
Sore hari nya Lisa menjemput lista di depan rumah nya dan sudah lengkap dengan kedua sahabat nya yang lain yang rusuh yang bobrok yang cerewet nya minta ampun syapa lagi kalau bukan Dona dan Vita?.
"Tin...tin...tint..."Lisa menekan klakson mobil nya keras agar lista cepat keluar.
"Lista cepetan udah sore nihh pasti latian basket nya udah mulai." teriak Lisa dari dalam mobil.
"Hihh tu anak ga bisa sabaran dikit apa?." gerutu lista di dalam rumah yang ternyata ia sedang memakai foundation dan juga mascara.
"Bentar!!!." teriak lista tak kalah keras dari dalam rumah.
begitu lah mereka saling teriak di mana pun tidak mengenal tempat dan situasi memang di rumah lista sedang tidak ada orang jadi mereka bisa bebas.
"Lista lama bener sihh kek mau nikahan ajh dandan lama banget." gerutu Vita yang seperti nya sudah kehabisan stok sabar nya.
"Udah lah santai ajh pasti dia keluar." ucap Dona santai sambil ngemil keripik tempe di tangan nya.
"bisa jamuren deh gue nungguin lista." Lisa memutar bola matanya malas.
tak lama kemudian muncul gadis imut berambut panjang dengan mata bulat dan pipi cubby nya di samping mobil Lisa syapa lgi kalau bukan lista?.
"Maap lama." lista nyengir seolah tanpa dosa membuat teman" nya geram.
"Loe mau nikahan yah? lama bener dandan nya." ketus Vita.
"ya maap gue kan pengin keliatan cantik." jawab lista nyengir tanpa dosa.
"Udah ayo Lis keburu sore." ajak lista.
"Emang udah sore bodoh." kata Lisa Vita dan Dona bersamaan.
"Kompak bener." lista mengedipkan mata nya dua kali setelah mendengar sahabat nya yang kompak.
"Nungguin loe kaya nungguin putri kayangan mandi tau ngga." kesal Lisa sambil menyalakan mesin mobil nya.
"Kan gue udah minta maap." lista merasa bersalah kepada sahabat" nya.
"Dah lah gapapa." jawab Lisa lalu ia menyetir dengan kecepatan tinggi supaya cepat sampai tujuan.
Creat...mobil mengerem tanda sudah tiba di tujuan.
mata mereka ber empat langsung tertuju kepada sekelompok Cogan yang sedang bermain basket di lapangan.
"Wahhh i i itu ka Rifan?." lista mengerjapkan mata nya berkali kali saat melihat Rifan yang sangat cool sore itu.
"Iya ganteng yah." jawab Vita tak kalah kagum.
"Heh crush gue jangan di incer." ketus lista mendengar sahabat nya mengagumi crush nya.
"Iya" syapa juga yang mau ngambil." jawab Vita.
"Ayo mau masuk ngga?." ajak Lisa.
"Iya ayo." jawab lista lalu nyelonong masuk ke pinggir lapangan.
"Et dah tuh anak." Lisa geleng" kepala.
Di lapangan yoga sudah menerka kalau Lisa dan kawan" pasti akan ke sana dan benar saja ia lihat kalau ada Lisa di sana.
"Fan tu lista." goda yoga.
"Trs gue suruh ngapain?." tanya Rifan fokus dengan men dribel bole basket nya.
"Ka Rifan!!!." seru lista di pinggir lapangan sambil melambaikan tangan nya.
'Kenapa tu bocah?.' batin Rifan.
"Semangat ka." teriak lista menyemangati.
dengan fokus Rifan mengarahkan bola nya ke arah ring dan.....Plung....bola nya pun masuk.
"Yeyyyy." girang lista.
Setelah memasukkan bola Rifan berlari kecil ke arah pinggir lapangan untuk istirahat.
"Eh ambilin minum gue donk." titah Rifan pada yoga.
"Yelah nyuruh" makanya punya asisten." gerutu yoga sambil menyerahkan botol minum Rifan.
Cling!!! ide cemerlang muncul di kepala Rifan.
