
semalaman adit tidak bisa tidur memikirkan rencana balas dendam yang akan ia lakukan kepada perempuan itu.
adit sudah kembali ke rumahnya tadi sore, sekarang ia sangat gelisah, marah, juga sangat sedih.
ingin sekali rasanya menyusul kepergian nicky tapi ia sadar ia harus membalaskan dendam terlebih dahulu
tiba tiba ponsel di samping nya berdering menandakan bahwa ada seseorang yang sedang mencoba menghubungi adit
ia membiarkan telepon itu terus berdering tanpa berniat mengangkat nya, hanya seperti nya si penelpon tidak kenal lelah, ia terus terus dan terus menelpon tanpa henti
31 panggilan tak terjawab kemudian
akhirnya karena telepon tak kunjung berhenti adit dengan terpaksa mengangkat telepon tersebut. ternyata itu dari mama nya nicky
adit:"hallo ma? maaf baru di angkat tadi adit baru beres mandi (ucapnya berbohong)"
mama nicky:"iya tidak apa apa adit, adit bisa tante ketemu kamu?"
adit:"bisa, ma kapan ya? apa sekarang tidak kemalaman?"
mama nicky:"kita ketemu besok ya pukul sepuluh pagi, mama sudah kirim alamat nya di whatsapp kamu liat aja"
adit:"baik ma, selamat malam"
mama nicky:"selamat malam"
jujur adit sangat penasaran, apa sebenarnya yang akan mama nicky bahas dan katakan?
apa sepenting itu sampai tidak bisa membahasnya di telepon?
sementara di dalam sell rubby berteriak histeris menyesali kebodohan nya
saat ini ia benar benar hancur
ia di jebloskan ke penjara, tidak tau rencana adit yang sebenarnya, keluarga yang tidak mendukung Saat ini rubby benar benar ingin menghilang, lari dari semua permasalahan yang terus menerus datang di hidupnya
tiba tiba sebuah ide gila muncul, ia melihat sebuah paku di sebuah dinding sell nya
dengan susah payah rubby berhasil mengeluarkan paku yang menancap itu,
segera setelah paku itu berada di tangan nya ia menusukan paku tajam itu pada pergelangan tangan nya terdengar ia menangis karena kesakitan
seorang petugas pun datang menghampiri nya, alangkah terkejut nya ia melihat darah yang terus bercucuran keluar dari pergelangan tangan rubby
ia segera menggendong rubby dan membawanya ke klinik terdekat mengingat luka di tangan nya yang lumayan parah
jika kalian berpikir rubby gila, kalian salah.
Rubby hanyalah seorang remaja labil yang menjadi korban kekejaman kedua orang tuanya bayangkan saja jika kalian berada di posisi rubby, apa yang kalian akan lakukan?
pergaulan serta kurang nya iman membuat rubby menjadi seorang remaja nakal yang bisa melakukan apapun
rubby di tangani dengan baik oleh dokter di klinik,luka yang cukup dalam. di tangan nya di tambah lagi darah yang terus menerus keluar membuat rubby kekurangan darah sehingga harus secepatnya mendapat donor darah
golongan darah rubby yaitu AB kebetulan stok darah di Bank darah habis untuk golongan darah Rubby
dengan cepat petugas langsung menghubungi adit
adit segera berangkat menuju klinik tersebut ia tidak ingin rubby mati dengan cara yang sangat mudah kebetulan golongan darah nya juga sama sehingga saat adit sampai di klinik tranfusi darah segera di lakukan karena takut nyawa rubby tidak terselamatkan
setelah mendapat donor darah rubby segera terlelap saat adit menghampiri nya terlihat ia sedang mengigau
igauan nya terdengar lirih sambil sesekali menangis, terlihat air mata terus menetes membasahi pipinya yang putih
adit kebingungan melihat tingkah aneh rubby. saat adit mendekat dan sedang menundukan kepalanya agar bisa melihat rubby lebih jelas, rubby terbangun seketika dan kepala mereka berdua beradu
bisa dilihat rubby kesakitan begitupun Adit.
