UNWANTED MARRIAGE

UNWANTED MARRIAGE
bab6



"menikah?" teriak rubby spontan tanpa memedulikan adit yang sedang berdiri di sana.


"iya, hanya itulah cara satu satunya yang bisa kau lakukan untuk menebus semua dosa yang telah di perbuat"


"tututuan maaf tapi bisakah jika hukuman ini di ganti?"


"tidak!" bentak adit


"bersiaplah untuk menjadi pengantinku" ucap adit, sesekali terdengar tawa di sela sela ucapannya dan itu berhasil membuat rubby ketakutan


rubby pov


menikah? apa yang akan dia lakukan selanjutnya? apakah ia akan menikahiku karena ingin menyiksaku? sial! tawanya semakin membuatku takut


adit berteriak memanggil pelayan, tidak lama dua orang pelayan pun datang


"bawa dia ke kamar atas" perintah adit kepada pelayan itu yang di maksud dia adalah rubby, ya rubby pelayan itu akhirnya membawa rubby ke lantai atas


di sana ia di suruh menginap, tapi semalaman ia tidak bisa tidur membayangkan apa yang akan terjadi kalau ia jadi menikah dengan adit.


ia segera membawa hp nya di saku baju lalu menghubungi sebuah nomer yaitu temannya karin, saat panggilan mulai tersambung rubby menceritakan semua kejadian yang terjadi hari ini. Ia mengutarakan kegelisahan dan kegundahannya kepada sahabatnya itu


karena memang Karin lah satu satunya orang yang paling mengerti rubby, bahkan jauh lebih pengertian di banding orang tuanya


akhirnya karin menyarankan agar rubby menghubungi ustadzah yang kebetulan teman dari orang tuanya, rubby mengiyakan saja saran rubby itu, dengan secepat kilat rubby menghubungi ustadzah yang bernama bu dewi


"coba deh kamu lebih dekat sama tuhan"


"gimana caranya bu?"


"sekarang kamu ambil wudhu, terus coba solat malam, minta petunjuk sama tuhan"


"solat itu apa ya?"


"solat itu adalah kegiatan beribadah yang di lakukan umat muslim"


"gimana caranya?"


"kamu bisa liat di internet search aja niat sholat istikhoroh lengkap dengan bacaan sholatnya, kamu hapalin terus praktekin"


"baik bu dewi akan rubby lakukan, terima kasih ya sudah memberikan saran untuk rubby"


"sama sama"


setelah itu rubby segera melihat berbagai macam artikel tentang sholat malam ia menghafal semua niat dan doa serta segera mempraktekannya


adit pov


Rubby? lihat saja ke depannya akan semenderita apa kamu? sekarang dia lagi apa ya? tapi kalo di liat liat cewek itu kasian juga ya, apalagi saat dia ketakutan terus gigit bibir bawahnya, apa gue terlalu keras? apa gue terlalu kejam? apaan sih dit inget nicky, yang harus lo lakuin sekarang cuma bales dendam sama tuh cewek gak ada kata kasian.


batin adit sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal segera di naik ke lantai atas untuk segera berisitirahat, memang adit mengalami patah tulang leher, tapi dalam waktu beberapa hari saja sudah membaik, tanpa sengaja ia melihat rubby sedang mencoba memakai mukena


adit mengintip dari sela sela pintu kamar yang terbuka, lama adit memperhatikan rubby selesai solat rubby tidak segera melipat mukenanya ia berdoa kepada tuhan


"lu muslim?" ucap adit yang langsung membuat rubby terkejut.


"ia pak" jawab rubby singkat


tanpa membalas jawaban rubby adit segera pergi menuju kamarnya.


