UNWANTED MARRIAGE

UNWANTED MARRIAGE
25. Desas-desus



Episode sebelumnya


Sadar Aura, omongan Dhika emang ada benernya. Jangan lo masukin hati. Bathin Aura.


...****************...


Dhika terbangun pukul 3 pagi, dia ingin ke kamar mandi dan setelah itu, lanjut tidur lagi. Dhika dengan nyawa yang belum penuh berusaha memperjelas penglihatannya. Tampak seorang wanita dan tidur meringkuk kedinginan di sofa.


"Cih suruh siapa mau dijodohin sama gua, sengsara kan lo" gumam Dhika sembari memberikan smirk.


"Tapi, kasian juga tuh orang. Kalo dia mati gua juga yang repot" gumam Dhika.


Dhika pun mengambil selimut untuk menyelimuti tubuh Aura. Walaupun dia sebenarnya enggan, tetapi dia juga merasa kasihan terhadapnya.


Setelah menyelimuti tubuh Aura, Dhika kembali ke kasurnya dan melanjutkan tidur.


Kring.....


Alarm berbunyi mengusik tidur Aura. Jam menunjukkan pukul 5 pagi. Dia segera bangun untuk mandi dan menyiapkan sarapan untuk semua orang.


"Astaga... gua lupa, ini di hotel kan ya? berarti tinggal pesen aja kalo mau makan. Bodo' lah gua mau makan duluan, terus keliling buat jogging" ucap Aura.


Aura memesan makanan untuknya sendiri. Dia tidak perduli dengan Dhika, lagi pula, tidak ada yang setuju untuk menikah dari kedua manusia ini.


Saat menuju ruang makan, Aura bertemu dengan Azkandar.


"Loh nak Aura, kok sudah bangun duluan? apa nggak capek semalem?" tanya Azka.


Pertanyaannya kok ambigu gini yak? Bathin Aura.


"Eee iya om, tadi malem kita berdua terlalu capek, jadi ketiduran deh" ucap Aura sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Azka tersenyum memahami perkataan Aura.


Anjir, gua salah ngomong yak? Bathin Aura.


"Eh.. iya, Pa" ucap Aura sedikit ragu.


"Ya sudah lah, mana Dhika? belum bangun?" tanya Azka.


"Belum pa, sepertinya dia kelelahan" ucap Aura.


"Ya sudah, papa balik ke kamar dulu" ucap Azka.


"Iya pa" ucap Aura.


Bokapnya baik, anaknya kek setan! Bodo'lah, gua mo makan aja, terus jogging deh. Bathin Aura.


Aura pun mengambil makanan pesanannya. Dia memakan makanan mewah itu dengan lahap sampai habis.


Setelah selesai makan, Aura jogging mengelilingi taman. Udaranya cukup sejuk walaupun sedang berada di perkotaan. Mungkin karena dia mengambil jam setengah enam untuk memulai jogging, sehingga belum ramai kendaraan yang berlalu lalang.


"Hmm sejuknya udara disini" ucap Aura sembari terus jogging.


Sekitar lima belas menit Aura jogging, Aura pun beristirahat di bangku taman. Saat ia tengah bersantai menikmati sejuknya udara pagi, terdengar beberapa wanita yang terdengar seperti bergosip.


"Eh itu istrinya Dhika bukan sih?" ucap salah seorang wanita.


"Iya anjirrr beruntung banget dia bisa ngedapetin Dhika. Padahal tuh cowok playboy banget. Bisa-bisanya dia nyeriusin tuh cewek" ucap wanita lainnya.


"Tapi, katanya nihh ya tuh cewek udah dihamilin duluan sama si Dhika, makanya Dhika disuruh nikahin tuh cewek" ucap wanita itu.


"Gak mungkin anjir, yang hamil sama Dhika juga banyak kali, tapi ga ada yang dinikahin tuh" ucap wanita lainnya.


Aura semakin panas mendengar pembicaraan tiga orang itu. Dengan marah, aura mendatangi ketiga wanita itu.


"Lo punya mulut dijaga ya! lo ga tau apa yang sebenarnya terjadi! jadi gua minta lo! jangan nyebarin berita hoax itu lagi!" ucap Aura dan berlalu.