. Namun ia dihadang oleh Dexter "Kau tidak boleh membawanya." Ucap Dexter dan dihalang oleh pelayan yang berada dikamar Yavanna.


Lucifer menatapnya dengan tatapan merendahkan, lalu tersenyum. "Tidak pantas." Ucap Lucifer dengan kejam. Dexter mengerti maksud dari Lucifer, Lucifer menyebutnya tidak pantas bukan karena tidak ada alasan. Tetapi ia tau Lucifer mengucapkan kata tidak pantas karena ia tidak bisa melindungi Kath.


Lucifer mengepakan sayap dan membawa Kath disisinya. Dexter sama sekali tidak menghalangi dirinya, Dexter tau Kath akan lebih baik saat ini ketika bersama Lucifer.