TRUE LOVE.

TRUE LOVE.
Berubah.



seperti biasa pagi hari lista berangkat sekolah bersama ke tiga sahabat nya namun berbeda karena hari ini ia nampak murung.


"Lis?." panggil Lisa.


"Hm?." jawab lista


"Loe kenapa?." tanya Lisa penasaran.


"Gapapa." jawab singkat.


"Gue duluan." lista lalu berlalu berjalan cepat di depan sahabat nya.


"Tu bocah Kenapa yah? ko aneh gitu?." heran Vita dan Lisa hanya geleng" tak tau.


"Mungkin dia mau ke ka Rifan? dia kan masih jadi asisten nya." kata Dona.


"positif thingking ajh mungkin emng gitu."


lista berjalan sendirian di lorong sekolah dengan tatapan kosong dan entah apa yang ada di pikiran nya saat ini.


"Lista." panggil seseorang dari belakang.


lista membalikkan badannya dan menatap orang itu.


"Iy kenapa ka?." tanya lista tanpa senyum kepada orang itu yang tak lain adalah Rifan.


'Dia kenapa yah?.' batin Rifan.


"Loe kenapa?." tanya Rifan dingin.


"Gapapa." jawab singkat.


"Kaka butuh sesuatu?." tanya lista dan Rifan menggeleng.


"Ya sudah." lista hendak melenggang pergi namun di tahan tangan nya oleh Rifan.


"Loe kenapa." tanya Rifan datar" saja.


"Lepas ka lista gapapa ko." jawab lista tidak menatap Rifan.


"Ngga mungkin loe ngga papa jelasin ke gue loe kenapa? loe masih tanggung jawab gue." tegas Rifan menatap lista.


"Kaka pikir sendiri." ucap lista lalu melepaskan tangan Rifan dan pergi begitu saja.


"Pikir sendiri?." skrng Rifan yang loading.


"Fan." panggil yoga menepuk pundak Rifan.


"Apa." ketus Rifan.


"Kenapa loe??" tanya yoga.


"Lista ko berubah yah?."


"Berubah gimana maksud loe?." yoga tidak mengerti.


"Jadi cuek gitu biasa nya kan ngga gitu ke gue." jawab Rifan.


"Loe apain dia kemaren?." tanya yoga.


"Ngga gue apa"in." jawab Rifan.


"Udah lah mungkin lista lagi PMS jadi gitu."


"Mungkin yah." Rifan mengangguk angguk.


.


.


.


"Lis..." panggil Lisa memegang tangan lista.


"Iya?." jawab lista.


"loe kenapa? kalo loe ada masalah sini cerita sama gue." tanya Lisa.


"Gue gapapa ko." jawab lista.


Lisa menatap mata lista dan menemukan kebohongan di sana.


"Loe jangan boong Lis gue tau loe lagi ada masalah." ucap Lisa lembut.


Bruk.....


lista memeluk sahabat nya itu dan kenangis di pelukan Lisa.


"Lis loe kenapa?." semua sahabat nya menjadi panik.


"Hiks...hiks...hiks...ka Rifan jahat." kata lista di sela tangis nya.


"Kemaren Lis." lirih lista dan semua sahabat nya langsung paham dengan itu.


"abis itu ka Rifan bilang apa?." tanya Lisa.


"Ka Rifan bilang dia lakuin itu karena cuma pengin lindungin gue dari ia Bobi gara" gue cuma asisten nya." tangis lista semakin menjadi jadi.


"Wahhh parah si ka Rifan ngga akan gue biarin dia mentang" loe asisten nya dia jadi gampang mainin perasaan loe." Lisa sudah greget dengan apa yang di dengar.


"loe tenang ajh Lis nanti gue bilang sama ka Rifan." Lisa mencoba menenangkan lista.


"Jangan Lis jangan." cegah lista.


"Lista loe gausah takut yah." Vita mencoba menenangkan lista.


"Tapiii."


"Gausah pake tapi"an lista." lembut Lisa.


pelajaran berlangsung hingga tak terasa jam istirahat sudah tiba.


"Ka Rifan." panggil Lisa.


Rifan berbalik badan dan menatap bingung ke arah Lisa yang wajah nya sudah di penuhi amarah.


"Kenapa?." tanya Rifan mengangkat satu alis nya.


"Ka Rifan jahat." ketus Lisa.


"Gue? jahat? gue jahat apa nya?." tanya Rifan bingung.


"Ka rifan apain lista?." tanya Lisa.


"Gue ga apa"in lista ko." jawab Rifan.


"Bohong!." ketus Lisa.


"Emang kemaren loe apa in lista?." bisik yoga.


Rifan memutar bola matanya malas dia ingat betul apa yang ia lakukan kemaren kepada lista.


"Ohh itu." dengan enteng nya ia mengatakan itu kepada Lisa.


"Gue cium kening,pipi,sama bibir nya trs gue peluk pinggang nya." jelas Rifan santai membuat yoga melongo bukan main.


"Terus ka Rifan bilang apa ke lista?." tanya Lisa penuh penekanan.


"Gue bilang gue lakuin itu biar dia selamat dari Bobi karena dia asisten gue jadi dia tanggung jawab gue." tutur nya membuat yoga merubah raut wajah nya menjadi kesal.


"Ka Rifan jahat!." sentak Lisa.


"Lista nangis gara" Kaka dan sekarang gue ngga ijinin lista jadi asisten Kaka lagi." lanjut Lisa.


"eh loe siapa nya lista?." Rifan sudah hampir kehabisan stok sabar nya.


"Gue sahabat rasa Kaka nya lista." jawab Lisa percaya diri.


"Dasar cowok playboy ngga pernah ngerti perasaan cewe." Lisa nampak meremeh kan Rifan.


ia pun pergi meninggalkan mereka berdua.


"Emang gue salah?." tanya Rifan kepada yoga.


"Loe salah bro." jawab yoga kesal.


"Loe ikut kesel?." tanya rifan.


"Iya lah cewe mana yang ngga baper di gitu in sama loe dan se enak jidat nya loe bilang gara" dia asisten loe jadi loe lakuin itu." tutur yoga.


"Tapi gue bener kan?." heran Rifan.


"Loe salah bro loe harus minta maaf sama lista." jawab yoga.


"Ngga lah ngapain gue minta maap gue kan ngga salah." cletuk Rifan.


"Terserah loe tapi loe tetep salah di mata gue." jelas yoga.


sekarang tinggal Rifan sendiri di lorong sekolah.


Ia mengusap kasar wajah nya merasa paling benar tapi nyata nya ia yang salah.


.


.


.


.


Hayy Readers tersayang ❤️.jangan lupa like,vote,and komen yahh❤️.