
Episode sebelumnya
"Kalo kamu ga mau maafin aku, aku bakal..." ucap Dhika sengaja dipotong.
...****************...
Tanpa melanjutkan ucapannya, Dhika segera membalik tubuh Aura hingga terlentang. Dhika segera naik ke atas Aura, mengunci tangan Aura di samping kanan dan kiri kepala Aura.
"Aww..." ringis Aura merasa masih sakit dibagian bawahnya.
"Mau ngapain lagi lo?! hah?!" tanya Aura menaikkan nadanya.
...Cup...
Dhika mencium singkat bibir Aura. Aura terkejut, dia membuka mata lebar-lebar.
"DHIKAAA!!!! FIRST KISS GUAAA!!!" ucap Aura teriak.
"Shttttt ini bukan first kiss kamu lagi, sebelumnya, aku juga pernah kiss kamu waktu kamu tenggelam di kolam renang, emm... lebih tepatnya memberimu nafas buatan" jelas Dhika.
"HAH?!" ucap Aura terkejut.
Ternyata dia yang nolongin gua, dan first kiss gua? arghhhhhh anjirrr first kiss gua diambil bos mesum ini bahkan sebelum nikah? gila anjir! bathin Aura.
Wajah Aura memerah, dia menahan malu karena ucapan Dhika dan bathinnya sendiri. Dia tidak menyangka kalau first kiss nya diambil bahkan sebelum keduanya menikah.
"Wajahmu merah seperti tomat" ejek Dhika yang mengetahui bahwa Aura sedang menahan malu. Aura memalingkan wajahnya ke sisi lain agar tak menatap mata Dhika.
"Kalau kamu tidak ku tolong saat itu, kamu bisa mat*" ucap Dhika.
Bener juga kata Dhika, waktu gua siuman, om panik banget, lagian om juga ga bilang sapa yang nolongin gua, s*al! bathin Dhika.
"Udah ya cantik.. jangan marah lagi, nanti ku makan kamu kalo kamu bawel" ucap Dhika menyeringai sembari turun dan berbaring disebelah Aura.
"Bos mesum!" ucap Aura kesal.
"Sekarang aku suamimu, bukan bosmu lagi" ucap Dhika.
"Jadi, sekarang kau dipanggil Bu Dhika" ucap Dhika terkekeh.
"Mau tidak mau, itulah julukan mu sekarang" Dhika membalas.
"Bodo'ah, mau makan gua" ucap Aura. Dia hendak bangun, dan rasa sakit itu kembali muncul.
"Aww..." ucap Aura.
"Lebih baik kamu aku gendong saja, mandilah di bathtub dengan menggunakan air hangat. Itu akan meredakan nyeri di bagian bawahmu" ucap Dhika menjelaskan.
"Pengalaman banget lo, pasti udah banyak cewek cewek yang lo rusak" ucap Aura.
"Tidak, cuma Aura yang aku pernah coba, dan cuma kamu. Lagi pula, aku sudah mempelajari hal seperti itu sebelum melangsungkan pernikahan" ucap Dhika.
"bulshit" ucap Aura.
"Percaya dong... kan kamu istriku" ucap Dhika.
"Lagi pula, istri itu harus patuh pada suami, kalau kamu tidak percaya kepadaku, lantas untuk apa pernikahan ini?" ucap Dhika.
"Inget, ini pernikahan yang tidak dilandasi oleh cinta, alias T.E.R.P.A.K.S.A!!!!" ucap Aura menaikkan nadanya.
"Aku sudah tidak menganggap ini dengan sebutan pernikahan terpaksa, sekarang aku akan memperlakukanmu layaknya ratu di hidupku" ucap Dhika.
"Bulsh*t" ucap Aura.
"Ihh seriuss, sekarang, Dhika jadi big baby nya Aura, tapi juga jadi sugar daddy nya Aura" ucap Dhika dengan nada manja.
"Geli gua!" ucap Aura.
"Cewek ga boleh kasar kasar tau, nanti kalo debaynya kita niru mamanya kan papah juga yang repot" ucap Dhika sembari mengelus perut Aura.
"Bodo'amat, gendong gua cepet, gua mau mandi!" perintah Aura.
"Siap tuan putri" ucap Dhika.
Dhika menggendong Aura ala bridal style menuju kamar mandi. Dhika mengambil satu kursi untuk Aura duduk terlebih dahulu, ia menyiapkan air hangat untuk Aura mandi dan berendam.
Setelah air hangat siap, Dhika kembali menggendong Aura dan meletakkannya didalam bathtub.