Who Is My Mate?

Who Is My Mate?
Bab 35 - Darah



Lucifer membawa Kath berkeliling taman, sangat senang sekali ketika melihat Kath yang asik berkeliling taman. Kath terus menarik tangan Lucifer untuk berkeliling melihat taman yang sangat luas yang diisikan bunga mawar merah yang sedang bemekaran.


Mata Kath tertuju pada bunga mawar hitam ditengah-tengah bunga mawar merah. Kath mendekati bunga mawar hitam dan memetik bunga itu. Tetapi duri mawar yang tajam melukainya.


Kath melihat ke jari telunjuknya yang berdarah, tanpa sadar air mata Kath mengalir. Terdapat beberapa kilasan dalam kepalanya. Kath mengingat hutan yang dipenuhi darah, darah yang bertebaran dimana-mana, mayat yang berserakan.


Kath memegang kepalanya dengan kedua tangannya, "Ahhhh, kepalaku." Teriaknya kesakitan, kepalanya seolah terus berputar.


Lucifer mendekat kearah Kath dan memeluknya erat. "Tenanglah," Ucap Lucifer yang berusaha menenangkan Kath.


Tetapi kepala Kath terus memikirkan tentang hutan yang dibanjiri darah. Sangat mengerikan, Kath tidak sanggup membayangkannya. Ingatan ini selalu muncul ketika Kath melihat darah.


Ingatan yang terus berulang dan membuat Kath merasa takut akan darah. Ingatan tentang darah dan tubuhnya yang terluka sangat parah terus bermunculan membuat Kath merasakan tubuhnya sangat sakit. Ia seperti menolak mengingat kejadian itu.


Lucifer segera mengendong Kath yang kelihatan sangat ketakutan. Mata Kath memerah, tubuhnya gemetar dan ke-9 ekor putihnya kembali muncul.


Lucifer meletakan Kath diatas ranjang dan mengobati luka yang terkena duri mawar. "Tenanglah." Lucifer mengelus pelan rambut Kath dan memcoba menenangkan Kath.


Air mata Kath terus mengalir dan kepalanya terus merasakan sakit ketika mengingat kejadian itu. Kath semakin merasa kesakitan ekornya yang terus mengibas kesana kesini, matanya yang berubah menjadi merah. Lucifer yang melihat keadaan Kath segera memanggil dokter.


Dokter segera menyuntik Kath dengan obat penenang yang membuat Kath lansung terlelap, tidak sadarkan diri.


"Ada apa dengannya?" Lucifer menatap Kath dengan tatapan khawatir. Awalnya Kath baik-baik saja, tapi kenapa Kath lansung berubah seperti ini saat tangannya terluka. Sangat membingungkan sekali.


"Nona, mengalami traumatik. Trauma terhadap darah, ini juga mempengaruhi kekuatannya. Semua kekuatan dan ingatannya tersegel karena ketakutannya." Jelas dokter yang memeriksa keadaan Kath.


"Bagaimana menyembuhkannya?" Lucifer menatap dokter dengan serius. Lucifer merasa ini semua salahnya, andai saja ia tidak berperang dengan Rix dan andai saja ia bisa melindunginya pasti semua ini tidak akan terjadi.


"Nona harus bisa melawan ketakutannya,"


Melawan ketakutannya? Bagaimana bisa Kath melawan ketakutannya. Ketakutan yang disebabkan karena dirinya, pikir Lucifer yang merasa bersalah.


Betapa menderitanya Kath saat ini, ia tidak bisa mengeluarkan dan mengontrol kekuatannya. Ia sekarang hanyalah makhluk lemah yang tidak bisa mengendalikan kekuatannya. Ia sama sekali tidak bisa melinddungi dirinya saat ini. Jika ada yang menginginkan darah abadinya, ia sudah tidak bisa melawan dan tentu saja ia akan kalah. Bahkan kekuatannya hampir sejajar dengan seorang manusia, sangat lemah sekali.


Lucifer telah berjanji pada dirinya sendiri akan selalu menjaga, melindungi dan mengikuti semua keinginan Kath. Ia ingin menjaga Kath seumur hidupnya. Ia tidak ingin mengecewakannya lagi.


Lucifer duduk di sebelah Kath dan mengengam tangan Kath dengan erat lalu mengecup tangannya.


...****************...


