TRUE LOVE.

TRUE LOVE.
SUDAH LAH.



saat lista keluar dari kamar mandi ia berlari menuju kelas nya.


di kelas teman" nya nampak khawatir pada lista.


saat lista masuk semua teman nya melontar kan pertanyaan bertubi tubi pada lista.


"Ehh Lis loe ngga papa?."tanya Vita.


"Udah lah gue gapapa ko."jawab Lisa di buat se santai mungkin ia tak mau teman" nya ikut sedih karena nya.


ia juga tak mau terlalu larut dalam kesedihan nya itu.


"Beneran loe nggapapa?."tanya lisa penasaran.


"Hiss gue nggapapa ko beneran."jawab Lisa dengan senyum palsu nya.


jam istirahat pun berakhir dan guru mereka masuk ke kelas.


mereka belajar dengan giat dan setelah guru selesai mengajar sampai lah waktu istirahat kedua.


semua siswa berlari ke sana kemari ada yang ke kantin ada yang ke taman sekolah lalu ada juga yang diam di kelas.


"Ehh Lis ke kantin yu."ajak Lisa pada lista lalu lista mengangguk.


saat di jalan lista nampak baik"saja ia juga tersenyum ria seperti biasa ny.


namun ia berpapasan dengan Rifan sang ketos dingin bin nyebelin.


"Lista."panggil Rifan.


ia pun memberi kode pada teman"lista agar meninggalkan mereka berdua dulu dan teman"lista mengerti dan langsung meninggal kan mereka berdua.


"Ehh ka Rifan?.kenapa ka?."tanya lista seolah tak terjadi apa"


sifat Rifan memang dingin ia tidak mudah untuk bergaul dengan lawan jenis nya namun entah mengapa berbeda dengan lista tapi Rifan hanya diam dan tak membicarakan hal itu.


"Loe nggapapa?."tanya Rifan


"Gue gapapa ko ka." jawab lista santai padahal jantung nya tak karuan saat berhadapan dengan Rifan.


"ko loe kaya ngindarin gue gitu sih?"tanya Rifan heran.


"E...engga ko ka."jawab lista gugup.


"Loe gausah ambil hati yang Amel bilang tadi yah gue juga simpati sama loe jadi gue belain loe karna gue bukan pacar nya Amel dan gue belain yang menurut gue bener."jelas Rifan.


deg...deg...deg...hati lista seakan hancur berlebur lebur mendengar hal itu.


"Sudah lah ka gue gapapa kok yaudah yah gue nusul temen"gue dulu."ucap lista lalu berlalu meninggalkan Rifan di sana.


"Aneh."gumam Rifan.


"Ehh Lis loe Napa?."tanya lisa penasaran.


"Engga ko gue gapapa."jawab lista di buat setenang mungkin.


Enggak gue ngga percaya kalo ni anak baik"ajh pasti ada yang dia sembunyiin dari gue. batin Lisa


memang benar di antara Dona dan Vita Lisa lah yang paling dekat dengan lista jadi Lisa yang paling tau tentang sifat lista.


"Beneran loe ngga papa?." tanya lisa sekali lagi.


"Iya gue gapapa."jawab lista lalu tersenyum palsu.


Lisa yang melihat itu semakin curiga dengan gelagat sahabat karib nya.


lista memang selalu humoris jadi kalau dia diam saja itu pasti membuat teman" nya bingung seperti sekarang ini.


namun lista tetap berusaha untuk tersenyum walaupun dada nya sudah sangat sesak menahan tangis karena yang ia pikir adalah cinta namun itu salah karena hanya bertepuk sebelah tangan saja.


Loe jahat ka kenapa loe ngasih harapan sebesar ini sama gue kalo loe ngga punya perasaan apa pun sama gue.


batin Lista sambil terus berjalan menuju kelas nya.


"Eh lista kenapa sih ko aneh gitu?." tanya Dona pada Lisa


"Iya gatau tu anak jadi gitu yah?."Vita yang menjawab.


"Iya padahal kan tadi sebelum ke kantin dia senyum trs ketemu ka Rifan jadi gitu." jawab Lisa


lalu Dona dan Vita mendelik seakan tau kalau lista sedang menyukai Rifan.


"Jangan"?."kata Vita


"Jangan"?."lanjut Dona.


"Jangan"?."lanjut Lisa.


"Jangan"lista suka sama ka Rifan!!."pekik ketiga gadis dengan sepemikiran itu.


"Aduh kasian banget lista gue jadi gitu gara" ka Rifan."ucap Lisa.


"hehh dia juga lista nya kita woyy." kata Vita lalu di angguki Dona.


"Iya deh iya dia lista nya kita bertiga jadi kita jaga dia bareng"."kata lisa.


memang mereka seumuran tapi lista yang paling muda dan yang paling bobrok tentu nya.


usia mereka di tahun yang sama namun hanya bulan yang membedakan nya.