
hari ini lista sudah sembuh dan sudah di perboleh kan masuk sekolah oleh ibu nya.
"Pagi maa lista berangkat dulu yah." pamit lista pada ibu nya menyalami tangan ibu dan ayah nya.
"Listaa sayang sarapan dulu nak." kata mama lista.
"Lista sarapan di sekolah ajh ma."teriak lista sambil berlari keluar rumah.
lista pun berlari menuju sekolah nya beberapa menit kemudian lista pun sampai di depan gerbang sekolah.
"Huhh syukur deh blm di tutup." ucap lista lalu masuk ke kelas nya.
di sisi lain Rifan nampak khawatir tentang keadaan lista.
"Gimana yah tu anak berangkat ngga yah hari ini?." gumam Rifan lalu ia lega saat melihat gadis cantik berambut hitam panjang memasuki kelas nya.
"Syukur deh dia udah berangkat." gumam nya lagi.
"Listaaa!!!!."teriak teman" nya.
"apaan sih ngagetin gue ajh dehh loe pada." kata lista lalu duduk di kursi nya.
"Loe udah sembuh?."tanya Vita.
"Ya kalo gue masih sakit gue ngga bakal di ijinin sekolah sama nyokap gue."jawab lista santai.
mereka pun mengangguk angguk.
setelah guru masuk mereka pun belajar sesuai tugas mereka yang memang seorang pelajar.
Tring...tring...tring...
bel istirahat berbunyi semua siswa dan siswi berhamburan keluar kelas untuk ke kantin.
terlihat lah 4 orang anak gadis yang sedang berjalan menuju kantin
syapa lagi kalau bukan the girls mawar berduri yaitu lista,Lisa, Vita,dan Dona.
saat mereka sudah duduk di bangku kantin favorit mereka tiba".
Bukh....
Amel menggebuk meja teman" lista
"Hehhh loe wanita jala*Ng!!! maksud loe apa!ha! berani" nya loe pulang sama Rifan!."ucap Amel dengan penuh amarah.
bukan lista yang menjawab tapi Lisa.
"Ehh Kaka kalo ngga tau apa" gausah asal ngomong yah pake nuduh" temen saya segala kaya gitu ka rifan cuma mau nganterin lista pulang udah gitu doang ko." ucap Lisa tak kalah teriak.
"Ehh loe gausah sok belain temen loe yang sok polos itu!." teriak Amel lagi.
lista yang tadi nya diam pun ikut angkat bicara.
"Emang kenapa klo ka Rifan nganterin gue pulang ka?!.Ha?!." tanya lista tak kalah teriak.
Prok....prok....prok....
"Ngaku juga loe cewe Murrah."Kata Amel mendekat kan telunjuk nya ke arah lista.
"Gapapa donk di anterin pulang sama ka Rifan toh dia juga bukan punya siapa"."ucap lista percaya diri.
Plak... satu tamparan di berikan Amel pada lista.
"Ehh Rifan tuh punya gue!!ngerti ngga loe!!." ucap Amel teriak.
"Ehh ka loe jangan main tangan donk!!."ucap Dona yang sudah tidak tahan melihat sahabat nya di perlakukan seperti itu.
keadaan di kantin pun mulai memanas banyak siswa siswi yang menyaksikan hal itu.
"kalo gue main kasar emang apa masalah nya sama loe?.ha?!." tanya Amel dengan senyum mengejek.
memang di antara mereka berempat Lisa yang paling berani.
"Ehh songong banget loe jadi adikelas!." kata amel dan Lisa hanya tersenyum kecut.
Amel hendak menampar Lisa namun tangan nya di cegah oleh lista.
"Ka urusan loe sama gue bukan sama sahabat" guem" ucap lista masih menahan tangan Amel.
kini Amel hendak menampar lista mata lista sudah terpejam namun tangan Amel di cegah oleh Rifan.
"eh loe maksud loe apa?!."tanya Rifan pada Amel.
mata lista pun terbelalak kaget melihat kehadiran Rifan di sana.
"Ka...ka Rifan."ucap lista pelan.
"RI..Rifan gue ngga ngapa"in dia koo."ucap Amel gugup.
"heh!!gue denger dari awal sampe akhir gue juga liat loe nampar lista gue tegasin sama loe yah gue tu ngga suka sama loe! inget itu!." tegas Rifan.
"ohh loe lebih milih dia dari pada gue? gitu?."tanya Amel pada Rifan dengan senyum kecut.
"Gue ngga milih siapa" gue cuma bela yang bener menurut gue." jelas Rifan.
Deg...
hati lista seakan hancur mendengar penuturan Rifan tadi
ja...jadi ka Rifan baik ke gue cuma karna dia simpati ajh?. batin lista dan tanpa sadar ia meneteskan air mata nya.
ia berlari menuju kamar mandi sekolah
"Eh lista mau ke mana tuh."ucap Vita saat melihat lista pergi mereka pun mengikuti lista pergi ke mana.
saat lista sampai di kamar mandi ia menangis sepuas nya.
"Ka loe jahat!! kenapa loe bikin gue baper!."ucap lista sambil terisak memukul mukul pintu kamar mandi.
"Lista!!!lista!!!buka pintu nya Lis." ucap Lisa sambil mengetuk ngetuk pintu kamar mandi.
hanya terdengar suara Isak Tangis lista dari luar
teman" nya kaget saat mendengar itu.
"Lis loe nangis?.buka pintu nya Lis."ucap Vita dan Dona.
sementara di kantin Rifan masih beradu mulut dengan Amel saat Rifan menyadari lista sudah pergi ia pun segera menyusul lista.
"Listaaa buka pintu nya Lis."ucap Rifan sambil terus mengetuk ngetuk pintu kamar mandi.
teman" nya pun merasa bingung kepada kedua nya.
"Pergi loe ka pergi!!!."ucap lista histeris.
"Kalian pergi dulu yah."titah Rifan pada teman" lista dan mereka mengangguki nya.
saat teman" lista sudah pergi Rifan kembali membujuk lista.
"Lista buka pintu nya Lis."pinta Rifan dengan lembut.
"Gue bakal buka pintu kalo loe udah pergi ka!."kata lista sambil terus terisak.
"Okeee okee gue pergi sekarang tapi loe kerluar yah." kata Rifan
setelah di rasa Rifan sudah pergi lista pun keluar dari kamar mandi.
di kelas Rifan masih memikirkan lista.
"Lista kenapa yah tadi?."Tanya nya pada diri nya sendiri.