"awwww" teriak rubby dilihatnya pria yang beradu kepala dengan nya
"mamaaf tuan, saya tidak sengaja, saya tidak melihat tuan jadi nya saya bangun secara mendadak" kata kata yang keluar dari mulut rubby terdengar bergetar
"kenapa kau mencoba bunuh diri? apa kau berfikir dengan menyakiti dirimu akan membuatku merasa iba dan melepaskanmu?tidak akan pernah! jika sampai hal itu terjadi lagi kau akan tau akibatnya." ucap adit penuh ancaman
setelah adit pergi dengan cepat rubby menghubungi sebuah nomer
"hallo" ucap nomer yang di hubungi rubby
"hallo rin, dimana lo?"
"gue di rumah nih, kenapa?"
"oke, gue berangkat sekarang ya"
-
-
-
beberapa saat kemudian karin teman rubby pun datang.
"ada apa?"
rubby pun menceritakan semua kejadian mulai dari saat mabuk, menabrak, sampai mengapa dia ada di sini
"ya ampun by gue gak tau, maaf banget gue sempet lihat berita itu di tv tapi gue baru tau ternyata lo yang udah buat ce nicky meninggal"
"setelah, kita mabuk waktu itu gue gak mencoba hubungin lo karena gue pikir lo baik baik aja"
"sekarang gimana?" ucap karin
"ya gue harus terima nasib buruk gue, gimana pun gue harus bertanggung jawab atas kesalahan yang udah gue lakuin"
"gue yang salah di sini bahkan karena kesalahan gue calon istri pak adit meninggal"
"makanya gue mencoba sabar aja dan ikhlas jalanin ini semua gue bisa terima kok semua perlakuan kasar pak adit, gue harus nebus kesalahan gue, kalo enggak seumur hidup gue bakal dihantui rasa bersalah"
"gue bakal selalu dukung lo by, semangat ya jalanin ini semua gue tau lo kaya gimana. lo baik, lo bertanggung jawab"
begitulah sifat rubby yang sebenarnya dia orang yang baik, saat mereka berdua sedang asik berbincang tiba tiba adit muncul
sontak, mereka berdua kaget. Apalagi karin ia sangat terpana melihat ketampanan lelaki di hadapannya itu
adit segera menghampiri rubby.
"kata dokter lo udah bisa pulang jadi ayo ikut gue" dengan tatapan dingin nya
"bababaik tuan"
"kalo di hukum sama orang setampan dia mah gue juga mau" bisik karin di telingan rubby yang langsung membuat adit tersenyum tipis karena mendengar bisikan karin
adit segera menarik tangan rubby dengan kasar tanpa memedulikan rengekan rubby yang sedang kesakitan
rubby:"pak adit tolong ini sakit" tangis rubby pecah darah kembali keluar dari pergelangan tanggannya
adit yang panik sekaligus merasa bersalah segera membawa nicky ke dalam mobil
dia memaksa rubby untuk masuk ke dalam mobilnya segera adit menghubungi dokter dan memintanya untuk segera kerumah
tanpa bisa menolak rubby hanya menuruti setiap perintah adit, dengan tangan yang masih sangat sangat sakit ia berusaha untuk tetap tegar.
akhirnya mereka sampai di sebuah rumah, ya. Itu adalah rumah milik adit dapat di lihat rumah yang adit masuki itu sangat sangat besar
maklumlah mengingat jabatan adit di perusahaan nya sebagai direktur utama, di tambah lagi keluarga nya mendapat pekerjaan dengan gaji yang tidak sedikit membuat rumah itu terlihat seperti istana.
tapi tidak bagi rubby, ia sudah terbiasa melihat rumah besar seperti itu karena pada dasarnya ia memang masyarakat menengah ke atas.
"ikuti aku!" ucap adit penuh penekanan
rubby hanya mengangguk.
dokter sudah menunggu di dalam segera membersihkan luka di tangan rubby dan mengganti perban
adit:"terimakasih dokter" ucap adit dingin
dokter gladys:"sama sama pak adit saya pamit"
adit:"kemari"
rubby:"baik tuan"
Akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan luasnya sekiar 100 kali 120 meter itu adalah ruangan kerja adit
"tunggu di sini aku akan segara kembali dan ingat jangan pernah berfikir untuk kabur karena sejauh apapun kau pergi aku pasti akan menemukan nya!"
adit pergi ke luar ruangan dan kembali dengan membawa sebuah map coklat ia menyeragkan map itu kepada rubby
"baca! bisa baca kan?"
dengan secepat kilat rubby membawa dan membaca isi dari map tersebut