"Untung alm abah pernah bilang (by kalo nanti kamu melakukan kesalahan kamu harus bertanggung jawab, meskipun pahit tapi kamu harus belajar jadi manusia yang bertanggung jawab) kalo enggak males banget gue, di jadiin mainan kaya gini" ucap rubby mengerutu


seminggu kemudian persiapan pernikahan di mulai. Banyak undangan di sebar, rumah di dekor, baju pengantin, serta banyak rumor rumor beredar. Tentu saja Adit menutup nutupi kenyataan bahwa ia menikahi rubby karena ingin menyiksanya ia selalu bilang bahwa ia mencintai rubby.


hal itulah yang menjadi pemicu kemarahan Orang tua nicky bagaimana tidak? anak mereka baru saja meninggal tapi calon menantu mereka sudah akan menikah dengan wanita lain rumor beredar bahwa adit sengaja membunuh nicky demi menikahi rubby


hati adit sungguh sangat sakit ketika sedang menyiapkan baju pernikahan, baju yang sudah di siapkan untuk pernikahan nya yang sempurna bersama nicky kini baju indah itu harus di pakai rubby, hanya saja demi membalaskan dendam ia terpaksa melakukan nya rela tidak rela dan mau tidak mau


hari pernikahan pun tiba.


banyak orang penting hadir, bahkan keluarga rubby dan nicky pun hadir keluarga rubby bingung mengapa anaknya bisa tiba tiba menikah dengan adit


begitu pun keluarga nicky sama bingungnya hanya saja di campur rasa benci.


rubby pov


saat ini aku berdiri menatap legam diriku dalam balutan busana putih yang terlihat indah bersamaan dengan riasan wajah yang cukup tebal aku ingin sekali menangis seminggu kemarin aku habiskan untuk terus berdoa serta lebih dekat dengan tuhan, aku tidak tahu rencana adit yang sebenarnya aku bahkan tidak ingin berada di posisi ini sekarang. Keluarga yang tidak mendukung ku serta nasib sial yang menimpa ku saat ini akad pernikahan sedang berlangsung adit mengucapkan ijab kabul yang sialnya terdengar merdu di susul orang orang yang saling mengucapkan kata "sah" saat ini pria di hadapan ku adalah suamiku imamku.


terlihat setitik air mata di ujung matanya saat ia mencium kening ku tapi aku tahu itu bukan air mata bahagia.


jujur ia terlihat tampan di balut kemeja putih dan jas hitam serta peci yang ia kenakan menambah ketampanan nya tapi segera ku tepis semua kata kata ia suamiku sekarang


aku cukup tahu diri untuk menyebutnya suami


pesta pernikahan segera berlangsung Orang orang menari dan menyanyi tapi tidak dengan sekelompok orang orang yang menatap dengki ke arahku ia, itu adalah keluarga mendiang nicky


pukul 19.00 malam acara selesai hari ini aku lelah sekali, lelah karena berdiri seharian, lelah karena harus selalu tersenyum seolah olah aku bahagia


aku segera masuk ke kamarku tapi adit bilang kami akan segera pindah ke apartemen yang lebih kecil dari rumahnya saat ini, meskipun kami sudah menikah tapi tidak terlihat tatapan ramah darinya, ia dia masih sama seperti adit yang kemarin dan sepertinya tatapan nya akan tetap sama selamanya tatapan dingin, penuh kebencian serta mengancam seakan seakan akan menelanku hanya dengan sekali tatap,


kami pun pindah ke sebuah apartemen mewah yang cukup besar dalam ukuran apartemen.


"itu kamarmu, dan itu kamarku jangan berani berani masuk, kecuali ketika akan membersihkan nya" ucap adit masih dalam tatapan dinginnya


"baik"


hari hari penyiksaan pun tiba, kami tidak memakai jasa pindah rumah karena adit sengaja ingin membuat aku bekerja


dimulai dari membungkus pakaian nya, pakaian ku, barang barang yang akan kami bawa, sampai memasukan nya ke dalam mobil aku yang mengerjakan bahkan membereskan barang barang ke dalam apartemen pun aku sendiri yang


para pelayan bahkan keheranan mengapa dengan uang yang dimiliki adit untuk menyewa pelayan tidak ia gunakan dan malah menyusahkan istri barunya


sekarang orang orang memandang adit sebagai pria kejam yang tak memiliki perasaan