
"Tidurlah," Ucap Lucifer yang melihat hari sudah malam.
"Kau mengendongku kekamar hanya untuk menyuruhku untuk tidur?" Tanya Kath yang melihat perubahan drastis dari Lucifer.
"Tentu saja, Apa kamu berharap lebih?" Tanya Lucifer kembali dan merebahkan diri disamping Kath.
"T-tidak, Kenapa kau harus tidur disini? Bukannya banyak kamar di kerajaanmu." Kath menatap kearah Lucifer yang sedang menutup matanya.
Lucifer tidak menjawabnya, "Apa kau tidur?" Kath mencoba mendekati Lucifer yang sedang tertidur.
Lucifer mengubah posisi tidurnya menjadi menghadap Kath yang membuat wajah Kath dan Lucifer saling berhadapan. Lucifer reflek memeluk Kath yang berada disampingnya.
Kath membelalakan matanya, ia ingin membangunkan Lucifer tetapi Lucifer tampak nyenyak sekali.
Kath menatap Lucifer dan melihat kearah alis Lucifer yang hitam. Kath memegang alis mata milik Lucifer yang sangat indah. "Aku menyukainya," Ucap Kath tanpa sadar.
'Saya juga menyukaimu,' Batin Lucifer. Lucifer memilih untuk pura-pura tertidur agar Kath tidak mengusirnya dari kamarnya.
Kath tertidur di dalam pelukan Lucifer, Lucifer menatap Kath yang sedang tertidur. Ia sama sekali tidak mengerti dengan dirinya sendiri, bagaimana bisa ia menyukai wanita keras kepala yang ada di depannya. Padahal sama sekali tidak ada yang menarik darinya, Kath hanya wanita keras kepala, sombong dan emosian. Sama sekali tidak termasuk dalan kriteria wanita idaman.
...****************...
Kath terbangun dan melihat Lucifer sudah tidak ada disampingnya. Kath memandikan tubuhnya dan keluar dari kamarnya untuk mencari Lucifer. Kath bertemu dengan Liora saat jalan menuju ruang kerja Lucifer.
"Liora," Panggil Kath ketika melihat Liora.
"Ada apa, Ratu Kerajaan Iblis?" Ucap Liora dengan sopan dan menundukan kepala memberi hormat.
"Berhenti memanggilku dengan sebutan itu," Kath merasa sebutan itu sangat tidak cocok dengannya.
"Baiklah, ada apa Kath?" Tanya Liora lagi.
"Apa kau melihat Lucifer?" Tanya Kath.
"Lucifer? Dia tidak memberitahumu kalau dia akan berperang dengan Raja dari Kerajaan Mitologi? Perang ini sudah berlansung selama 10 tahun dan terjadi saat bulan purnama. Semua Makhluk dari kerajaan Iblis dan Kerajaan Makhluk Mitologi sangat takut sekali." Jelas Liora
"Takut?" Kath tidak terlalu mengerti dengan ucapan Liora.
"Mendapatkanku? Kenapa aku?" Tanya Kath lagi. Kath sudah tertidur sangat lama dan tidak tau apa yang terjadi dengan dunia ini.
"Iya, Raja Makhluk Mitologi sangat ingin kau menjadi miliknya. Tetapi kau memilih Lucifer untuk menjadi pendamping hidupmu, matamu berubah menjadi hitam. Lucifer mau tidak mau harus menolongmu dengan memberikan darahnya kepadamu."
Kath menatap Liora dengan tatapan tidak percaya, "Lucifer memberikan darahnya kepadaku untuk menyelamatkanku," Ucap Kath pelan dan tidak percaya. Ia tidak percaya Lucifer menyelamatkannya. Sikap Lucifer yang selama ini sangat cuek dan dingin sama sekali tidak akan menyelamatkan siapapun. Bagaimana bisa Lucifer menyelamatkannya. Kath sangat kehabisan akalnya.
Liora menganggukan kepalanya, "Dan hari ini adalah hari terakhir mereka berperang, Semua makhluk dari Kerjaan Iblis dan Kerajaan Makhluk Mitologi sangat takut sekali. Aku mohon padamu agar menghentikan peperangan ini." Ucap Liora dan meneteskan air matanya. Liora tidak sanggup membayangkan jika salah satu klan akan musnah. Liora belum siap dengan hal itu.
