UNWANTED MARRIAGE

UNWANTED MARRIAGE
23. Tanggal Pernikahan



Episode sebelumnya


"Saya nggak mau tau, kalau ada apa apa dengan keponakan saya, kamu akan saya pecat!" ancam Billy kepada pelayan itu.


...****************...


"Ra, bertahan Ra" ucap Dhika panik.


"Lo jangan mati, nanti siapa yang gua kerjain lagi" ucap Dhika.


Dhika segera membawa Aura ke kamar, membalut tubuhnya dengan handuk, selimut atau apapun itu yang membuat Aura menjadi hangat. Suhu di kamar Aura di naikkan untuk memberi udara hangat di kamar Aura.


Dhika memeluk tubuh Aura agar tetap hangat. Mengusap lembut kepalanya dan menenangkannya.


"Lo tenang, lo sekarang aman" ucap Dhika.


"M-makasih" ucap Aura singkat, tubuhnya sangat menggigil dan kepalanya terasa pusing. Aura bersandar di dada bidang Dhika yang kini tengah memeluknya.


Tak lama Billy dan Azka datang ke kamar Aura. Membawa dokter wanita untuk membantu Aura.


"Dhika, biarkan dokter memeriksa Aura dulu" ucap Billy.


"Baik om" ucap Dhika.


Dhika pun keluar dan masuk ke kamarnya untuk berganti baju. Aura segera ditangani oleh dokter keluarga yang dibawa om Billy. Dia juga meminta untuk menggantikan pakaian Aura sekalian. Karena tidak mungkin jika Dhika ataupun dia yang menggantikan pakaian Aura.


Setelah 15 menit, akhirnya dokter itu keluar.


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Billy.


"Dia tidak apa-apa, dia hanya syok dan kemasukkan air cukup banyak. Untungnya dia segera ditangani dengan pertolongan pertama, karena saya lihat saat saya masuk kesini, tubuhnya hampir membiru. Jika kalian telat sedikit saja, mungkin Aura akan meninggal" ucap dokter.


"Saya sudah tinggalkan obat penenang dan vitamin untuk memulihkan lagi tubuhnya" ucap dokter.


Dokter itu pun berlalu, Billy segera masuk ke kamar Aura untuk mengecek keadaan keponakannya itu.


"Bung, sepertinya ada sisi positif dengan jatuhnya Aura ke kolam renang" ucap Azka.


"Ya, saya tau itu. Saya sudah menentukan tanggalnya. 22/2/2022. Dua minggu lagi, mari kita persiapkan acaranya" ucap Billy. Azkandar hanya mengangguk menyetujui nya. Keduanya harus segera menikah.


Satu minggu berlalu.


Billy dan Azka sedikit gusar, karena Aura dan Dhika tak menunjukkan sikap saling menyukai walaupun telah bersama selama satu minggu. Pernikahan keduanya akan dilangsungkan satu minggu lagi. Aura dan Dhika belum mengetahuinya juga.


"Aura, om mau ngomong sama kamu" ucap Billy.


"Iya, ada apa om?" tanya Aura.


"Pernikahan mu dan Dhika akan dilangsungkan satu minggu lagi, om harap kamu bisa mempersiapkan diri" ucap Billy.


"Om!!! Kenapa tiba-tiba gini? dan kenapa om bersikukuh banget buat ngejodohin aku sama Dhika om?!" tanya Aura yang kaget dengan pernyataan Billy.


"Ini semua juga karena kedua orang tua mu Aura, mereka menitipkan kamu ke om dan meminta om mencarikan jodoh untukmu" jelas Billy.


"Tapi om.. aku gak mau sama bos mesum itu" ucap Aura.


"Om sebenarnya juga gak mau, tapi kalau kamu gak balik ke desa membawa pasangan, kamu akan dinikahkan sama Pak Bondo, bahkan orang tuamu terancam akan mati jika kamu tidak melakukan ini" ucap Billy.


Aura tidak tau harus berkata apa, dia tidak mau dinikahkan dengan Dhika, tetapi disisi lain, dia juga tidak mau dinikahkan dengan Pak Bondo. Apalagi jika harus kehilangan kedua orang tuanya.


Disisi lain, Dhika juga terkejut mendengar pernyataan dari papa nya. Dia tidak ingin menikah dengan Aura tetapi papanya mengancam bahwa Dhika akan kehilangan harta warisannya jika dia tidak mau menikah dengan Aura.


Satu-satunya cara agar harta warisan itu dapat jatuh ke tangan Dhika adalah dengan menikahi Aura. Akhirnya dengan terpaksa, Dhika menyetujui pernikahan dan perjodohan itu dengan berat hati.