UNWANTED MARRIAGE

UNWANTED MARRIAGE
30. Dipaksa



Episode sebelumnya


Dhika dan Aura kembali melanjutkan perjalanannya menuju vila. Tak terasa keduanya telah sampai di vila tersebut, dan checkin.


...****************...


Sesampainya di vila tersebut dan checkin, Dhika langsung memasuki kamarnya. Dhika langsung mendorong tubuh Aura ke ranjang dengan kasar dan bengis.


"Dhika! lo mau ngapain hah?!" tanya Aura panik karena Dhika langsung berubah menjadi jahat baginya.


"Gua mau lo seutuhnya! dan siap ga siap, lo harus melepas mahkota lo buat gua, walaupun lo TERPAKSA!" ucap Dhika.


"Gua ga mau Dhika!" ucap Aura.


Dhika tak menggubris, Dhika langsung meng unboxing tubuh Aura yang masih berbalut busana. Dhika melakukan apa yang harus ia lakukan sebagai suami. Tetapi dia tak melakukannya berlandaskan cinta. Hanya amarah saja yang ada di benaknya dan melampiaskan rasa amarah itu kepada Aura.


"D-dhikahhh s-s-sakittttt" ucap Aura ketika Dhika menerobos masuk paksa kedalam mahkota Aura.


Dhika sangat brutal. Dia tak menghiraukan ucapan Aura.


1 jam berlalu. Keduanya masih dengan kegiatan yang sama. Hingga tak lama kemudian, akhirnya Dhika mencapai puncaknya.


"Arghhhhhh" ucap Dhika saat mencapai puncaknya. Perut Aura terasa hangat dan penuh akan sesuatu.


Dhika ambruk di sebelah Aura, dia terbaring lemas setelah memuaskan nafsunya. Entah setan apa yang membuat Dhika lepas kendali, dia marah dan juga jengkel dalam satu waktu, dan dia melampiaskannya ke Aura.


Aura tampak meringkuk menahan sakit, dia merasa dirinya sekarang kotor, tak henti-hentinya air mata mengalir dari sudut matanya.


"Lo gila!" ucap Aura sambil menangis. Dhika tak menanggapi.


Dia diam tak menjawab, rupanya Dhika telah tertidur disampingnya.


Bagaimana bisa, dia yang harusnya senang karena telah menunaikan kewajibannya, justru malah menangis karena perlakuan suaminya. Terlalu kasar dan tak ada rasa cinta.


Aura yang merasa sakit hati dan juga sedih, tak lama kemudian ikut menyusul Dhika tertidur. Dia tak bisa berjalan saat ini, apa lagi setelah diperlakukan Dhika dengan kasar seperti tadi.


...****************...


Gua lepas kendali, maafin gua Ra. Bathin Dhika.


Dhika melihat Aura yang masih tertidur lelap. Kantung matanya tampak sembab, bukti bahwa ia menangis selama permainan tadi malam. Dhika merasa bersalah karena dia tidak melakukannya dengan hati. Dia hanya tersulut amarah yang mendominasi dirinya.


Aura bergerak tanda tak nyaman ketika tangan besar Dhika mengusap lembut pipinya. Aura mengerjapkan matanya. Dia melihat wajah Dhika yang tengah tersenyum menghadapnya.


"Bangun cantik, ini sudah pagi" ucap Dhika lembut. Aura tak membalas, dia justru beralih posisi memunggungi keberadaan Dhika saat ini.


"Kamu marah?" tanya Dhika yang seharusnya tak perlu ditanyakan.


"Hei, maafkan aku" ucap Dhika. Aura tak merespon.


"Setelah lo ngelakuin kek gitu ke gua dan dengan gampangnya lo minta maaf gitu aja?" tanya Aura yang membelakangi Dhika, tak terasa air mata Aura kembali keluar.


"Okey okey, maaf. Aku salah, aku kepancing emosi kemarin" ucap Dhika.


"Aku ga bermaksud untuk main kasar sama kamu, tapi emang kamu yang bikin emosiku naik duluan" lanjut Dhika.


"Jadi lo nyalahin gua?" ucap Aura dengan nada marah.


"E-ehhh e-e-enggak, bukan gitu maksudnya" ucap Dhika takut Aura akan marah lagi.


"Bodo' amat" ucap Aura kesal.


"Jangan marah lagi dong" ucap Dhika merayu.


"G.A.K M.A.U!" ucap Aura meng-ejah dengan suara penekanan disetiap hurufnya.


"Kalo kamu ga mau maafin aku, aku bakal..." ucap Dhika sengaja dipotong.