
Saat sekolah selesai ke empat sahabat itu berjalan sejajar untuk keluar gerbang.
"Eh ta nanti sore kita bertiga mau ke rumah loe." kata Lisa dan di angguki Dona dan Vita.
"Lah?ngapain ke rumah gue?."tanya lista bingung.
"Mau introgasi loe." jawab Lisa
"Et dah emang gue berbuat kejahatan?."tanya lista bingung.
"Iya loe jahat loe pasti udah sembunyiin sesuatu kan dari kita?."tanya Vita.
Iss kenapa mereka tau sih.batin lista.
"Engga ko gue ngga nyembunyiin apa" dari kalian." jawab lista berbohong.
"gausah boong loe keliatan banget kalo loe lagi boong." kata Dona.
"Udah lah terserah kalian gue pulang dulu." ucap lista lalu berlalu pergi meninggalkan sahabat nya.
"Nah kan aneh banget tu anak jadi makin yakin gue kalo dia nyembunyiin sesuatu dari kita."kata Lisa dan yang lain mengangguk.
Mereka bertiga pun pergi pulang kerumah mereka masing".
sore hari pun tiba Lisa,Vita dan Dona sudah berkumpul di tempat yang mereka janjikan untuk pergi bersama ke rumah lista.
mereka menuju rumah lista dengan mengendarai mobil milik Lisa.
"Asalamu'alaikum Tante." ucap Lisa saat mama lista yang membuka pintu.
"Waalaikumsalam ehh kalian." jawab mama lista
"Iya Tante lista nya ada?."tanya lisa
"ada di kamar sana masuk saja." jawab mama lista.
"Makasih Tante."jawab mereka bertiga.
Ceklek...pintu kamar lista terbuka.
"Woy lah sopan dikit Napa kalo masuk ketok pintu dulu." ucap lista menggerutu kesal karena sahabat nya.
"Maap"kata Lisa nyengir seolah tanpa dosa.
"Kalian beneran mau introgasi gue?."tanya lista dan mereka mengangguk.
mereka pun duduk di ranjang king size milik lista.
"Chalista Agatha kalo gue tanya loe harus jawab jujur ngga boleh ada kebohongan sedikit pun di sini." kata Lisa.
"Eh lah ko jadi menegangkan gini si." kata lista menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
ketiga sahabat nya pun merubah ekspresi wajah nya menjadi serius.
"Loe suka kan sama ka Rifan." tanya lisa.
Hehh ko mereka tau?. batin lista
namun ia buru" menggeleng.
"E...engga ko." jawab lista gugup.
"Gausah boong lista loe tuh keliatan banget kalo lagi boong." kata Vita.
aduhh gue harus jawab apa yah.batin lista merasa bingung.
"Yaelah Lis kalo loe suka sama ka Rifan juga ngga papa kali." kata Lisa.
bukan nya menjawab lista malah memeluk Lisa
"Hiks...hiks..."Isak lista
sontak ketiga sahabat nya bingung karena tingkah lista.
"Eh Lis loe Napa nangis?."tanya lisa saat lista memeluk nya.
"Hiks...iya jujur gue suka sama ka Rifan itu emang bener hiks...tapi gu..gue sadar diri ko gue siapa..."ucap lista di sela" tangis nya.
ketiga sahabat nya pun mengelus punggung lista berusaha menenang kan diri nya.
"Astaga lista sayang loe ngga usah insecure gitu donk loe tuh cantik loe tuh ceria." kata Lisa menguraikan pelukan nya.
"Ta...tapi kata ka Amel ka Rifan tuh punya dia." jawab lista masih menangis.
"Aelah Mak lampir gitu gausah di anggap serius kali." Vita menimpali.
"Iya Lis kalo loe suka sama ka Rifan kita dukung ko." kata Dona dan di angguki oleh Lisa dan Vita.
"Ehh mana lista yang gue kenal?ini bukan lista yang gue kenal dehh setau gue tuh lista pemberani bobrok nya alaihim gambreng dan ngga pernah nangis gini." kata Lisa
lista pun segera menghapus air mata nya.
"Trs gue harus gimana?."tanya lista pada ketiga sahabat nya.
"Ya kalo loe sayang perjuangin lah" jawab Lisa.
"Huh iya bener kata loe gue harus perjuangin cinta gue walopun pasti susah tapi gue bakal berjuang." kata lista sambil menghapus sisa air mata nya.
"Nah gitu donk ini lista yang gue kenal."kata Lisa.
dan lista tertawa kecil.
"Makasih yah kalian selalu ada buat gue." kata lista
"Sama"."jawab ketiga sahabat nya bersamaan.
mereka pun berpelukan ada rasa sayang di antara mereka seperti kepada saudara sendiri mereka bersahabat sudah sejak kelas 1 SMA sampai saat ini jadi mereka tau rasa nya melewati susah dan senang bersama sama.
"Udah yah introgasi kita selesai udah terjawab dan lista ngaku kalo dia suka sama ka Rifan." ucap Lisa mengurai kan pelukan.
Wajah lista merah merona saat mendengar kalau diri nya suka pada si ketos.
"Ihh kalian apa"an si." kesal lista.
"Ehh Adek kita malu gaes." kata Lisa tertawa renyah.
mendengar Adek lista melotot kan mata nya memang dia yang paling muda tapi ia tidak mau di panggil Adek.
"Apa an si kalian mentang" gue paling muda jadi di panggil Adek?."kesal lista.
"Iya emang loe Adek kita dan kita janji bakal jagain loe." kata Vita.
"Iya gue Adek dan kalian semua Kaka ngga da akhlak." kata lista.
mereka pun tertawa bersama sama di kamar lista.
Jangan lupa tinggalkan jejak ❤️.