
mobil yang adit tumpangi segera meninggalkan area pemakaman.
kali ini mereka akan menuju kantor polisi untuk melihat pelaku penabrakan mobil adit
saat mereka sampai di kantor polisi
petugas langsung menyambut mereka serta menundukan kepala hormat, sambil mengarahkan adit kepada si pelaku
adit:"pak, boleh tinggalkan kami berdua?"
petugas:"baik silahkan tuan"
suasana hening seketika mendadak Rubby gemetar ia tau saat ini ia sedang berurusan dengan siapa. Di tambah lagi keluarga nya yang tidak mendukung serta bertindak tidak mau tau membuat nyali nya semakin menciut
rubby pov
ya ampun gimana ini gue takut, malah muka nya dingin banget menurut rumor pak adit ini gak akan segan segan menyingkirkan serangga kecil yang telah mencoba menggangu hidup nya.
akhirnya adit lah yang memulai perbincangan
adit:"jadi kamu yang telah menabrak mobil saya?"
deggg jantung rubby serasa mau copot ia tidak berani menjawab pertanyaan adit.
adit:"kamu mabuk? tatap saya! jawab saya"
adit berbicara penuh penegasan.
rubby:"tititidak tuan, maafkan saya saya tidak sengaja menabrak mobil tuan"
adit:"tidak sengaja katamu? (adit menyeringai)
rubby pov
sial! kenapa dia menakutkan sih?
rubby:"maaaaf tuan saya menyesal."
ucap adit, suaranya terdengar lirih dan bergetar terlihat secercah air mata di ujung matanya
rubby:"maaf kan saya tuan, bila tuan mau saya bersedia membayar berapapun yang tuan minta, atau di penjara seumur hidup pun saya rela, tapi tolong maafkan saya"
mendengar rubby mengatakan itu adit kembali teringat kejadian saat nicky tertusuk bahu jalan dan mengeluarkan banyak darah
adit:"uang? penjara? itu tidak cukup untuk menebus semua kesalahan yang telah kau lakukan! rasanya aku ingin melihat mu menderita secara perlahan akan ku buat kau menderita seumur hidup" (seringai menakutkan kembali terdengar)
rubby tidak menyangka pria tampan di hadapannya ternyata sangat menakutkan
adit segera memanggil petugas untuk mendekat.
adit:"pak, tolong amankan dia! saya akan kembali besok (dengan tatapan muka sedingin es)"
petugas:"baik tuan, sambil menyeret rubby masuk ke dalam sell
terlihat darah menetes dari pergelangan tangan nya. terlihat saga memicingkan matanya untuk melihat darah itu.
adit:"oh iya satu lagi! jangan sampai dia terluka sedikit pun!"
mendengar itu perasaan rubby sedikit lega, dia tidak menyangka ternyata laki laki di hadapannya masih punya belas kasihan
tanpa ia tau bahwa adit sedang membuat sebuah rencana besar yang akan melibatkan dirinya sebagai salah satu tokoh utama.
adit memasuki mobil dan segera mobil yang ia tumpangi segera meninggalkan kantor polisi di mobil tersebut terdapat tiga orang yaitu saga, mama nya, dan supir
ada sedikit rasa trauma saat saga mobil mulai melaju, apalagi saat mobil itu melewati jalan tol.
terlihat bahu jalan tersebut masih belum di perbaiki, tangis Adit pecah, ia menyenderkan kepala nya di bahu mama nya
adit yang ibu nya kenal, adalah adit yang kuat.
adit tidak pernah terlihat menangis, ataupun terlihat lemah, ia selalu bersikap kuat di hadapan mama dan adik adiknya papa nya yang mulai sakit sakitan membuat adit mau tidak mau harus menjadi pencari nafkah menggantikan papa nya
nicky, nicky, nicky. nama itulah yang akan selalu membekas dalam hati adit selamanya akan selalu di kenang