
Kath terbangun melihat jubah hitam menyelimutinya, ia memandang kearah kanan dan kiri dan menemukan Lucifer yang berada disampingnya yang sedang menatapnya dengan sinis.
"Ada apa?" Tanya Kath bingung karena Lucifer menatapnya dengan sinis.
"Tubuhmu," Ucap Lucifer dengan wajah datar.
"Ada apa dengan tubuhku? Kau selalu berbicara dengan singkat dan kau ingin aku mengerti?" Ucap Kath sedikit kesal.
"Terluka,"
"Ini adalah hal biasa," Ucap Kath yang melihat kearah tubuhnya yang terluka.
"Jelek," Ucap Lucifer satu kata tetapi berhasil membuat Kath naik darah.
"Maksudmu?" Tanya Kath menatap kearah Lucifer dengan menahan emosi.
"Banyak sekali luka," Ucap Lucifer melihat kearah luka Kath.
"Ini adalah luka kecil, apa kau mau lihat punggungku? Makhluk yang ingin mengejar darah abadiku diam-diam memanahku, mencakarku bahkan menyayatku dari belakang." Ucap Kath seperti tidak terjadi apa-apa.
Lucifer menatap kearah tubuh Kath yang penuh dengan bekas luka. "Kenapa aku berganti pakaian?" Tanya Kath yang melihat kearah pakaian yang bewarna biru.
"Apa kau menganti pakaianku?" Tanya Kath curiga dengan Lucifer. Karena hanya ada Lucifer yang berada disini.
Lucifer mengeleng, Kath menatapnya dengan sinis. "Aku hanya memakai pakaian bewarna merah" Ucap Kath melihat kearah pakaiannya.
"Merah?" Tanya Lucifer.
"Iya, merah. Karena mereka tidak akan tau jika aku terluka karena warna bajuku dan warna darahku sama. Kau jangan bilang siapa-siapa, ini adalah salah satu kunci kemenangan. Aku tidak ingin ada yang tau kelemahanku" Ucap Kath dan berbisik kepada Lucifer di kalimat terakhir.
Lucifer menatap lama kearah Kath, ia merasa Kath adalah wanita yang sangat kuat. Bahkan ia yang telah menyelamatkannya saat ia terkena racun dan kembali dengan tubuh yang terluka sangat parah.
Lucifer menatap Kath semakin dekat, ia sedikit kasihan kepada Kath. "Lucifer," Panggil Kath yang merasa Lucifer sedikit aneh.
Lucifer semakin dekat dan semakin dekat dengan Kath, ia menatap kearah bibir Kath dan mencium Kath. Kath membulatkan matanya dan mendorong Lucifer menjauh. "APA YANG KAU LAKUKAN?" Tanya Kath yang terkejut ketika Lucifer tiba-tiba menyiumnya. Kath segera mengelap mulutnya menggunakan tangan kanannya dengan kasar.
"Tidak ada," Jawab Lucifer datar.
"Tidak ada? Setelah kau menyiumku kau dengan santai dan wajah datarmu kau menjawab tidak ada." Ucap Kath dengan emosi.
"Lagipula ini bukan pertama kalinya,"
Memang benar ini bukan pertama kalinya, Kath yang pertama kali menciumnya saat ingin memberikan ramuan kepada Lucifer. Tetapi kali ini berbeda.
"Tetapi, kenapa kau menciumku?" Tanya Kath sambil memegang bibirnya.
"Hanya main-main saja," Jawab Lucifer dengan wajah yang masih datar.
"Kau? main-main? Apa kau pikir bibirku adalah mainan?" Tanya Kath tidak percaya dengan jawaban Lucifer. Lucifer menganggukan kepalanya.
"Ada apa dengan kalian?" Tanya Rix sambil membawa beberapa buah.
"Tidak ada," Jawab Kath singkat.
"Apa kalian sudah sadar?" Tanya Dexter yang berada disamping Rix.
"Menurutmu?" Tanya Kath kembali.
"Kau terlihat sangat kesal sekali," Ucap Rix yang melihat tingkah Kath sedikit aneh.
Rix berjalan kearah Kath dan memberikan beberapa buah kepada Kath, "Ini untukmu." Ucap Rix memberikan Apel.
"Dia tidak memakan buah," Potong Dexter.
"Tentu saja aku tidak memakan buah, aku adalah campuran werewolf dan vampire." Ucap Kath datar.
"Tetapi jika kau tidak memakannya kau akan kelaparan, diatas gunung sangat susah sekali mencari daging." Ucap Rix yang terus menyodorkan Apel.
