![TRUE LOVE [TAMAT]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/true-love--tamat-.webp)
•Maybe you think I'm happy, but you're wrong•
My Playlist: Don't watch me cry- Jorja Smith
(。;_;。)
Tania Audia, seorang gadis cantik dan berparas lugu. Sepanjang hidupnya ia belum pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, namun dia bukan anak piatu. Walaupun ia tinggal satu rumah dengan mamanya, ia tak pernah merasakan kehangatan sentuhan sang mama. Harapan terbesar dalam hidupnya adalah ia bisa merasakan pelukan sang mama.
Sejak ia dilahirkan, ia diasuh oleh asisten rumah tangga yang bernama Bu Mina. Bu Mina adalah seorang janda yang tidak memiliki anak, suaminya meninggal tidak lama setelah melangsungkan pernikahan. Bu Mina selalu menganggap Tania adalah putrinya. Oleh karena itu hidup Tania tidak terlalu kesepian, ia tidak mendapat kasih sayang dari mamanya, namun ia mendapatkan kasih sayang dari Bu Mina.
Tania adalah anak yang cerdas, sejak di sekolah dasar ia selalu mendapatkan peringkat pertama. Karena kecerdasannya Tania berhasil mendapatkan bea siswa. Banyak perlombaan yang berhasil dimenangkan Tania. Tania ingin membanggakan mamanya. Setiap ia menang lomba, dengan semangat ia akan memberitahu sang mama. Namun, bukannya respon baik yang ia terima justru bentakan dan cacian yang ia tidak harapkan keluar dari mulut mamanya.
"Ma, Tania menang lomba lagi, Ma. Ini pialanya untuk Mama," ucap Tania kecil dengan ceria lalu menyerahkan pialanya kepada sang mama.
Mamanya mengambil piala itu dari tangan mungil Tania. Kemudian dengan kejamnya ia melempar piala itu ke tembok hingga piala itu hancur.
Tania hanya bisa diam menahan tangis melihat hal yang tak asing lagi baginya. Piala dibanting, piagam dirobek, dan sertifikat lomba dibakar itu adalah hal yang selalu terjadi saat dirinya menang lomba. Namun, jika ia mendapat hadiah uang hal pertama yang mamanya lakukan adalah merebut uang tersebut.
Tania selalu dikatai cerewet oleh mamanya sejak dirinya masih kecil. Hal itu membuat Tania tumbuh menjadi gadis yang pendiam. Ia akan berbicara seperlunya kepada siapapun, kecuali kepada Mama dan Bu Mina.
"Ma, kepala Tania pusing, badan Tania juga demam," adu Tania kecil kepada sang mama.
"Lalu apa urusannya dengan saya," jawab sang mama acuh.
"Ma, teman Tania di sekolah sering cerita kalau mereka sakit pasti mama nya selalu jagain mereka, mereka kalau mau bobok juga pasti dibacain dongeng, dan mereka pasti dinyanyiin lagu..."
Tania menunduk lesu, ia menahan untuk tidak menangis. Ia tak mau mamanya melihatnya menangis. Jika ia menangis mamanya pasti akan semakin benci padanya.
"Saya ingatkan kepada kamu lagi, JANGAN PERNAH PANGGIL SAYA DENGAN SEBUTAN MAMA!!SAYA TIDAK PERNAH BERHARAP UNTUK MELAHIRKAN ANAK SEPERTI KAMU!!"
Air mata yang Tania tahan berhasil lolos. Cairan bening itu mengalir di pipi chubby gadis kecil itu.
Seakan tidak ada sesuatu yang terjadi, wanita yang Tania panggil dengan sebutan mama meninggalkannya begitu saja.
"Tuhan, kapan mama sayang sama Tania?"
(。;_;。)
Namun, semua itu perlahan berubah saat dirinya bertemu dengan seorang cowok bernama Gamma Stavano Aldebaran yang selalu ada untuknya dan selalu siap untuk melindunginya.
Gamma dengan sifat dan tingkah lakunya yang terkadang konyol selalu bisa membuat Tania tertawa. Tania selalu bisa melupakan sejenak semua masalahnya saat sedang bersama Gamma.
Ini adalah cerita Tania dan Gamma.
Bagaimana kelanjutan kisahnya? Silahkan dibaca.
(。;_;。)