UNWANTED MARRIAGE

UNWANTED MARRIAGE
28. Honeymoon?



Episode sebelumnya


Gua ga yakin sama perasaan gua sendiri. Bathin Dhika.


...****************...


1 Minggu berlalu.


Azkandar tampak mondar mandir di ruang tamu rumahnya. Aura dan Dhika tampaknya masih enggan melakukan kewajiban dan tugas mereka sebagai suami dan istri. Azka tampak cemas jika keduanya memang belum melakukan hal tersebut.


"Aura, sini kamu" teriak Azkandar dari lantai bawah. Tetapi, tak ada respon dari Aura. Kebetulan Bi Iyem sedang lewat, dan hendak menuju dapur untuk berberes.


"Bi, bisa tolong panggilan Aura?" tanya Azka.


"Baik tuan" ucap Bi Iyem. Bi Iyem pun segera menuju kamar Aura dan Dhika.


"Non Aura, (tok tok tok) Non dipanggil bapak" ucap Bi Iyem. Tidak ada balasan dari dalam.


"Non, (tok tok tok) non Aura dipanggil bapak non, ada yang perlu dibicarakan" ucap Bi Iyem.


"No-" ucap Bi Iyem terhenti ketika Dhika membukakan pintu kamarnya.


"Ada apa sih bi? dari tadi manggil Aura mulu. Itu noh, Auranya di kamarnya sendiri" ucap Dhika sedikit kesal


Bi Iyem sedikit kaget mendengarnya. Ternyata keduanya tidur secara terpisah.


Bagaimana bapak bisa punya cucu kalo modelannya begini? Bathin Bi Iyem.


"B-baik Den Dhika, maaf mengganggu" ucap Bi Iyem lalu pergi. "Permisi tuan muda"


Bi Iyem ke kamar Aura.


"Non Aura, (tok tok tok) Non dipanggil bapak" ucap Bi Iyem. Tidak ada balasan dari dalam.


"Non, (tok tok tok) non Aura dipanggil bapak non, ada yang perlu dibicarakan" ucap Bi Iyem. Empat kali Bi Iyem mengetuk masih saja tidak ada balasan. Dan saat ketukan yang kelima.


"Non, non Aura dipanggil bapak non" ucap Bi Iyem. Aura akhirnya membukakan pintu


"Ada apa sih bi hoammm" ucap Aura sembari meregangkan tubuhnya yang baru bangun.


"Non Aura dipanggil bapak, katanya ada yang perlu dibicarakan" ucap Bi Iyem.


"Ya, sebentar lagi saya kesana" ucap Aura masih enggan meninggalkan kasurnya. "Permisi non" ucap Bi Iyem dan meninggalkan Aura.


"Ada apa sih papa, tumben banget nyariin gua sepagi ini" gumam Aura.


"Bodo'lah, mending gua samperin dulu, dari pada kena omel papa mertua" gumam Aura lagi.


Aura masuk ke kamar mandi dan membasuh wajahnya agar tidak mengantuk. Dia juga menggosok giginya. Tidak mungkin dia datang dengan keadaan tidak siap mendengarkan perkataan papa mertuanya.


Setelah itu, Aura segera keluar dari kamar dan menuju ruang tamu.


"Ada apa pah?" tanya Aura dengan berjalan menuju ke arah Azkandar.


"Kamu baru bangun?" tanya Azka.


"Hmm iya pah" ucap Aura.


"Tadi malem habis bikin cucu? kok kecapean banget?" tanya Azka.


"Aa.. e-e-enggak" ucap Aura gugup dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Ya sudah, sini duduk dulu" ucap Azka.


"Bibi, tolong panggilin Dhika" perintah Azka.


Kenapa gak sekalian sih bapak :') Bathin Bi Iyem.


"Iya tuan" ucap Bi Iyem dengan fake smile nya.


Tak lama kemudian, Dhika pun datang.


"Ada apa pa?" tanya Dhika.


"Sini duduk dulu" ucap Azka. Dhika menurut.


"Kenapa aku sama Aura disuruh ke sini pa?" tanya Dhika penasaran.


"Papa ingin, kalian pergi honeymoon" ucap Azka. Keduanya melotot dan kaget.


"APA?!" ucap mereka bersamaan. Azka sudah mengetahui kebenaran dari cara Dhika dan Aura menjawab. Jawabnya, ya, keduanya belum melaksanakan tugas dan kewajiban mereka.


"Aku? gak mau gak mau" ucap Dhika.


"Kalian sudah menikah, papa ingin segera punya cucu" ucap Azka.


"Y-ya ga bisa gitu dong pah, masa mendadak kek gini?" ucap Dhika gelagapan.


"Papah ga mau tau, kalian tentukan tempatnya, dan segera berangkat. Papa kasih kalian tiga hari untuk segera pergi" ucap Azka.


"Hah??? kok gitu sih pah?!" ucap Dhika agak kesal.


"Sudah, segera tentukan lokasinya. Kalau tidak, kamu tidak akan mendapatkan warisanmu" ucap Azka.


Aelahh masa gua harus beneran memiliki dia seutuhnya?! Bathin Dhika.


Eh setidaknya, itu bisa ngebantu gua kalo lagi pengen. Bathin Dhika dan memberikan smirk nya.


"Baiklah, kalo gitu, hari ini juga kami berangkat" ucap Dhika. Aura lebih terkejut lagi karena pernyataan Dhika.


"Lo gila?!" ucap Aura keceplosan.


"Eh.. maaf pah, Aura belum siap" ucap Aura.


"Terus kapan siap mu?" tanya Azka mendesak.


"Aura.... kamu kan udah jadi istriku yang tercinta (huek najis) udah ya, kamu nurut aja sama suami. Dosa loh kalo nggak menunaikan kewajibanmu sebagai seorang istri" ucap Dhika sembari memberikan senyum kecut dan merangkul pundak Aura.


"Ehehehe" ucap Aura mengangguk terpaksa karena pundaknya ditekan oleh tangan Dhika.


"Itu lebih baik" ucap Azka tersenyum puas.


"Kemana kalian akan pergi?" tanya Azka.


"Kami akan pergi ke vila Jogja saja. Tidak terlalu jauh, dan hemat pengeluaran" ucap Dhika.


"Baiklah, segera pesan vila nya. Kalian akan disana selama 1 Minggu, dan berikan oleh-oleh cucu untuk papah" ucap Azka sembari tersenyum.