
setelah Rifan sampai di rumah lista ia segera memberhentikan motor nya.
"Makasih ka." kata lista seraya berjalan begitu saja.
"Lis ngga nawarin gue masuk?." tanya Rifan.
"maaf ngga ka Kaka juga ngga akan mau dan lagi pula lista di rumah sendiri." jawab lista berputar arah menghadap Rifan.
"Ohh yaudah gue pulang dulu yah." pamit Rifan.
"Iya hati" ka." kata lista lalu ia pergi masuk ke rumah sebelum Rifan pulang.
"hemmm lista jadi gitu yah sama gue?." bingung Rifan saat memakai helm nya.
Saat lista masuk ke rumah ia langsung begitu saja pergi ke kamar untuk menenangkan hati nya.
Bruk...lista menghamburkan tubuh nya ke atas kasur empuk nya.
"Kenapa sih semua orang yang pernah gue suka ngga pernah suka in gue balik." Adu lista pada langit" kamar nya.
"Gue juga pengin ngerasa di cintai pengin kaya mereka" yang di cintai cowo nya pergi selalu berdua selalu barengan sedang kan gue apa? cuma di manfaatin sama ka Rifan dan bodoh nya lagi gue mau di manfaatin." adu nya lagi tambah menjadi jadi.
"Guee cape perjuangan gue selama ini cuma sia" buat dapetin ia Rifan." satu tetes cairan bening lolos dari mata lentik nya.
"Hiks kenapa ka Rifan ga pernah peka padahal gue udah pernah ungkapin perasaan gue tapi ka Rifan tetep manfaatin gue." tangis lista semakin pecah.
"Tuhan sekali ajh tolong buat orang yang aku cintai mencintai aku balik." kata lista di sela tangis nya.
"Lisa Dona Vita gue butuh kalian." Isak lista lagi.
ia mengambil ponsel nya yang berada di dalam tas nya dan segera menghubungi sahabat" nya lewat grup chat mereka.
**Lista:Gaes gue butuh kalian,kalian cepet Dateng yah ke rumah gue.
Lisa:Loe kenapa Lis?.
Lista:Udah cepet buruan Dateng gue butuh banget kalian.
Vita: oke gue siap" dulu Lis.
Dona: Lisa gue otw rumah loe biar kita barengan jemput Vita trs ke rumah lista.
Lisa: oke gue siap".
lista: Makasih yahh udah sempetin Dateng ke sini.
Lisa: Sans ajh kali Lis**.
persahabatan mereka memang sangat dekat seperti kakak beradik 4 bersaudara.
beberapa waktu kemudian sekitar 20 menit sahabat" lista sudah tiba di rumah nya.
"Lista?." panggil Lisa.
karena di rumah lista hanya ada lista mereka semua bisa bebas mau berbuat apa saja.
"Loe Kenapa Lis?." tanya Lisa seraya mendudukkan diri nya di kasur king size milik lista.
"Gue mau saran dari kalian." jawab lista.
"Saran? saran apaan Lis?." bingung Vita.
"Gue mau jalanin rencana ke tiga." jawab lista menunduk.
"What! kenapa Lis?." pekik Dona.
"Iya kenapa Lis? loe udah yakin?." tanya Lisa
"Sebener nya gue ga tau juga tapi gue udah cape berjuang ujung" nya di manfaatin Lis gue juga punya titik cape dan gue mau jalanin rencana ke tiga karena ngejar cinta ka Rifan itu susah ngga se mudah yang gue pikir." jawab lista.
"Apa pun keinginan loe kalo itu bikin loe seneng gue dukung ko." ucap Lisa menepuk pundak lista.
"Besok gue jalanin rencana ke tiga gue dan gue ga bakal mau di suruh" lagi sama ka Rifan." tutur lista.
"Loe udah yakin ngga mau ngejar cinta ka Rifan?." tanya Lisa serius dan lista menggeleng dengan senyum kecut.
"Yaudah biarin ka Rifan sama ka Amel lagi." kata Vita.
"Iya gue ikhlasin ka Rifan sama ka Amel lagi ko." tutur lista dengan senyum terpaksa.
"Lista loe pasti kuat loe pasti bisa hadapin ini semua." Lisa memberi dukungan dengan sebuah ucapan itu.
"Tapi gue cape." mata lista mulai berkaca-kaca.
"Ehh ga boleh nangis donk masa bontot kita cengeng sihh." Dona memeluk lista dari samping.
"Kan ada kita yang selalu dukung loe Lis." jelas Lisa.
"Semangat yahhh ga boleh nangis gitu ih cengeng." gurau Lisa.
"Aaaa Lisa nakal." gerutu lista yang tadi nya ingin menangis menjadi tertawa.
"Nah gitu kan manis di liat nya." kata Vita.
"Gapapa ga dapet ka Rifan di luar sana masih banyak cowo yang lebih baik dari ka Rifan dan pasti mau sama loe kan secara loe itu cantik,manis,baik percaya dehh loe tuh inceran cowo"." jelas Lisa.
"Iya gue tau itu Lis." jawab lista tersenyum manis.
'Dan pada akhir nya aku berhenti mengejar mu ka aku ikhlas ko kalo Kaka mau balikan sama ka Amel lagi pula aku ngga ada hak buat cegah Kaka balikan sama ka Amel.' batin lista merasa pedih di hati nya.
...Dan aku mengerti aku tidak akan bisa menjadi matahari untuk seseorang yang menyukai hujan....
...-Chalista Agatha-...