Who Is My Mate?

Who Is My Mate?
Bab 26 - Perdebatan



Dexter memeluk Kath semakin erat tanpa ia sadar ia menteskan air matanya, Kath mengusap punggungnya untuk menenangkannya.


"Tapi kenapa kau ingin mengunakan darah abadiku untuk menyembuhkan matamu?" Kath bertanya karena penasaran.


"Karena kau." Ucap Dexter sedih


"Karena aku?" Ulang Kath.


"Karena kau sudah membuat hariku sedikit bewarna, bahkan Morella tidak membuatku sebahagia ini. Kau selalu mencoba melindungiku ketika ada masalah dan hanya kau yang selalu menganggapku lemah." Dexter meletakan kepalanya di bahu Kath, Kath tampak terkejut dengan pernyataannya barusan.


"Bukankah kau memang lemah?" Tanya Kath dengan polosnya.


"Tidak ada Raja Legenda yang lemah." Ucap Rix yang bangun dari tidurnya.


"Dan bagaimana bisa kalian bersaudara? Kenapa aku tidak tau?" Tanya Kath lagi.


"Karna kau tidak pernah bertanya apapun tentang kami. Rasa penasaranmu tentang kami sangatlah kecil." Rix mengeluarkan semua isi hatinya. Ia sangat kesal dengan tingkah Kath yang sama sekali tidak mau tau.


"Dan bagaimana dengan Liora? Berarti dia adik kalian?" Tanya Kath lagi


"Ketemu," Kali ini Lucifer bersuara.


"Ketemu?" Ulang Kath tidak paham.


Lucifer hanya mengangguk, Kath sama sekali tidak mengerti maksud dari Lucifer. Lucifer selalu menjawabnya dengan singkat dan tidak jelas, "Apa kau bisa menjelaskannya lebih rinci?" Ucap Kath yang mencoba menahan emosi.


"Saya menemukannya ketika perang," Jawab Lucifer sepanjang yang ia bisa.


"Dan siapa wanita yang ditakuti semua makhluk immortal?" Tanya Kath lagi banyak pertanyaan didalam kepalanya.


"Kau tidak tau?" Tanya Rix menatap kearah Kath tidak percaya. Wanita yang hampir semua makhluk kenal dengan kekejamannya dan ditakuti oleh semua makhluk, bagaimana bisa Kath tidak tau tentangnya.


"Kau tidak perlu tau," Potong Dexter.


"Apakah dia lebih kuat dariku?" Tanya Kath lagi dan lagi. Lucifer mengangguk.


"Aku harus mencarinya dan mengajaknya bertarung." Ucap Kath dengan percaya diri. Ketiga Raja Legenda menatap Kath dengan tatapan terkejut dan tidak percaya.


"Dia bukan orang yang gampang dikalahkan, bahkan kekuatannya melebihi kami bertiga," Ucap Rix yang mencoba membuat Kath paham siapa yang akan dilawannya.


"Aku tidak peduli, lagipula aku memiliki darah abadi didalam tubuhku. Aku tidak akan mati."


"Dasar keras kepala," Ucap Lucifer yang memegang pelipisnya


"Berhentilah membanggakan darah abadimu terus menerus." Ucap Rix yang tidak tahan dengan kesombongan Kath.


"Apakah kau iri denganku?" Terdengar sedikit ejekan dalam kalimat Kath.


Hoammm....


Rix menguap dan kembali untuk tidur, "Lebih baik aku tidur daripada mendengarkan kau terus menyombongkan dirimu sendiri."


"Apa kau bilang?"


"Menyombongkan diri," Ulang Rix.


"Ka--" Ucap Kath mengantung.


"TIDUR!!" Perintah Lucifer dengan tegas. Sebenarnya Kath ingin melawan tetapi tatapan Lucifer membuat Kath mengurungkan niatnya.


"Aku juga ingin tidur kembali," Kath mengucek matanya dan kembali tertidur. Begitu pula dengan Lucifer dan Dexter. Dexter tertidur sambil mengenggam tangan Kath.


...****************...


Hari sudah pagi, Rix pelan-pelan membuka matanya. Ia menoleh kearah mereka bertiga dan membulatkan matanya. Ia sangat terkejut sekali melihat pandangan yang berada di depannya, membuatnya kedua matanya melotot dan menganga.


"Apakah dia sungguh seorang wanita?" Tanya Rix melihat kearah mereka.


