
3 bulan kemudian.
Malam minggu yang sangat sepi dan sunyi. Aura mulai dilanda kebosanan lagi, dan lagi. Dia ingin pergi ke bar malam ini, kebetulan, besok dia ambil cuti dari pekerjaannya. Dia ingin rehat sejenak sebelum melanjutkan hari-harinya yang penuh dengan perjuangan seorang diri.
"Mbak Rea..." panggil Aura sembari mengetuk pintunya. Dia ingin menunjukkan sesuatu ke Rea.
"Apa?" tanya Rea sembari membuka kan pintu.
"Hari ini aku seneng banget mbak" ucap Aura sambil cengengesan gak jelas.
"Emang kenapa kamu?" tanya Rea.
"Gajiku 3 bulan udah cukup buat beli hp baru mbak... huwaa aku seneng banget, ini first phoneku yang aku beli pake uang kerja kerasku sendiri" tutur Aura.
"Wahh selamat ya..." ucap Rea dengan antusias.
"Boleh minta nomornya mbak Rea?" tanya Aura.
"Boleh... catet ya, nomornya 0823-****-4567 gimana? udah?" tanya Rea.
"Udah mbak, aku test ya" ucap Aura sembari mengetes nomer Rea.
...Mbak Rea...
^^^Aura^^^
^^^Test^^^
Mbak Rea
Okey
...Off...
"Oke mbak, makasih ya mbak, nanti boleh dikirimi nomernya ibu kos nggak mbak?" tanya Aura.
"Langsung tak kirim aja ya, soalnya nanti aku mau keluar" ucap Rea.
"Iya mbak, makasih ya" ucap Aura.
...Kling......
"Makasih ya mbak, aku seneng banget...." ucap Aura.
"Iya, sama-sama" ucap Rea.
Aura pun kembali ke kamarnya. Dia menyimpan semua nomer yang telah diberikan Rea.
Hari sudah malam. Aura ingin sekalih ke bar untuk menghilangkan penatnya. Dia ingin menyendiri menikmati red wine. Sepertinya menyenangkan.
Duduk didalam bar, menikmati pemandangan luar bar yang sedang hujan, dan ditemani red wine. Aura sangat menginginkannya.
Aura pun pergi ke ke salah satu bar yang cukup terkenal di wilayah itu. Dia berangkat jam setengah delapan malam, dan rencananya akan pulang sebelum jam sepuluh, karena takut kos-kosan tersebut akan dikunci oleh ibu kos.
Sesampainya di bar.
Lonceng bar berbunyi seiring masuknya Aura kedalam bar tersebut. Aura pun duduk di kursi depan bartender.
"Beri aku segelas red wine"
"Gadis kecil tidak boleh berada di sini, ini tempat orang dewasa" ucap bartender.
"Aku sudah dewasa, usiaku sudah 20 tahun, dan itu sudah legal untuk meminum minuman beralkohol" ucap Aura.
"Terserah mu" ucap bartender singkat.
Bartender itu pun menyiapkan red wine pesanan Aura. Tak lama kemudian, datanglah seorang pria.
"Whisky biasanya" ucap si pria.
"Siap bos" ucap bartender.
Bartender itu pun menyiapkan pesanan si pria.
"Berapa kau jual ini?" tanya si pria menunjukkan Aura.
"Dia pelanggan" ucap bartender.
"Berapa hargamu?" tanya si pria mengarah ke Aura. Aura menoleh dengan kecut.
"Gila lo!" ucap Aura singkat.
"Ayolah, jangan munafik. Mana ada wanita yang keluar malam hanya untuk ke bar, kecuali... dia ******" ucap si pria.
PLAK
Tamparan mendarat di wajah si pria.
"Jangan ngelewati batas lo!" ucap Aura.
"Lo itu ga lebih dari sekedar wanita ****** tau gak?!" ucap si pria.
Tanpa banyak bicara, Aura langsung mengambil red wine yang tersisa di gelasnya.
BYUR
Setelah menyiram si pria, Aura berlalu tanpa menoleh. Dirinya dibuat marah dengan perilaku orang yang tak dikenalnya.
Enak aja jal*ng, dia kali yang ******! Manusia bangs*t!. Umpat Aura didalam hatinya.
