![TRUE LOVE [TAMAT]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/true-love--tamat-.webp)
(。;_;。)
"Lepasin, gue udah punya cewek yang jauh lebih baik dari lo," ujar Gamma sambil mendorong perempuan yang tiba-tiba memeluknya.
Perempuan itu bernama Angela, gadis yang dulu selalu menemani Gamma disaat kehilangan seseorang. Dan Angela satu-satunya orang yang berhasil menarik Gamma dari zona keterpurukan disaat keluarga Gamma sendiri pun tidak bisa menarik Gamma saat itu.
Angela adalah teman Gamma sejak SD hingga kelas satu SMP. Bisa dibilang dia adalah cinta pertama Gamma.
Namun, pada saat menjelang kenaikan kelas Angela tiba-tiba menghilang dari hidup Gamma. Tanpa memberi tahu Gamma, gadis itu pergi ke Jerman untuk mengikuti suatu kursus.
Gamma menjadi uring-uringan sejak kepergian Angela. Oleh karena itu, akhirnya Wahyu memutuskan untuk menyekolahkan Gamma ke Los Angeles supaya anaknya itu bisa melupakan kenangannya dengan Angela di Indonesia.
"I miss you so much, Gam," ucap Angela sambil memegang tangan Gamma.
Gamma menepis tangan Angela. "Apa menurut lo setelah lo pergi ninggalin gue tanpa pamit gue akan baik-baik aja saat itu? Lo mikir dong gimana perasaan gue."
"Aku minta maaf udah ninggalin kamu waktu itu."
Gamma tersenyum miring, "Enggak guna, Ngel. Jujur lo udah enggak berarti di hidup gue. Lupain yang dulu karena gue udah bahagia sama perempuan yang gue sayang."
"Aku yakin perempuan itu enggak lebih baik dari aku," kata Angela.
Gamma menunjuk muka Angela. "Dia jauh lebih baik dari pada lo," Gamma menekankan setiap kata yang ia ucapkan.
Angela diam tak merespon, hatinya bagai tertusuk ribuan duri. Gamma nya yang dulu sudah berubah. Dirinya sadar kalau memang dirinya lah yang salah karena sudah meninggalkan Gamma tanpa penjelasan.
(。;_;。)
Setelah pergi meninggalkan Angela yang kehabisan kata, Gamma segera mencari keberadaan Tania.
Seperti dugaan Gamma, gadisnya saat ini sedang duduk jongkok dan fokus memilih-milih buku di rak paling bawah.
"Fokus banget nyari bukunya," ucap Gamma berdiri di belakang Tania sambil salah satu tangannya menumpu di rak.
Tania mendongak. "Kamu udah selesai?"
Gamma jongkok untuk sedikit mensejajarkan tingginya dengan Tania. "Udah, buruan lo pilih semua buku yang lo mau beli!"
Tania mengambil satu buku kemudian ditunjukkannya pada Gamma. "Nih udah, yuk ke kasir."
Gamma memincingkan matanya. "Lo beli satu doang, Beb?" tanya nya.
Tania mengangguk polos. "Iya, aku mau hemat. Sebentar lagi mama ulang tahun, aku mau beli kado buat mama."
"Beb, lo itu kalau pergi sama gue ambil aja semua yang lo pengen. Pacar lo itu kaya, manfaatin lah sekali-kali."
"Enggak, aku bukan tipe cewek yang kayak gitu. Udah ayo ke kasir, katanya tadi mau makan siang," ucap Tania lalu menatik tangan Gamma menuju kasir.
"Gue enggak bakal mau pulang kalau lo cuma beli satu buku, buruan ambil lagi enggak usah bandel!!" suruh Gamma lalu mendorong punggung Tania kembali ke deretan rak yang menyimpan buku-buku tentang remaja.
Dengan paksaan dan desakan dari Gamma, Tania hanya mengalah. Gamma mengambil semua buku teenfiction yang masih baru-baru terbit.
"Nih, ambil semua. Halu deh lo sepuasnya. Udah punya pacar kayak di novel-novel masih aja baca yang begituan," ujar Gamma sambil menyerahkan 2 novel pada Tania. Dia sendiri sudah membawa sekitar 7 buah novel untuk Tania.
"Yang bener aja kamu beli segini banyak, aku ini aja udah lebih dari cukup," ucap Tania sambil menunjukkan 3 novel yang dia pegang.
"Alah enggak apa-apa, sekali-kali gue nyenengin lo," jawab Gamma seraya satu tangannya yang menganggur merangkul Tania kembali ke kasir.
"Dasar kepala batu!" maki Tania.
"I love you too," jawab Gamma santai.
Saat di kasir,seorang petugas kasir memandang mereka berdua dengan pandangan bertanya. Mungkin petugas kasir itu merasa tidak yakin kepada mereka berdua.
"Mbak, jangan ngelihatin kita dong, nanti kalau mbak nya baper saya enggak mau tanggung jawab," ucap Gamma menegur sang petugas kasir.
Mbak-mbak kasir pun mengerjapkan matanya. "Ini semua bukunya mau dibeli kak?" tanya nya pada Gamma.
"Iya, semua ini dijadikan satu aja," jawab Gamma sambil menunjuk tumpukan bukunya dan Tania.
"Total semuanya Rp 2.150.000 kak," ucap si petugas kasir itu.
Tania membelakkan matanya tidak percaya, yang benar saja total semuanya lebih dari dua juta. Dirinya tak habis pikir dengan isi otak Gamma.
"Gam, punyaku dibalikin lagi aja deh," ucap Tania berbisik.
Gamma tak menghiraukan ucapan gadis yang berdiri di sampingnya. Ia malah menyerahkan black card nya kepada petugas kasir.
Tania menatap Gamma tidak terima. Gamma membalas tatapan Tania kemudian mengerlingkan sebelah matanya.
(。;_;。)
Seperti yang mereka sepakati, setelah selesai membeli buku mereka akan pergi makan siang bersama.
Gamma awalnya mengajak Tania ke sebuah restaurant Jepang yang sangat terkenal di kalangan anak muda. Namun, gadis itu menolak untuk makan siang disana. Dia lebih memilih untuk makan siang di pinggir jalan.
"Terus kalau di pinggir jalan, lo mau makan, Beb?" tanya pada Tania.
"Kayaknya bakso yang ada di seberang halte itu enak deh," jawab Tania.
"Oke, kalau gitu kita langsung kesana aja."
Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di sebuah kedai bakso di seberang halte. Gamma menyuruh Tania untuk mencari tempat duduk, sedangkan dirinya memesan bakso kepada penjual.
Tania merasa ada yang sedikit aneh dengan Gamma. Sejak keluar dari toko buku tadi Gamma menjadi lebih banyak diam. Biasanya kalau sudah berdua dengan Tania, cowok itu akan mengeluarkan kata-kata gombalan untuk membuat pipi Tania memerah.
"Kamu lagi ada masalah?" tanya Tania sambil menggenggam tangan Gamma.
Gamma menghembuskan nafasnya lalu menatap Tania. "Enggak kok, aku baik-baik aja," jawabnya.
"Kalau ada sesuatu yang terjadi sama kamu, kamu bilang ya ke aku," ucap Tania lalu tersenyum tipis.
Gamma mengangguk. "Iya, Sayang."
(。;_;。)