TRUE LOVE.

TRUE LOVE.
Pertemuan dua mama



di sebuah pusat perbelanjaan mama Widia sedang berbelanja untuk kebutuhan rumah tangga nya.


"Emm lista suka brokoli jadi beli brokoli ajh kali yah." entah pada siapa mama Widia bicara.


mama Widia berjalan dengan melihat samping mencari brokoli tanpa melihat arah depan nya dan...


Brukh... mama Widia menabrak seseorang.


"Ehh maaf Bu maaf." panik mama Widia memungut belanjaan orang tersebut.


"Ehh iya Bu gapapa." jawab seseorang tersebut.


kedua nya berdiri kembali dan saling berhadapan.


'Seperti nya aku pernah melihat orang ini.' batin mama Widia.


'Seperti tidak asing.' batin orang tersebut.


"Widia?." tanya orang tersebut.


"Shinta?." tanya mama Widia.


Dan mereka dua orang sahabat SMA yang terpisah setelah dewasa.


"Aaaaa ngga nyangka ketemu lagi kita." kata mama Shinta memeluk mama widia dengan senyum manis.


"Shinta kamu apa kabar?." tanya mama Widia antusias.


"Aku baik Wid kalo kamu apa kabar?." jawab sekaligus tanya mama Shinta.


"Aku baik bahkan baik sekali." jawab mama Widia.


"Sekarang kamu tinggal di mana sin?." tanya mama Widia.


"Sekarang aku tinggal di jalan kenanga Wid ikut suami aku." jawab mama Shinta.


"Tapi besok aku sekeluarga mau pindah ke komplek tulip Wid." lanjut nya.


"Wahh? iya kah?." terkejut mama Widia.


"Iya emang kenapa Wid?." tanya mama Shinta bingung.


"Komplek tulip itu komplek perumahan ku Shin." kata mama Widia terkekeh.


"Wahh iya kah? aku sama keluarga mau pindah di komplek tulip blok A nomor 26 Wid." kata mama Shinta.


"Astaga bisa sebelahan gitu? emang sebelah rumah aku kosong kata nya ada yang mau pindah ternyata kamu yah Shin." mama Widia terkekeh.


"Aku tinggal di komplek tulip blok A nomor 25 Shin jadi besok kita tetanggaan?." tanya mama Widia sungguh tidak percaya.


"Aaa iya senang nya bisa tetanggaan sama kamu Wid." girang mama Shinta.


"anak kamu brpa Wid?." tanya mama Shinta.


kedua mama itu mengobrol tanpa menghiraukan mereka sedang ada di mana,banyak orang yang lalu lalang memperhatikan mereka.


yaaah nama nya saja sahabat lama kalau sudah bertemu tau kan rasa nya gimana?.


"satu Shin perempuan nama nya lista." jawab mama Widia tersenyum.


"Kalo kamu?." tanya balik mama Widia.


"Satu juga Wid cowo nama nya Rifan." jawab mama Shinta.


"Rifan? kaya nya aku ngga asing sama nama itu." gumam mama Widia.


"Anak kamu ketos bukan Shin?." tanya mama Widia.


"Iya anak ku ketos di sekolah nya Wid emang kenapa?." jawab mama Shinta.


"Astaga jadi Rifan anak kamu yahh." mama Widia tertawa terbahak-bahak.


"Ko kamu tau Rifan?." bingung mama Shinta.


'Jangan" yang Rifan pernah cerita ke aku tentang adik kelas yang dia suka itu lista? anak nya Widia?.' batin mama Shinta.


'Ya gapapa sih bagus itu jadi aku sama Widia bisa jadi besan xixixi.' batin nya lagi.


"Ahh iya kah?." tanya mama Shinta tak percaya.


"Iya Shin perhatian banget Rifan sama si lista." jawab mama Widia.


"Bu maaf kalo mau reuni jangan di sini." kata pelanggan lain yang sedang lewat di sana karena suara kedua ibu itu mungkin mengganggu yang lain.


"Eh iya pa maaf yah." kata mama Widia tersenyum kikuk.


"Udah ayo Shin lanjut." ajak mama Widia dan mereka berdua melanjutkan perjalanan belanja mereka.


"Wid kamu tau?." tanya mama Shinta sambil mendorong troli belanja nya.


"Engga lah kan kamu belum cerita Shin." jawab mama Widia terkekeh.


Mereka masih sama seperti saat bersahabat saat SMA dulu kala.


"Sebener nya yang ngajak aku sekeluarga pindah itu Rifan dan ngga tau kenapa dia pilih komplek Deket rumah kamu Wid." tutur mama Shinta.


Creat,,,, mama Widia mengerem troli belanja nya.


"Iya kah Shin?." tanya mama Widia tak percaya.


"Iya kata nya ada gadis cantik di sekitar komplek situ wid." jawab mama Shinta.


mama Widia menengok kaku ke arah mama Shinta dan mereka berhadapan dengan pikiran yang sama


"Shin kamu mikirin apa yang aku pikir?." tanya mama Widia saat berhadapan.


"Wid aku juga mikir itu anak kamu." jawab mama shinta


duar!!! tawa mereka pun pecah saat itu juga.


"Astaga Rifan ada" saja." mama Shinta tidak bisa menahan tawa nya.


"Wid Wid gimana kalo kita jodohin Rifan sama lista?." usul mama Shinta.


"Aku setuju Shin tapi kaya nya agak susah dehh." jawab mama Widia.


"Susah kenapa Wid?." tanya mama Shinta.


"Kata Lisa temen nya lista,,,lista itu pernah suka sama Rifan tapi Rifan nya ngga ngrespon jadi lista putus asa dan kata nya ngga mau Deket" Rifan lagi." jawab mama Widia.


"Astaga kamu belum tau kalo Rifan cerita ke aku gimana Wid." mama Shinta terkekeh.


"Dia bilang dia itu suka sama adik kelas nya yang bobrok nya alaihim gambreng tapi dia terlalu gengsi buat nyatain perasaan nya." lanjut mama Shinta.


"iya kah?! ya sudah kita jodohin ajh Sabi kali yah." usul mama Widia.


"Sabi poll donk bestie." jawab mama Shinta.


sudah lah mereka berdua memang tidak ingat umur,masih saja seperti a b g SMA.


.


.


.


.


.


.


Hayy Readers tersayang maaf yahh blm bisa up teratur tapi othor usaha kan buat up teratur koo❤️ jangan lupa klik lope sama jempol nya yahh and komen juga biar othor semangat ngetik nya❤️.


...See you next part Readers tersayang 🐣....