
dengan santai nya ia masuk ke dalam kamar
"bereskan semuanya dalam satu jam" perintah nya, ingin sekali aku marah marah menggerutu tapi apalah daya, satu jam katanya? dia kira aku robot? membereskan semua ini ya tuhan nasib buruk apa yang menimpaku batin rubby
ia segera membereskan semuanya secepat kilat, saat ia masih tinggal bersama orang tuanya sekalipun ia tidak pernah mencuci piring, mengepel, bahkan menyapu lantai
"beres! untung masih ada 5 menit lagi"
"buatkan aku makanan"
"makanan? (segera berlari menuju kulkas dan membukanya) tidak ada apapun yang bisa di masak"
"belanja gampangkan"
"naik apa"
"jalan kaki gak usah naik apa naik apa deket juga super market dari sini"
wajah rubby pucat seketika mendengar perintah dari adit yang menyuruhnya jalan kaki
"cepat pergi dan kembali dalam waktu 15 menit"
"baik, uangnya?" kumohon jangan bilang pake uangmu dulu aku kan lagi benar benar gak ada uang
"ambil kartu atm di atas kulkas kodenya 458636"
rubby segera berlari secepat kilat dengan bermodalkan sendal jepit dan baju baju lama yang ia bawa dari rumahnya ia bergegas membeli alat alat memasak
ia kembali dengan telat 10 detik
"telat 10 detik, segera masak dalam waktu 5 menit"
dengan gesit rubby segera memasak, walaupun ia tidak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga tapi ia cukup handal dalam memasak bisa di buktikan dari aroma harum yang tercium kali ini ia memasak nasi goreng sudah puluhan kali ia mencicip nasi goreng itu takut ada yang kurang atau bahkan tidak enak dengan percaya diri ia memberikan sepiring nasi goreng ke hadapan adit
dengan gemetar rubby menunggu reaksi dari adit
"cuihh tidak enak!"
tidak enak? jelas jelas itu sudah ku buat semaksimal mungkin
"mau saya buatkan yang baru?"
"tidak usah, nafsu makanku mendadak hilang ketika mencium bau yang keluar dari mulutmu, apakah kau tidak mampu membeli sikat gigi? cepat pergi dan gosok gigimu!"
wajah rubby seketika memerah
"hah (rubby menghembuskan nafas ke tangannya mencoba mencium sebau apa nafasnya itu)"
"cepat pergi! tunggu apa lagi?"
dengan muka yang sudah memerah sedari tadi, rubby pergi. Di toilet ia terus terusan menghembuskan nafas nya ke kaca untuk memastikan dia sudah tidak bau mulut lagi setelah tadi menggosok giginya berkali kali
dari luar terdengar suara tawa yang cukup besar, ia itu adit yang sedari tadi memperhatikan dan menertawakan tingkah aneh rubby dengan tawa khas nya terdengar ceria tapi juga terdengar sinis dan untuk kesekian kalinya rubby panik dan dengan cepat menutup pintu
"dia ketawa? manis juga hhe eh apa yang kau fikirkan rubby ingat dia itu musuhmu eh maksudnya musuh berkedok suami"
kata katanya terhenti saat terdengar suara ketukan pintu
"rubby buka"
dengan perasaan yang bercampur aduk rubby keluar dari kamar mandi dan segera membukakan pintu
"mama?"
