![TRUE LOVE [TAMAT]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/true-love--tamat-.webp)
Keadaan taman belakang rumah Tania terlihat penuh dengan pernak-pernik pesta ulang tahun. Hari ini adalah hari ulang tahun Citra--mama Tania.
"Saya beri peringatan ke kamu, jangan pernah kamu muncul di acara saya. Saya enggak mau nanggung malu karena keberadaan kamu," ucap Citra yang entah kapan sudah berada di belakang Tania.
Tania memutar tubuhnya. "Baiklah kalau itu mau Mama," jawabnya lalu berlalu meinggalkan Citra.
Citra mengepalkan tangannya. "Sudah berani dia melawanku,"
Tania membaca sebuah pesan yang baru saja masuk ke ponselnya.
Gamma
Jalan-jalan kuy😍
Tania
Pengen tapi mager😌
Gamma
Aku otw ya
Tania
Mau kemana?
Gamma
Hati kamu, sayang😘
Tania
🤢
Gamma
Siap-siap gih. Aku bentar lagi sampai di rumah kamu
Tania
Jangan!!! Bahaya kalau kamu ke rumah. Ketemu di taman ujung komplek aja
Gamma
Yahh:((
Yaudah ketemu di sana aja
See u, bby.
Tania segera bergegas mengganti bajunya. Kaos oversize warna putih dipadukan dengan ripped jeans membuat penampilan Tania terlihat sangat casual.
Gadis itu menghampiri Bu Mina yang sedang berkutat di dapur.
"Bu, Tania pamit mau pergi sama Gamma," ucapnya lalu mencium telapak tangan Bu Mina.
"Hati-hati, Neng."
Saat di ruang tamu, ia berpapasan dengan Zara yang sedang kesusahan membawa beberapa pernak-pernik pesta. Tania hanya menatap Zara yang kesusahan tanpa berniat untuk membantu.
"Heh, anak pembantu! Bantuin gue, jangan cuma ngelihatin doang!!"
"Jangan minta bantuan aku. Aku buru-buru mau pergi, lain kali aja aku bantuin kamu," Tania sedikit menggeser tubuh Zara yang menutupi jalan.
Zara menghentakkan kakinya kesal akibat jawaban Tania. "Tania fucek!!" makinya yang masih dapat didengar oleh Tania.
Sampainya di taman, ia melihat mobil Gamma sudah terparkir di bawah pohon jambu.
"Hai, udah lama nunggu?" tanya Tania membuka pintu mobil Gamma.
"Hai, baru aja aku nyampe."
Tania memasang sabuk pengamannya.
"Mau kemana nih kita?" tanya Gamma.
"Mama hari ini ulang tahun. Temenin aku cari kado buat mama ya," jawab Tania.
"Okey, sayang."
Mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota yang cukup padat. Lagu i love you 3000 mengalun merdu diikuti dengan suara Gamma yang ikut bernyanyi.
Tania tersenyum mendengar suara indah Gamma. "Suara kamu bagus," pujinya.
Satu tangan Gamma yang tidak ia gunakan untuk menyetir di tautkan pada tangan Tania. "I love you, Sayang."
Tania tersipu, malu-malu ia menjawab, "I love you more, Sayang."
Gamma reflek menghentikan mobilnya, tubuhnya ia putar menghadap Tania. "Bilang apa tadi? Ulang dong, aku enggak denger."
"Aku sayang sama kamu," jawab Tania berbisik.
"Yang kata terakhir tadi kamu manggil aku apa?"
"Sayang,"
"Wowww, akhirnya kata itu keluar dari mulut kamu."
Tania merasa ada yang berbeda dengan Gamma. "Aku baru sadar aku pakai aku-kamu."
Gamma terkekeh. "Biar romantis."
(。;_;。)
Tania menengok ke sekitarnya, memperhatikan deretan toko-toko yang berjejer.
"Bingung."
"Yaudah kalau kamu bingung, kita makan dulu. Aku laper," Gamma menuntun Tania masuk ke sebuah restaurant Jepang.
Seorang pelayan menghampiri keduanya. Menyerahkan sebuah buku menu.
Gamma menunjuk beberapa menu yang menjadi kesukaannya.
"Sayang, kamu mau pesen ap?" tanyanya pada Tania.
"Samain aja sama kamu."
Pelayan tadi mencatat seluruh pesanan Gamma dan menyuruh untuk menunggu sebentar.
"Sayang, aku ke toilet bentar ya," pamit Gamma.
Beberap menit kemudian terdengar bisikan-bisikan dari pengunjung restaurant. Arah pandang mereka semua sama, yaitu pada panggung.
Seorang laki-laki yang bentuk tubuhnya sangat tidak asing bagi Tania sedang duduk di sana sambil memangku sebuah gitar.
"Untuk seseorang yang sedang duduk di meja nomer lima, aku persembahkan satu lagu spesial untuk kamu. Lagu yang menggambarkan isi hati aku ke kamu. Tania Ayudia, aku sayang kamu," ucap laki-laki itu, yang tidak lain adalah Gamma.
Tania tersenyum haru.
Sinar gitar mulai di petik. Gamma membenarkan posisi duduknya.
***
Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt, suddenly goes away somehow
One step closer
I have died everyday, waiting for you
Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything, take away
What's standing in front of me
Every breath, every hour has come to this
One step closer
I have died everyday, waiting for you
Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
And all along I believed, I would find you
Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years
***
Gamma mengakhiri aksinya dan disambut tepuk tangan dari seluruh pengunjung restaurant.
Gamma mengembalikan gitar yang tadi ia pinjam lalu kembali menghampiri Tania. Ia merogoh saku jaket hitamnya.
"Happy satu bulan jadian, Sayang," ia mengeluarkan sebuah kalung perak dengan liontin berbentuk kupu-kupu.
Tania menatap Gamma tak percaya. Ia merasa malu karena lupa kalau hari ini adalah tanggal jadian mereka.
Gamma memasangkan kalung itu pada leher Tania. "Indah," pujinya menatap kalung itu tergantung pada leher kekasihnya.
"Makasih, aku bahagia bisa deket sama kamu. Enggak ada bosannya aku nersyukur sama Tuhan karena udah mempertemukan aku sama kamu," Tania meneteskan air mata bahagianya.
"Begitu juga aku. Kamu adalah salah satu anugerah terindah yang Tuhan kasih buat aku. " Gamma mendekatkan badannya pada Tania. "Boleh aku cium kening kamu?" tanyanya hati-hati.
Tania mengangguk.
Dengan persetujuan Tania, Gamma menempelkan bibirnya pada kening kekasihnya itu.
Kebahagian menyelimuti keduanya. Hingga mereka berdua tidak menyadari banyak orang yang merasa iri dengan kemesraan mereka.
(。;_;。)
Lv u all.