Aura kembali ke kos-kosannya dengan rasa marah, sampai dia tak sadar ternyata handphone nya tertinggal di bar.
Sesampainya di kos-kosan.
"Tuh cowok gila kali! masa gua dibilang ******!" gerutunya sembari masuk ke kamar.
"Eh, tapi... tuh orang keknya gak asing dah, tapi pernah ketemu dimana yak?" heran Aura.
"Ah.. bodo lah, ngapain juga gua mikirin orang persetan kek dia" ucap Aura.
Aura pun mengacak rambutnya dengan frustasi. Dia berharap tidak akan pernah bertemu lagi dengan pria itu.
Tring... tring... tring...
Aura dengan malas pun menghampiri telepon itu.
Halo, dengan Aura?
^^^Ya, saya sendiri^^^
Saya bartender Bar Cakrawala
Hp anda tertinggal di bar kami.
Mau diambil sekarang
atau kami antar?
^^^Bolehkah jika diantar?^^^
^^^Ini sudah terlalu malam jika saya keluar^^^
Bolehkah meminta alamat anda?
^^^Tentu^^^
^^^Aku tinggal di Jl. Xx. no.43^^^
Baik, anda tunggu dirumah,
akan kami kirim sebentar lagi
...Off...
"Lha iya yak, kok gua ga notice kalo hp gua ketinggalan? Huftt untung aja bartendernya baik" ucap Aura bersyukur.
10 menit kemudian, ada seseorang yang menelepon lagi melalui telepon kos-kosan.
Halo, saya sudah didepan
^^^Tunggu sebentar^^^
...Off...
Aura segera keluar dari kos-kosan nya. Tampak seorang pria mengenakan jaket hitam dan helm yang tertutup kaca pelindung. Motornya juga menggunakan motor ninja.
Bodo' amat lah, penting hp gua balik.
"Maaf kalo ngerepotin ya mas" ucap Aura sembari mengulurkan tangannya untuk menerima hp.
Si pria pun membuka helm nya sebelum ia mengembalikan hp Aura. Aura terkejut, ternyata orang yang mengembalikan hpnya adalah orang yang telah membuat ia marah.
"Loh?! kok lo lagi!?" ucap Aura.
"Oh, yaudah kalo ga mau hp lo" ucap si pria.
"Kembali in cepet!" ucap Aura berusaha mengambil hp nya.
"Ada ongkirnya" ucap si pria.
"Berapa?" ucap Aura.
"100 juta" ucap si pria.
"GILA LO!" ucap Aura.
"Ya iya lah. Itu sepadan sama usaha gua buat ngembaliin hp buluk kek gini" ucap si pria dengan sombong.
"Muka pas-pasan aja sok belagu lo!" ucap Aura.
"Sini cepet kembaliin. Atau gua teriakkin lo maling!" ucap Aura menggertak.
"Teriakin aja kalo berani" ucap si pria menantang.
"MAL-" ucap Aura terhenti ketika tangan si pria membungkam mulut Aura.
"Eh diem ege! berabe kalo orang lain nggebukin gua!" ucap si pria.
Crack
Aura menggigit telapak tangan si pria.
"ARGHHHHHHHHH CEWE GILA LO!" ucap si pria.
"Bodo' amat!" ucap Aura ketus dan langsung merebut hp nya dari si pria.
"Awas lo, gua bakal bikin perhitungan di tempat kerjaan besok" ucap si pria.
Aura kembali ke kamarnya dengan ketus.
"Cowo gila!" umpat Aura.
...Ting......
...Minimarket Kusumajaya...
My bos❤️
Besok kumpul di tempat biasa
^^^Aura^^^
^^^Siap bos^^^
...Off...
"Eh bentar-bentar, Perasaan nomer bos gua belom gua save deh, ini yang chat di grup besar kok udah di namain? mana pake love segala" ucap Aura dengan dirinya sendiri.
"Gua ganti aja lah, jadi 'Bos' nah gini kan formal" ucap Aura.
Aura pun men cas hp nya agar besok bisa digunakan lagi. Setelah itu, dia pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi. Dan Aura pun pergi tidur.