"Bagaimana cara aku menghentikan peperangan ini?" Tanya Kath dengan serius.
"Hari ini adalah hari bulan purnama merah, Dimana kekuatan semua mahkluk immortal akan bertambah kuat dan kehilangan kendali. Begitu pula denganmu, Kekuatanmu akan bertambah berkali-kali lipat dan akan sangat sulit dikontrol. Kau hanya harus menjadi pemenang dari peperangan ini." Ini adalah salah satu cara yang terlintas di pikiran Liora. Hanya dengan membuat Kath menjadi tumbal, maka semua klan akan hidup dengan damai dan peperangan selama 10 tahun akan terhenti.
"Pemenang? bagaimana caranya agar aku memenangkan peperangan ini? Bukan hanya diriku yang akan bertambah kuat, tetapi mereka juga akan bertambah kuat. Tentu saja, akan sangat sulit untukku melawan kedua Raja sekaligus." Kath kehabisan akalnya, ia memang Kuat tetapi kekuatan Raja Legenda sangat terkenal dengan kekuatan mereka yang tidak ada tandingannya.
Kekuatan mereka tidak bisa dianggap sepele, Kekuatan Kath juga tidak kalah kuat tetapi untuk melawan kedua raja sekaligus sangatlah tidak mudah baginya dan hari ini adalah hari bulan purnama merah yang akan membuat semua makhluk kehilangan kendali dan hanya ada kebencian dimata mereka. Semua makhluk merasa energi yang sama, energi kebencian dan balas dendam yang ingin ditumpahkan.
"Hanya kau yang tau cara untuk mengalahkan mereka. Aku mohon padamu, selamatkan klan yang tidak bersalah." Liora memohon kepada Kath dan memegang kedua tangan Kath. Peperangan ini bukan hanya berdampak pada klan iblis dan makhluk mitologi, tetapi semuanya akan terkena imbasnya. Semua klan akan berlomba-lomba menjadi yang terkuat dan menjadi Raja Legenda berikutnya. Akan lebih banyak peperangan terjadi dari klan terendah sampai tertinggi, akan ada pemusnahan dari tiap klan yang tidak bisa bertahan hidup.
"Baiklah, antar aku kesana." Ucap Kath dengan raut wajah serius.
Liora segera melangkahkan kakinya menuju ke tempat peperangan itu terjadi, Kath mengikuti langkah kaki Liora sambil berpikir cara untuk memenangkan peperangan dan bagaimana caranya mengalahkan kedua raja sekaligus.
Liora bergerak semakin cepat dan cepat. Karena matahari mulai terbenam menandakan akan munculnya bulan purnama merah. Kath mulai merasakan kekuatan yang mulai bertambah.
Langkah Liora dan Kath terhenti ketika melihat kedua Raja yang sedang berperang. Terlihat Rix xan Lucifer sama-sama kelelahan dan terluka. Rix, dengan luka besar di pungungnya dan lengannya sedikit tergores. Lucifer, dengan luka besar di dadanya dan wajahnya yang tergores.
Rix dan Lucifer masih bertarung tanpa henti, pakaian mereka sudah dibasahi oleh darah yang terus menerus keluar tanpa henti. Tatapan benci satu sama lain mata hitam milik Lucifer menatap tajam ke mata merah api milik Rix. Begitu pula dengan Rix yang mengeluarkan tatapan membunuh.
Hari semakin malam, Bulan merah menerangi seluruh hutan. Kath merasa kebencian dan balas dendam yang sangat mendalam di dalam hutan. Tidak sedikit yang mencium aroma darah abadi milik Kath yang begitu mengoda.
Kath menatap kedua Raja yang sedang berperang di dalam benaknya hanya terlintas satu hal, 'Aku harus mengorbankan diriku.' Pikir Kath saat ini.
Hanya itu salah satu cara yang terlintas dipikiran Kath, ia tau ini sangat berbahaya bagi dirinya sendiri dan hanya ini juga yang bisa menyelamatkan makhluk yang harus terkena imbas karena kedua raja berselisih.