![TRUE LOVE [TAMAT]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/true-love--tamat-.webp)
"Aku bingung mau ngado apa ke Mama," keluh Tania.
"Mama kamu sukanya apa?"
"Enggak tahu, Gam."
"Beliin aja sesuatu yang sekiranya bikin Mama kamu terkesan."
Tania menyetujui ucapan Gamma. Dia menarik Gamma menuju sebuah toko yang menjual berbagai fashion wanita.
(。;_;。)
Mobil Gamma berhenti di depan pagar rumah Tania. Awalnya Tania menolak untuk diantar Gamma sampai depam rumahnya, tetapi Gamma menolakmya mentah-mentah dengan alasan takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada Tania.
"Thanks for today ya,Gam."
Gamma tersenyum lalu mengelus tangan Tania. "Sama-sama. Aku harap seterusnya kita bisa selalu bersama dan bahagia kayak hari ini."
"Semoga ya. Kalau gitu aku turun dulu, kamu hati-hati pulangnya."
Tania memasuki pekarangan rumahnya. Masih banyak mobil yang terparkir di halaman rumahnya. Dengan ragu ia melangkah masuk ke dalam rumahnya.
Saat hendak menuju kamarnya, ia tidak sengaja berpapasan dengan mamanya.
"Ma, ini kado buat Mama," Tania menyerahkan sebuah kotak kecil dengan hiasan pita warna jingga.
Citra memincingkan matanya. "Kado? Saya enggak butuh kado dari kamu."
Tania menghela nafasnya berusaha untuk tidak memperdulikan ucapan mamanya.
"Terserah mau Mama apakan kado ini. Tania tahu kalau ini bukan barang mahal, tetapi Tania berharap kado ini memberi kesan untuk Mama."
Tania menyerahkan kotak tersebut kepada mamanya. Tania tahu jika mamanya menerima itu dengan terpaksa.
Tanpa menunggu respon mamanya, Tania berlalu meninggalkan mamanya yang hanya diam menatap kado pemberian Tania.
Tania tidak kembali ke kamarnya. Ia bersembunyi di balik tembok untuk melihat apa yang akan terjadi dengan kado pemberiannya itu.
Citra mengambil kado pemberian Tania dan berjalan ke tempat sampah. Dibukanya tutup tempat sampah itu dan dibuangnya kado pemberian Tania tadi. Hal itu tidak lepas dari penglihatan Tania.
Sebutir air mata menetes dari pelupuk mata Tania. Ia meringis merasakan sakit di relung hatinya. Sebegitu bencikah mamanya padanya dan apa salah dia?!.
Saat Mama sudah tidak terlihat dari pandangannya, ia kemudian berjalan ke tempat sampah tadi dan mengambil kotak kado yang dibuang mamanya tadi. Dibersihkannya kotak kado tadi dan ia bawa ke kamarnya.
"Itu kado buat Nyonya ya, Neng?" tanya Bu Mina yang melihat Tania memasuki kamar.
Tania mengangguk lemah. "Kaya tahun-tahun sebelumnya,Bu. Kadonya tadi dibuang sama Mama."
Bu Mina menghampus air mata yang mengalir di pipi majikannya itu. "Neng yang sabar aja. Semua pasti bakal indah pada waktunya."
Tania menghirup nafas panjang dan membuangnya pelan-pelan.
"Ini kadonya buat Bu Mina aja. Tadi tempat sampahnya bersih dan kadonya udah Tania bersihin."
Bu Mina menerima kotak kado itu. Sudah menjadi hal yang wajar setiap Nyonya nya ulang tahun, kado dari Tania pasti berakhir di tangannya.
Bu Mina membuka kotak kado itu membuat wajahnya sumringah karena melihat isinya. Sebuah jam tangan berwarna rose gold dengan aksen bunga mawar kecil di tengahnya.
"Neng, ini beneran untuk saya?"
"Iya, Bu. Daripada itu enggak kepake kan mubazir."
"Terimakasih banyak, Neng."
"Iya Bu, sama-sama. Tania seneng deh punya Bu Mina yang selalu ada untuk Tania."
Mereka hanyut dengan keharuan masing-masing.
(。;_;。)
Ponsel Tania berulang kali berdering saat pemiliknya sedang berada di kamar mandi.
Bu Mina mengetuk pintu kamar mandi memberitahu Tania bahwa ada telefon masuk.
"Jawab aja gapapa, Bu. Siapa tahu penting," jawab Tania dari dalam kamar mandi.
Bu Mina kemudian menjawab telefon tersebut.
"Sayang, kok lama banget sih jawab telefonnya," protes si penelfon.
Di seberang sana Gamma menggaruk tengkuknya. Dia malu.
"Jam segini Tania mandi, Bu?"
"Iya atuh, Den. Katanya tadi badannya lengket."
"Yaudah deh, nanti kalau Tania udah selesai mandinya suruh hubungin Gamma, Bu."
"Baik, Den. Nanti sama sampaikan ke si Neng."
(。;_;。)
Tania
Assalamu'alaikum
Gamma
Wa'alaikumussalam calon masa depan🤗
Udah seger badannya?
Tania
Hehe. Udah
Cie yang tadi telfonan sama Bu Mina, baperloh Bu Mina nya😅
Gamma
Cie yang lagi cemburu sama Bu Mina😝
Tania
Enggak.
Oiya tadi kenapa nelfon banyak banget?
Gamma
Oh itu, tadi mamanya Angel tiba-tiba telfon aku. Minta tolong besok pulsek suruh bantuin bujuk Angel buat kemo.
Tania
Yaudah, cuma bantu bujukin kan? Bantuin lah. Kasian Angel kalau dia enggak di kemo.
Gamma
Aku mau aja sih bantu bujuk Angel. Tapi kamu besok harus ikut aku juga. Aku enggak mau pergi sendirian.
Tania
Angela butuhnya kamu, Gam.
Gamma
Tapi aku enggak mau bujukin dia sendirian. Besok kamu harus ikut.
Tania
😓
Yaudah iya.
Gamma
Terimakasih My cuties girlfriend🖤
Tania
Terimakasih kembali My protective boy💜
(。;_;。)
Terimakasih sudah membaca TL. Semoga kalian suka dengan chapter ini.
Lv u