UNWANTED MARRIAGE

UNWANTED MARRIAGE
rubby



"awwww" teriak rubby dilihatnya pria yang beradu kepala dengan nya


"mamaaf tuan, saya tidak sengaja, saya tidak melihat tuan jadi nya saya bangun secara mendadak" kata kata yang keluar dari mulut rubby terdengar bergetar


"kenapa kau mencoba bunuh diri? jika sampai hal itu terjadi lagi kau akan tau akibatnya." ucap adit penuh ancaman


setelah adit pergi dengan cepat rubby membawa ponsel nya lalu menghubungi sebuah nomer


"hallo" ucap nomer yang di hubungi rubby


"hallo rin, dimana lo?"


"gue di rumah nih, kenapa?"


"bisa lo datang ke klinik zein?"


"oke, gue berangka sekarang ya"


-


-


-


beberapa saat kemudian karin teman rubby pun datang.


"ada apa?"


rubby pun menceritakan semua kejadian mulai dari saat mabuk, menabrak, sampai mengapa dia ada di sini


"ya ampun by gue gak tau, maaf banget"


"setelah, kita mabuk waktu itu gue gak mencoba hubungin lo karena gue pikir lo baik baik aja"


"sekarang gimana?" ucap karin


"ya gue harus terima nasib buruk gue, gimana pun gue harus bertanggung jawab atas kesalahan yang udah gue lakuin"


"gue yang salah di sini bahkan karena kesalahan gue calon istri pak adit meninggal"


"gue bakal selalu dukung lo by, semangat ya jalanin ini semua gue tau lo kaya gimana. lo baik, lo bertanggung jawab"


begitulah sifat rubby yang sebenarnya dia orang yang baik, saat mereka berdua sedang asik berbincang tiba tiba adit muncul


sontak, mereka berdua kaget. Apalagi karin ia sangat terpana melihat ketampanan lelaki di hadapannya itu


adit segera menghampiri rubby.


"kata dokter lo udah bisa pulang jadi ayo ikut gue" dengan tatapan dingin nya


"bababaik tuan"


"kalo di hukum sama orang setampan dia mah gue juga mau" bisik karin di telingan rubby yang langsung membuat adit tersenyum tipis karena mendengar bisikan karin


adit segera menarik tangan rubby dengan kasar tanpa memedulikan rengekan rubby yang sedang kesakitan


dia memaksa rubby untuk masuk ke dalam mobilnya


tanpa bisa menolak rubby hanya menuruti setiap perintah adit, dengan tangan yang masih sangat sangat sakit ia berusaha untuk tetap tegar.


akhirnya mereka sampai di sebuah rumah, ya. Itu adalah rumah milik adit dapat di lihat rumah yang adit masuki itu sangat sangat besar


maklumlah mengingat jabatan adit di perusahaan nya sebagai direktur utama, di tambah lagi keluarga nya mendapat pekerjaan dengan gaji yang tidak sedikit membuat rumah itu terlihat seperti istana.


tapi tidak bagi rubby, ia sudah terbiasa melihat rumah besar seperti itu karena pada dasarnya ia memang masyarakat menengah ke atas.


"ikuti aku!" ucap saga penuh penekanan


rubby hanya mengangguk. Akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan luasnya sekiar 100 kali 120 meter itu adalah ruangan kerja adit


"tunggu di sini aku akan segara kembali dan ingat jangan pernah berfikir untuk kabur karena sejauh apapun kau pergi aku pasti akan menemukan nya!"


saga pergi ke luar ruangan dan kembali dengan membawa sebuah map coklat ia menyeragkan map itu kepada rubby


"baca! bisa baca kan?"


dengan secepat kilat rubby membawa dan membaca isi dari map tersebut