UNWANTED MARRIAGE

UNWANTED MARRIAGE
persiapan pernikahan



seminggu kemudian persiapan pernikahan di mulai. Banyan undangan di sebar, rumah di dekor, baju pengantin, serta banyak rumor rumor beredar. Tentu saja Adit menutup nutupi kenyataan bahwa ia menikahi rubby karena ingin menyiksanya ia selalu bilang bahwa ia mencintai rubby.


hal itulah yang menjadi pemicu kemarahan Orang tua nicky bagaimana tidak? anak mereka baru saja meninggal tapi calon menantu mereka sudah akan menikah dengan wanita lain rumor beredar bahwa adit sengaja membunuh nicky demi menikahi rubby


hati adit sungguh sangat sakit ketika sedang menyiapkan baju pernikahan, baju yang sudah di siapkan untuk pernikahan nya yang sempurna bersama nicky kini baju indah itu harus di pakai rubby, hanya saja demi membalaskan dendam ia terpaksa melakukan nya rela tidak rela dan mau tidak mau


hari pernikahan pun tiba.


banyak orang penting hadir, bahkan keluarga rubby dan nicky pun hadir keluarga rubby bingung mengapa anaknya bisa tiba tiba menikah dengan adit


begitu pun keluarga nicky sama bingungnya hanya saja di campur rasa benci.


rubby pov


saat ini aku berdiri menatap legam diriku dalam balutan busana putih yang terlihat indah bersamaan dengan riasan wajah yang cukup tebal aku ingin sekali menangis seminggu kemarin aku habiskan untuk terus berdoa serta lebih dekat dengan tuhan, aku tidak tahu rencana adit yang sebenarnya aku bahkan tidak ingin berada di posisi ini sekarang. Keluarga yang tidak mendukung ku serta nasib sial yang menimpa ku saat ini akad pernikahan sedang berlangsung adit mengucapkan ijab kabul yang sialnya terdengar merdu di susul orang orang yang saling mengucapkan kata "sah" saat ini pria di hadapan ku adalah suamiku imamku.


terlihat setitik air mata di ujung matanya saat ia mencium kening ku tapi aku tahu itu bukan air mata bahagia.


jujur ia terlihat tampan di balut kemeja putih dan jas hitam serta peci yang ia kenakan menambah ketampanan nya tapi segera ku tepis semua kata kata ia suamiku sekarang


pesta pernikahan segera berlangsung Orang orang menari dan menyanyi tapi tidak dengan sekelompok orang orang yang menatap dengki ke arahku ia, itu adalah keluarga mendiang nicky


pukul 19.00 malam acara selesai hari ini aku lelah sekali, lelah karena berdiri seharian, lelah karena harus selalu tersenyum seolah olah aku bahagia


aku segera masuk ke kamarku tapi adit bilang kami akan segera pindah ke apartemen yang lebih kecil dari rumahnya saat ini, meskipun kami sudah menikah tapi tidak terlihat tatapan ramah darinya, ia dia masih sama seperti adit yang kemarin dan sepertinya tatapan nya akan tetap sama selamanya tatapan dingin, penuh kebencian serta mengancam seakan seakan akan menelanku hanya dengan sekali tatap,


kami pun pindah ke sebuah apartemen mewah yang cukup besar dalam ukuran apartemen.


"itu kamarmu, dan itu kamarku jangan berani berani masuk, kecuali ketika akan membersihkan nya" ucap adit masih dalam tatapan dinginnya


"baik"


hari hari penyiksaan pun tiba, kami tidak memakai jasa pindah rumah karena adit sengaja ingin membuat aku bekerja


dimulai dari membungkus pakaian nya, pakaian ku, barang barang yang akan kami bawa, sampai memasukan nya ke dalam mobil aku yang mengerjakan bahkan membereskan barang barang ke dalam apartemen pun aku sendiri yang melakukan