
Episode sebelumnya
"Lo punya mulut dijaga ya! lo ga tau apa yang sebenarnya terjadi! jadi gua minta lo! jangan nyebarin berita hoax itu lagi!" ucap Aura dan berlalu.
...****************...
"Aelahh gua ngapain dijodohin sama Dhika sih anjirrr, Gedeg bet gua, panas kuping gua panasss" ucap Aura menggerutu sembari berjalan kembali ke hotelnya.
Dengan kesal Aura masuk ke kamar pengantinnya dan membanting pintu.
BRUAKKK
Dhika yang sedari tadi belum juga bangun, sontak terkaget karena suara bantingan pintu dari Aura.
"AJG! gobl*k lo! ngapain masuk kamar pintu pake dibanting segala hah?!" seru Dhika. Aura tak menanggapi, dia langsung masuk ke kamar mandi dan meluapkan emosinya disana.
"Heh! orang ditanya malah dicuekin! serah lo!" ucap Dhika kesal.
"Pagi-pagi udah bikin emosi aja tuh emak-emak rempong. Gedeg bet gua! Lagian gua ngapain dijodohin sama Dhika sih ajg!" gerutu Aura didalam kamar mandi.
Aura pun menyalakan shower dan mandi lagi agar kepalanya tidak panas menghadapi mulut-mulut lemes dari wanita-wanita itu.
"Ini juga bukan keinginan gua anjir! Gua mau dinikahin sama si bos mesum biar gua ga balik ke desa! tapi mereka dengan sok taunya bilang kek gitu" ucap Aura kesal.
ARGHHHHHHHHH
Dhika yang tidurnya sudah terganggu pun tak bisa tidur lagi. Lagi pula matahari juga sudah tinggi. Dhika menengok ke arah jam dinding dan mendapati sekarang sudah jam 8 pagi.
Dhika sudah terlanjur kesal dan tidak bisa melanjutkan tidurnya.
"Cewe s*alan! pagi-pagi bikin mood gua rusak aja!" ucap Dhika kesal.
Aura pun keluar dari kamar mandi hanya dibalut dengan handuk yang menempel di tubuhnya, serta handuk kecil yang ia gunakan untuk membungkus rambutnya.
Dhika pun menoleh ke arah Aura yang tengah berjalan keluar dari kamar mandi.
Aura yang tak nyaman diperhatikan sejak tadi pun mulai angkat suara.
"Ngapain lo liatin gua kek gitu hah?" tanya Aura ketus.
"Lo lagi ngegoda gua atau apa hmm?" ucap Dhika.
"Kenapa? lo kegoda sama gua?" ucap Aura dengan sedikit meliuk-liukkan tubuhnya.
"Jangan main-main sama gua, gua ga bakal lepasin lo kalau gua udah lepas kendali" ucap Dhika.
"Coba aja kalau berani" ucap Aura menantang Dhika.
"Gua cowok normal, gua ga menjamin kalau setelah ini, lo bakal sepenuhnya milik gua" hasrat Dhika mulai memuncak melihat Aura yang terus memancingnya.
Nih cewek sengaja nyiksa gua, oke. Kita bales sekarang! Pikir Dhika.
"Ga usah banyak bacot dan buktiin!" ucap Aura.
Dhika pun mulai mendekat ke arah Aura. Sedangkan Aura masih bisa memberikan senyum menggoda. Jarak mereka kian lama kian dekat. Sekarang Aura mulai merasa takut.
Anjir gua salah orang nih keknya, gua lupa kalo dia suami gua sekarang, anjirrr gua ga mau ngelakuin itu duluu. Duhh gimana ini??? Bathin Aura yang semakin panik.
Dhika langsung menggendong Aura ala bridal style.
"Lo mau apa anjir!" ucap Aura panik sembari memukul dada bidang Dhika yang tengah menggendongnya.
"Lo yang mancing duluan, sekarang lo harus bertanggung jawab atas ulah lo sendiri" ucap Dhika dengan suara beratnya.
Dhika langsung melempar kasar Aura ke kasur king size nya. Dia mulai menindih tubuh Aura yang masih terbalut handuk. Dia mengunci tangan Aura diatas kepala.
"Lo yang mulai lo yang merima konsekuensinya" ucap Dhika dengan suara beratnya.