Kath terbangun menoleh kearah Lucifer yang sedang tertidur di sofa, ia berjalan kearah sofa. Ia menyentuh rambut Lucifer. Lucifer dengan sigap menyentuh tangan Kath dan menariknya ke pangkuannya.


"Aku menganggu tidurmu ya?" tanya Kath pelan.


"Tidak," Lucifer mendekatkan wajahnya kearah Kath.


Lucifer membulatkan matanya, "Tunggulah disini." Ucap Lucifer. Kath hanya menganggukan kepalanya.


Lucifer bergegas keluar dan menemui penyusup itu. Ia duduk diatas tahtanya dan melihat ke makhluk yang sudah gemetaran. "Saya rasa dia adalah orang suruhan Rix." Lucifer tersenyum miring.


"Tidak akan ada yang bisa keluar hidup-hidup dari kerajaan saya." Ucap Lucifer dan mengeluarkan kekuatannya. Sekali tebasan membuat penyusup itu lansung meninggal. Lucifer tersenyum miring, Kath yang mengintip dari pintu ia melihat semua kejadian itu. Kath terkejut dan ingin berteriak, ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ingin sekali ia berteriak. Tetapi jika ia berteriak maka ia akan ketahuan dan Lucifer akan menemukannya


Kath segera lari dan menutup mulutnya dengan tatapan tidak percaya, pikirannya masih memikirkan penyusup yang dibunuh. Tidak ada tatapan menyesal dari Lucifer. Kath berlari kearah taman, kepalanya tiba-tiba terasa sakit. Semua ingatan tentang hutan yang di penuhi darah kembali menyiksanya Kath ingin berteriak. Tetapi sebuah tangan menutupi mulutnya dan membawanya terbang.


Lucifer yang melihat Kath dibawa pergi lansung merubah warnanya menjadi hitam dan terbang kearah Kath. "Tangkap dia." Perintah Lucifer menyuruh para bawahannya.


Kepala Kath yang semakin ngilu dan ngilu, pria yang membawa Kath membawanya ke dekat air terjun.


"Kath, apa kau baik-baik saja? Aku tau Lucifer telah menemukanmu dan ternyata itu benar. Pantesan saja, saja aku sudah tidak melihat pasukan Lucifer berkeliaran." Ucap Pria itu. Pria itu melihat kearah Kath yang tidak menjawabnya dan Kath terus memegang kepalanya.


Dengan kekuatan pria itu, Ia mencoba menyembuhkan Kath yang kesakitan. "Kau takut dengan darah?" Ucap pria itu mendeteksi Kath.


Kath masih terdiam dan tidak menjawabnya, ia mencoba menahan semua sakit yang ada dikepalanya yang begitu berdenyut.


"Aku akan membuatmu lupa dengan kejadian itu, tetapi ini tidak bisa bertahan lama." Ucap Pria itu dan mengeluarkan kekuatannya untuk menyembuhkan Kath.


Pelahan-lahan kepala Kath kembali membaik, Kath menatap Pria yang ada didepannya. "Terima kasih, tuan" Ucap Kath berterima kasih pada pria yang ada di depannya.


"Ada apa denganmu? Apa kau tidak mengingatku?" Tanya Pria itu bingung.


Kath mengelengkan kepalanya, "Maaf, Tuan. Tetapi aku mengalami hilang ingatan." Jawab Kath dengan sopan.


"Aku Dexter, Raja Langit." Ucap Pria itu melihat kearah Kath.


"Matamu sangat indah sekali, Tuan." Ucap Kath yang melihat kearah kedua bola mata putih Dexter.


Dexter menatap Kath kembali dan tertegun, "Kau sangat cantik sekali." Ucap Dexter melihat kearah Kath.


Mata Dexter kembali bisa melihat, Dexter menyentuh wajah Kath dan mengelus rambutnya. "Ada apa dengan rambutmu?" Dexter melihat kearah rambut Kath yang sebelah warna hitam dan sebelahnya bewarna putih.


"Aku tidak tau," Jawab Kath.


...****************...


"Sepertinya ini waktu yang tepat untuk menyerang Kath dan mendapatkan darah abadinya." Ucap seorang wanita sambil tersenyum miring.


"Akanku balaskan semua dendamku padamu dan membuatmu menderita untuk selamanya." Lanjut wanita itu dan tertawa terbahak-bahak.