Rix melihat Kath yang sedang tertidur dengan sangat tidak elegan. Tangan kirinya berada di dada Lucifer dan kaki kanannya menimpa kedua kaki Dexter. Lebih parahnya lagi ia tidur dan mengeluarkan air liurnya. Itu sangat tidak mengambarkan dia seorang wanita. Rix merasa sangat beruntung tidak tidur disamping Kath. Bahkan, ia bersumpah pada dirinya sendiri agar ia tidak akan tertarik dengan wanita seperti yang berada didepannya saat ini.


Dexter dan Lucifer sama sekali tidak bisa bergerak, "Daging," Guman Kath seraya tidur.


Matahari mulai menerobos dan cahayanya menyinari mata Kath yang tertutup, perlahan Kath membukakan matanya. "Matahari selalu menganggu tidurku," Lantur Kath pertama kali ketika ia bangun.


Kath berusaha untuk mengumpulkan nyawanya, tetapi rasa kantuk menyelimutinya. Ia menoleh kearah kanan dan kiri melihat kearah Rix yang sedang melotot kearahnya. Pelan-pelan Kath menatap kearah tangan dan kakinya membuat Kath sedikit terkejut dengan gaya tidurnya. Kath segera mendudukan dirinya dan membuat Kath sedikit salah tingkah. Kath segera membersihkan air liur yang menetes disekitar mulutnya.


"Pegal," Satu kata keluar dari mulut Lucifer. Lucifer meregangkan tangan dan tubuhnya.


"Kau tertidur dengan sangat pulas sekali," Dexter tersenyum ketika merasa Kath sudah bangun.


"Kau adalah perempuan yang sangat tidak tau malu, tidak tetapi lebih tepatnya tidak punya malu." Celetuk Rix yang melihat Kath bangun tanpa wajah bersalah.


"Mereka saja tidak marah, kenapa kau marah? aku bahkan tidak menyentuhmu." Balas Kath tidak mau kalah.


"Tentu saja mereka tidak marah, bukannya mereka tidak mau tapi mereka tidak bisa marah ketika tubuhmu yang berat menimpah mereka." Ejek Rix yang menatap Kath dengan wajah merendahkan.


"Apa kau bilang?" Tanya Kath yang sedikit menaikan nada bicaranya.


"Berat," Ulang Rix.


Kath melotot kearah Rix, "Tidak akan kumaafkan kau," Ucap Kath yang mulai marah dan ingin mengoyah mulut Rix.


Lucifer dengan cepat mencegat Kath yang sedang emosi, "Hentikan." Ucap Lucifer yang melihat suasana yang kian memanas.


Rix menjulurkan lidah mengejek Kath, membuat Kath tambah kesal dan terus ingin berjalan kearahnya dan mengoyah mulutnya yang seperti sampah. Tetapi Lucifer menahan tubuh Kath agar ia tidak bisa bergerak.


"Lepaskan aku, akanku pastikan mulutmu kukoyak dan akan kuberi makan tikus." Kath terus menerus memberontak untuk dilepaskan, namun Lucifer menahan tubuh Kath semakin erat.


"Coba saja kalau bisa," Pancing Rix lagi.


"Berhentilah bersikap seperti anak kecil Rix," Dexter merasa emosi Kath akan meledak sebentar lagi.


"Aku anak kecil? Jelas-jelas aku lebih tua darinya dan dia adalah anak kecil disini." Rix menunjuk kearah Kath dan menatapnya dengan sinis.


"Apa kau bilang?"


"A-NAK-KE-CIL," Ucap Rix dengan penuh penekanan.


Kath merasa emosinya akan meledak, "KAUUU!!" Kath merubah kedua bola warna matanya menjadi merah darah dan menatap Rix dengan tatapan yang penuh emosi seperti akan membakarnya hidup-hidup.


"Aku tidak takut denganmu," Tantang Rix yang tidak mau kalah.


"Saya bilang hentikan," Lucifer mencoba menghentikan mereka berdua.


Dexter dengan cepat menyentuh titik vital Kath dan membuatnya pingsan. "Kekuatannya melebihi biasanya, ada apa dengannya?" Dexter merasakan kekuatan Kath yang berpuluh-puluh kali lipat dari biasanya.


......\=\=\=\=\=\=......


**Note:


-Mata merah darah: Klan Vampire


-Mata oranye: Klan Werewolf


-Mata hitam: Raja Iblis


-Mata putih: Raja Langit


-Mata merah api: Raja Makhluk Mythologi


Ada pertanyaan? Sekian dan terima gaji**. ^-^