"sayanggg iya ini mama"
"mama mau ngapain kesini"
adit yang sedang minum langsung tersedak "mama?" ucapnya kemudian
"baik, rubby segera siapkan makanan untuk mama" tersenyum tipis dan sudah terlihat dari raut mukanya bahwa dia sedang kesal
mama rubby? bukan itu mama tirinya masih ingat cerita saat nicky kecelakaan? disana di sebutkan bahwa rubby anak broken home karena ibu dan ayahnya berpisah saat sidang di pengadilan ayah rubby yang mendapat hak asuh kemudian karna frustasi mama kandung rubby pergi keluar negri dan tidak pernah terdengar kabarnya hingga saat ini sedangkan papa rubby? ia menikahi wanita selingkuhannya yang telah ia hamili sebelum menikah dan itu lah mama rubby
setelah masuk ke dalam kamar yang dilakukan adit hanya berbaring sembari melihat dinding dinding kamar sekilas cuplikan kenangan nya bersama nicky kembali terlihat membuat adit kembali menjadi rapuh
setiap hari yang dilakukan adit hanya melihat foto foto nicky, melihat chat chat terakhir mereka, memutar video saat mereka sedang liburan, semua tentang nicky saat ini bisa dibilang adit depresi bahkan frustasi
air mata menetes membasahi pipi putih mulus dengan sedikit warna merah sembab di area mata dan hidung nya
seketika pula rasa benci yang sangat mendalam kepada rubby kembali tercipta
pada dasarnya adit bukan orang yang pendendam ia gampang membenci tetapi gampang memaafkan pula bahkan tadi hati nya sudah mulai luluh melihat perilaku lucu rubby
di luar kamar terdengar ibu dan anak yang sedang berdebat membuat adit terganggu
"rubby!" panggil adit
rubby segera menyahut tanpa masuk kedalam kamar karna ia ingat larangan adit untuk tidak sembarangan masuk ke dalam kamar nya
"iya kenapa?" jawab rubby
"masuk kemari" dengan ragu rubby masuk kedalam kamar adit ia melihat setetes air mata yang masih jatuh dari ujung mata Adit
"apa yang tuan inginkan?"
"tuan baik baik saja kan?"
"apa ada yang perlu saya bawakan kesini?"
pertanyaan terus keluar dari bibir rubby
"jangan berisik, sudah itu saja kau boleh pergi cepat pergi sebelum ku habisi" ucap adit penuh ancaman
"bababbaik tuan maaf"
"pergi!"
"kenapa by, adit bicara apa padamu di dalam sana? oh iya adit baik sekali ya mau menikahi mu pasti kamu sangat bahagia sekarang, uang berlimpah, pasangan tampan, rumah yang jauh dari kata besar, mobil yang sudah tak terhitung bagaimana? kau bahagia? oh iya bisa pinjami mama uang? 500.000 saja cream malam mama habis"
"ma, sebaiknya mama segera pergi" ucap rubby sambil menyeret ibu tirinya keluar apartemen
"dah ma" sambil menutup pintu
rubby duduk termenung di sofa apartemen yang tersedia sambil terus melontarkan pertanyaan kepada dirinya
"adit menangis? pasti karna teringat calon istrinya, maksud perkataan nya tadi apa ya? menghabisi ku? apa dia akan melalukan kdrt? tapi sumpah aku rela yang penting aku bisa segera keluar dari hubungan palsu ini, nona calon istri pak Adit, siapapun kau pasti kau adalah wanita berhati mulia, dan hangat karna bisa meluluhkan tuan adit. bahkan membuatnya cinta mati, bagaimana wajah nya ya? yang aku tau kan dia tertusuk bahu jalan, aku penasaran bagaimana wajahnya eh tapi dia kan influencer aku masih bisa melihah wajahnya di sosial media" berbagai pertanyaan muncul di benak rubby.
tak lama kemudian di pintu apartemen terdengar ketukan, ternyata itu adalah sekretaris pak adit
rubby segera mempersilakan nya masuk, menyuguhi nya dengan segelas kopi di tambah biskuit
dengan ragu ia mengetuk kamar adit
"tuan di sini ada nona cristy, ia ingin bertemu anda"
cristy tampak bingung mengapa ada suami istri yang memanggil dengan kata formal seperti itu tuan? sudah seperti asisten rumah tangga saja
Cristy biodata
nama:ezra cristy grasella ambarita
umur:23 tahun
teman sekampus adit, dan yang mati matian menolak nicky untuk jadi pasangan adit. Mengapa? ya karna ia ingin menjadi lebih dari teman dan rekan kerja ia ingin menjadi pendamping hidup adit sudah jelas alasannya karena adit yang kaya, berpendidikan, dan tampan