
Ting...Ting...Ting...bel pulang sudah berbunyi dan semua siswa lalu lalang untuk pulang ke rumah masing".
Klunting...sebuah pesan masuk ke hp lista dan itu dari Rifan. yah memang mereka berdua sengaja bertukar nomor telepon untuk memudahkan komunikasi.
"Lis pulang sekolah temuin gue di taman belakang sekolah." isi pesan dari Rifan.
"*Maaf ka lista harus pulang sama temen"." balas lista.
"Sebentar ajh ada yang pengin gue omongin ke loe." Rifan tidak mau di bantah*.
lista hanya membaca pesan tersebut tanpa membalas nya.
"Lis gue pergi dulu ada urusan." lista pamit untuk pergi menemui Rifan di tempat yang sudah mereka sepakati.
"Loe mau kemana? gue temenin yah?." tawar lisa.
"Gausah kalian pulang sendiri ajh gue gapapa ko nanti pulang sendiri." kata lista dan ia meninggalkan sahabat nya untuk pergi.
klak..klak...Klak...lista melangkah cepat menuju taman belakang sekolah.
di lihat nya Rifan yang sudah menunggu di kursi taman di bawah pohon rindang.
'Tumben ngga sama ka yoga.' batin lista.
"ka." panggil lista.
"Udah Dateng." Rifan lembut menatap lista.
"Kaka mau ngmng apa? lista ngga bisa lama"." tanya lista tanpa menatap Rifan.
"Duduk." rifan mempersilahkan lista untuk duduk.
"Gausah ka udah cepet mau ngmng apa?."
"Duduk dulu." Rifan memegang bahu lista dan mendudukkan nya di kursi taman.
"Loe kenapa?." tanya Rifan lembut.
"Lista ngga papa." jawab lista singkat.
"Loe baper." tanya rifan yang mana membuat lista spontan menatap nya tajam.
"Ngga ko lista ngga baper." lista buru" mengalihkan pandangan nya.
"Jujur gue blm ada rasa sama loe dan yang gue lakuin kemaren itu cuma buat ngelindungin loe." tutur Rifan.
Tes!!!. satu cairan bening lolos dari mata lentik nya.
"I iya lista tau ka." kata lista dengan air mata yang sudah menganak sungai.
"Lista." lirih Rifan memegang pipi lista agar ia menatap nya.
"Sekarang emang gue blm ada rasa tapi bukan berarti engga akan kan?." tutur Rifan.
Lista menatap teduh wajah Rifan memang terlihat ketulusan di wajah nya.
"Tapi lista kecewa sama Kaka kenapa kemarin rebut first kiss lista". tanya lista polos.
"Gue udah bilang lakuin itu biar loe ngga di ganggu Bobi." jawab lista.
"Sampe sekarang loe masih asisten gue dan sampe seterus nya." jelas Rifan.
"Ngga ka lista ngga mau." lista tanpa menatap Rifan.
"Jujur hari ini ngerasa beda tanpa loe biasa nya loe yang pesenin gue makanan tapi hari ini engga." tutur Rifan sedih.
"Engga ka lista cape hati lista sakit dan Kaka pasti bakal lama suka sama lista dan ngga mungkin juga kan selama lama nya cinta lista bertepuk sebelah tangan?." jawab lista menangis sesenggukan.
"Liss." lirih Rifan memegang tangan lista.
"Tolong lahh Lis gue beneran ngerasa sepi kalo ngga ada loe." mohon Rifan.
"Gapapa ka lista ngga papa ko dan lista bakalan berenti suka sama Kaka." sekali lagi ia memperlihat kan senyum palsu nya.
"Kaka pasti lebih suka sama yang dewasa seumuran Kaka kan? Kaya ka Amel? lista tau lista ngga bisa nandingin ka amel." lanjut nya lagi.
"****!!! ngga Lis sama sekali ngga gitu." bantah Rifan.
"Ya udah ngga ada lagi kan yang Kaka mau omongin?." tanya lista.
"Maafin gue Lis." lirih Rifan menangkup pipi lista dan mengelap air mata nya.
"Kaka ngga perlu perhatian sama lista nanti lista jadi tambah baper gimana? repot kan?." lista berusaha mengalihkan pandangan nya.
"Loe masih jadi asisten gue kan? gue mohon." mohon Rifan.
"Engga ka skrng lista mau belajar lupain rasa cinta lista ke ka Rifan." jawab lista.
"Skrng lista pamit yah lista mau pulang." kata lista.
"Gue anter Lis." pinta Rifan mencegah tangan lista.
"Gausah ka lista bisa sendiri." tolak lista.
"Gue ga Nerima penolakan." bantah rifan langsung membawa lista keluar area taman.
"naik." titah Rifan.
mau tak mau lista menurut dan naik motor Rifan.
'Ya tuhan kenapa saat aku ingin melupakan nya dia justru datang dan justru lebih perhatian seperti ini?.' batin lista.
"Lis pegangan." pinta Rifan
ragu" lista memegang jaket Rifan.
"Kaku amat." gerutu Rifan ia mencari tangan lista dan menarik nya agar berpegangan pada pinggang nya.
"Gini yah yang kenceng takut loe jatoh." kata Rifan.
"Buat kemarin gue minta maaf yah gue pengin loe selalu sama gue maka dari itu gue bikin loe jadi asisten gue." ucap Rifan saat lista memeluk nya dari belakang.
(Masih di motor ya Readers!!!)
"Gapapa ka lista tau ko lista cuma asisten." lista tersenyum kecut.
"Oke besok gue jemput berangkat sekolah." ucap Rifan.
"Gausah ka lista bisa sendiri." tolak lista.
"Udah gue bilang berkali kali gue ngga Nerima penolakan." Rifan mengubah raut wajah nya menjadi tegas menatap spion untuk menatap lista.
"Hmmm." lista hanya mendehem.
.
.
.
.
.
like,vote,komen Jan lupa ya Readers ❤️.