"Lista." panggil Rifan dan yang di panggil pun mendekat.
"Mulai sekarang loe jadi asisten gue dan kemana mana loe harus sama gue." kata Rifan datar.
"Be beneran ka?." tanya lista dengan mata bulat dan wajah imut nya.
'Astaga muka loe kenapa jadi imut gitu sih Lis gue jadi pen gigit tau ngga.' batin Rifan merasa gemas.
"Iya bener dan satu lagi loe harus turutin perintah gue dan gue ngga menerima penolakan." jawab nya.
"Siyap ka." jawab lista menaruh tangan nya hormat dan skrng ia sangat imut dengan posisi seperti itu.
yoga? Lisa? Vita dan Dona? tenang! mereka lagi ngumpul jadi satu.
"Sekarang tugas pertama loe nyiapin ini." kata Rifan sambil menunjuk handuk kecil dan air minum.
"Buat?." tanya lista menatap polos Rifan.
'Ahhh imut banget boleh gigit ngga sih?.' batin Rifan.
"Ya kalo gue cape abis main loe lap in gue lah." jawab Rifan ketus berusaha menghindari wajah imut lista.
"Ohhh oke ka." lista mengangguk paham.
"Fan ayo main lagi." ajak yoga yang agak jauh dari Rifan.
"Ayo." jawab Rifan lalu mereka berdua kembali bermain basket dengan lincah nya.
"Fan sini oper fan." yoga meminta oper bola dari Rifan.
"tuh tembak cepet." jawab Rifan seraya mengoper bola nya.
Plung.....yoga berhasil menembak kan bola dengan mulus.
"Yeyy ka yoga semangat." teriak Lisa dari pinggir lapangan di balas senyum oleh yoga.
"Alay." Rifan memutar bola matanya malas melihat yoga dan Lisa.
"Yelah iri bilang bos." ejek yoga.
tak lama kemudian mereka menepi untuk mengelap keringat.
"nih lap in." pinta Rifan kepada lista di depan nya.
karena mereka terpaut jauh tinggi badan nya lista pun sampai jinjit" untuk mengelap keringat Rifan.
"Emm ka bisa nunduk dikit? aku ngga nyampe ke sana." pinta lista dengan tatapan polos nya.
dengan perlahan Rifan mencondongkan tubuhnya dan lista kembali mengelap keringat Rifan.
"Cape yah ka?." kata" itu sempat" nya keluar dari bibir mungil lista.
"Engga cape kan abis baca koran." jawab Rifan datar.
dari kejauhan sana manusia ber empat sedang ngerumpi tentang mereka berdua yang mendadak jadi dekat.
"Lista tanya bener" lho ka." kesal lista berhenti mengelap.
"Iya" gue cape." jawab rifan mengalah.
"Nih minum nya ka." lista menyodorkan sebotol minuman kepada Rifan.
"Makasih." jawab Rifan dan segera meneguk air tersebut.
"lista jadi asisten Kaka cuma hari ini kan?." tanya lista.
"Hari besok besok nya lagi besok nya lagi besok nya lagi dan sampe gue bilang udah." jawab Rifan santai.
"Oooo yauda gapapa ko ka lista malah suka." jawab lista dengan senyum manis nya membuat Rifan bengong seketika.
"Manis nya." lirih Rifan tapi lista masih bisa mendengar nya.
"Kenapa ka? Kaka bilang apa tadi?." tanya lista penasaran dengan mata polos nya yang membuyar kan lamunan Rifan.
"Eh engga ko." jawab Rifan gugup lalu berlalu meninggalkan lista yang masih kebingungan.
"Aneh kaya nya tadi gue denger ka rifan bilang manis dehh apa gue salah denger yah?." bingung lista menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ah udah lah bodo amat yang penting besok masih jadi asisten ka Rifan." tiba" saja ia menjadi girang.
Jangan lupa jejak ❤️.maaf blm bisa up teratur karena othor juga punya kepentingan di Real live ❤️.dan jangan lupa like and vote kalian sangat berarti ❤️.komen pun jangan lupa yahh.