"Tidak, aku tidak tertarik." Ucap Kath yang sama sekali tidak tertarik dengan apel yang ada di depannya
"Aku akan mencari daging," Ucap Kath dan berdiri.
Ceklek..
Suara tulang kaki Kath membuat Kath membulatkan matanya dan lansung terduduk kembali. "Kakiku," Ucap Kath sambil cemberut.
"Salahmu, tidak mau mendengar ucapanku." Ucap Rix tersenyum mengejek Kath.
"Sial sekali, setelah aku bertemu dengan kalian bertiga aku sering sekali terluka. Apakah ini pertanda?" Ucap Kath yang memegang kakinya.
"Pertanda?" Tanya Lucifer sambil menaikan sebelah alisnya.
"Iya, pertanda kalian harus menjauh dariku. Sejauh-jauhnya." Ucap Kath mengusir ketiga raja.
"Menjauh?" Lucifer menatap Kath yang mengusirnya.
"Tidak akan aku tidak akan menjauh darimu." Ucap Rix.
Dexter berjalan kearah Kath dan mengobati kaki Kath, "Apakah masih sakit?" Tanya Dexter.
"Iya, sakit sekali. Semua tubuhku rasanya seperti remuk ditambah dengan kakiku. Aku tidak kuat untuk berdiri dan aku lapar." Rengek Kath seperti bayi.
Dexter mengusap kepala Kath dengan lembut, "Tenanglah, ini akan sembuh dalam seminggu." Ucap Dexter menenangkan Kath.
Lucifer melihat Dexter mengusap rambut Kath membuatnya sedikit emosi, "Singkirkan tanganmu," Ucap Lucifer menatap sinis kearah Dexter.
"Kenapa? Apa apa denganmu?" Tanya Kath menatap Lucifer bingung.
Lucifer terdiam, ia tidak tau apa yang terjadi dengannya. Ia yang dikenal dengan Raja iblis, Raja yang tidak punya hati dan sekarang ia cemburu ketika melihat Dexter mengusap kepala Kath. Bagaimana bisa? Ia yang dikenal tidak segan-segan membunuh siapa saja. Sangat tidak mungkin jika ia cemburu.
"Ada apa denganmu?" Tanya Rix yang melihat kearah Kath, Lucifer dan Dexter.
'Sepertinya akan ada cinta segitiga,' Batin Rix yang terus menatap mereka.
"Kenapa kau hanya diam saja?" Tanya Kath kepada Lucifer.
Dexter tidak memedulikan Lucifer dan lanjut mengobati kaki Kath. Ia mengoyah baju putihnya dan memperban kaki Kath, "Kau belum bisa bergerak." Ucap Dexter.
"Tapi, aku lapar." Ucap Kath memegang perutnya.
"Bagaimana jika kau mengisap darahku?" Tanya Dexter.
"Tidak," Potong Lucifer.
"Jika kau mengisap salah satu dari darah ketiga raja legenda maka itu artinya kau akan menjadi pedamping hidup mereka. Aku juga tidak akan mengizinkanmu menghisap darah Dexter." Jelas Rix.
"Kenapa aku membutuhkan izin darimu?" Tanya Kath datar.
"Jika kau mau hisap saja darahku," Tawar Rix dengan lapang dada.
"Tidak, aku tidak mau." Tolak Kath lansung. Membuat Rix menatap Kath tidak percaya.
"Tapi, kau sedang kelaparan." Ucap Dexter yang coba menawarkan diri lagi.
'Hisap darahku dan kau akan menjadi milikku.' Batin Dexter.
"Berhentilah mengodanya," Ucap Lucifer menatap sinis kearah Dexter.
"Tenanglah, aku masih bisa menahannya. Lagipula masih ada apel." Ucap Kath melihat tidak selera kearah Apel yang dibawa Rix.
Lucifer menatap sinis kearah Dexter, sedangkan Dexter duduk menjauh dari Lucifer. Terdapat sedikit perang dingin diantara mereka.
"Sepertinya kita harus tinggal beberapa hari disini sampai keadaan Kath baik-baik saja." Ucap Rix.
"Aku bisa mengendongnya, jika Kath mau." Ucap Dexter dan membuat Lucifer semakin tidak bisa menahan kemarahannya.
"Tidak, itu akan membuatku kelihatan lemah," Tolak Kath. Untung saja Kath lansung menolaknya jika tidak akan terjadi peperangan antara kedua Raja.