TRUE LOVE [TAMAT]

TRUE LOVE [TAMAT]
Chapter 25



Gamma mengelus punggung gadis dipelukannya yang terlihat mulai tenang.


"Mau cerita?" tanya Gamma hati-hati.


Tania mengurai pelukannya. Gadis itu menghapus airmatanya lalu mengangguk singkat.


"Luka itu kenapa?" Gamma bertanya penuh selidik.


Tania menatap Gamma dengan tatapan terkejut. "Kelihatan ya?" tanyanya polos.


"Aku udah bilang, kamu enggak bisa bohong dari aku Tan."


"Itu luka karena kemarin aku kena pukul balok sama Zara," jawab Tania jujur.


"Kemarin waktu kita pulang dari studytour, Om Reza atau papanya Zara ditemuin keracunan di taman belakang. Terus Mama sama Zara nuduh aku, padahal aku baru selesai mandi. Bu Mina belain aku, tapi Zara enggak terima. Dia ambil balok terus mau mukul Bu Mina, aku yang lihat itu langsung lari ngelindungin Bu Mina. Yaudah, balok kayu itu akhirnya kena aku."


"Terus kondisi papanya bekantan betina gimana?"tanya Gamma.


"Kritis, di rumah sakit. Zara sama Mama ngancam aku, kalau sampai terjadi hal fatal sama Om Reza mereka bakal masukin aku ke penjara."


Gamma merangkul pundak Tania, di senderkannya kepala gadis itu pada bahunya.


"Aku yakin kamu enggak salah. Pasti ada seseorang yang memang sengaja ngeracunin papanya bekantan," ucap Gamma menguatkan Tania.


"Doain aku ya, Gam. Semoga masalah ini cepat terbongkar penyebabnya. Soalnya tadi pagi udah ada polisi yang datang kerumah buat ngumpulin bukti.


Gamma mengangguk. Tanpa Tania ketahui ia tersenyum miring.


(。;_;。)


Berita kematian Reza Kezfalova menyebar di seluruh media. Reza dinyatakan meninggal pada pukul dua dini hari karena organ bagian dalamnya sudah rusak akibat dari racun yang kemarin masuk ke tubuhnya.


Polisi semakin gencar mengumpulkan barang bukti untuk mencari pelaku yang sebenarnya. Kemarin siang Tania dinyatakan tidak bersalah dalam kasus kematian Reza.


Suara rumah duka yang semula ramai dengan orang-orang yang melayat sekarang terlihat lebih sepi. Hanya ada Citra, Zara, Tania, dan Gamma.


Gamma beserta Papanya turut hadir dalam pemakaman Reza. Hal yang baru Tania ketahui hari ini, ternyata Reza merupakan salah satu karyawan di perusahan besar milik keluarga Gamma.


"Sebentar lagi dalang dari semuanya terkuak," bisik Wahyu pada putranya.


Gamma tersenyum miring. "Sebelum jam tiga sore," timpalnya.


Zara tiba-tiba berdiri dan menarik rambut Tania kasar. "PAPA GUE MENINGGAL PASTI GARA-GARA LO!"  teriak Zara murka.


Tania meringis. Belum juga sembuh luka yang kemarin, sekarang sudah akan timbul luka baru lagi.


Gamma berdiri dan menarik Zara menjauh dari Tania.


"Lo jahatin Tania, berarti lo nyicil satu langkah menuju neraka," bisik Gamma rendah pada telinga Zara.


To be continue