
"lista ayo pulang." ajak mama Widia mengagetkan lista dan juga Rifan yang tengah berduaan di depan rumah.
"Eh emm iya ma ayo." jawab lista gugup.
"yaudah kita pamit dulu yah Shin." pamit mama Widia.
"iya hati" ya Wid." jawab mama Shinta cipika cipiki.
"lista pamit dulu Tante." kata lista menyalami tangan mama Shinta.
"hati" yahh sayang ku calon mantu ku." jawab mama Shinta.
setelah itu keluarga lista pulang ke rumah mereka yang lokasi nya sangat dekat dengan rumah Rifan yang memisahkan rumah mereka hanya sebuah tembok yang tidak terlalu tinggi.
tidak sampai 2 menit keluarga lista sudah memasuki rumah mereka.
"lista ke kamar dulu ya ma lista mau istirahat." kata lista lalu berlalu meninggalkan kedua orang tua nya.
"lista ngga mau ngobrol dulu sama papa?." tanya papa Bayu dan lista berhenti menaiki tangga dan menoleh.
"engga pa besok ajh lista ngantuk." jawab lista sambil menguap.
'padahal mah males ajh pasti bahas perjodohan pura" ngantuk Sabi kali yah?.' batin lista lalu lanjut jalan ke arah kamar nya.
"ya sudah istirahat ya cantik." kata papa Bayu.
"Udah malem pa kunci pintu nya abis itu ke kamar dan jangan lupa matiin lampu yah." titah mama Widia kepada suami nya dan yang di beri perintah hanya menuruti nya saja.
Setelah kedua orang tua nya tertidur dan suasana rumah sudah gelap lista yang sudah berganti baju menggunakan piyama sekarang sedang sibuk dengan ponsel nya.
Dia mengirim pesan di grup chat nya yang berisi sahabat" nya.
...#The girls mawar berduri#...
^^^Gaess tau ngga?^^^
Lisa kakak 1
ya kagak lah orang lo belum cerita.
Vita Kakak lucknut.
ada apa gerangan si kawand?
Dona tukang makan.
Apa si Lis? Napa Lo?
^^^Gue di jodohin njir^^^
Lisa kakak 1
bjir seriusan Lo? sama siapa heh cerita donk
Dona tukang makan.
Nikah muda donk berarti?
Vita Kakak lucknut.
Azekk Adek kita mo nikah brooo.
Lisa kakak 1
lista,,,gue gamau tau besok di sekolah Lo harus cerita sama kita.
^^^Iya" besok gue cerita,kalo gue ngomong di sini kalian juga ga bakal percaya kalo gue di jodohin sama ka Rifan.^^^
Lisa kakak 1
what!! ka Rifan?! bodo amat gue gamau denger cerita besok! gue ga sabar cepet cerita sekarang!.
Vita Kakak lucknut.
Sama njir cepet Lis cerita gue pengin denger ga sabar nihhh.
Dona tukang makan.
Cepet" cerita cemilan gue udah banyak nih buat stok denger cerita Lo.
^^^Ga,gue cape tadi abis dari rumah ka Rifan skrng gue mau bobo cantik dulu.^^^
okeyyy setelah mengirim pesan itu lista mematikan ponsel nya lalu merebahkan tubuhnya di kasur empuk milik nya.
satu menit.
dua menit.
tiga menit.
empat menit.
sampai 30 menit lista tidak bisa tidur.
"Anjir! gue kenapa sih badan udah cape banget Napa ngga bisa tidur woii." gerutu lista mengacak rambut nya kesal.
"Tidur woi tidur ngga ngantuk apa Lo?." gerutu lista menepuk nepuk kedua mata nya.
"Cape!!! kenapa ngga tidur"!." kesal lista menubruk kasur nya begitu saja.
"Nyetel musik kali yah? biar ngantuk?." gumam lista lalu meraih ponsel nya dan menyalakan musik kesukaan nya.
"akhir nya bisa tidur juga tu cewe"
...#*#*#*...
mentari sudah menampakkan diri nya dan gadis bernama lista itu masih bergelung di selimut tebal nya.
"lista bangun nak udah siang nih kamu sekolah kan." kata mama Widia mengetuk pintu kamar lista.
"emm iya ma lista bangun." lista terbangun dengan muka bantal dan rambut acak"an.
"Huwaaa semalem gue tidur jam brpa yak?." gumam lista setelah meluruskan otot" nya.
"Apaan tuh?." lista memicingkan mata nya saat melihat remasan kertas yang tergeletak di lantai.
buru" ia turun dan memungut kertas itu lalu membuka nya.
Pagi Cantik:)
seperti itu lah isi kertas itu.
"lahh? dari siapa? perasaan gue kunci kamar deh? kenapa ni kertas bisa masuk? dari mana?." lista bertanya tanya entah pada siapa memperhatikan kamar nya mencari tempat yang memungkinkan kertas itu masuk ke kamar nya.
dan ia menemukan sudut di mana ada ventilasi di atas pintu balkon nya.
"Lahh? dari situ? siapa yang ngirim?." karena penasaran lista berjalan memegangi surat itu dan membuka pintu balkon nya.
"Sejuk bener udara pagi nya." lista menghirup udara segar pagi itu.
ia menengok sekeliling dan tepat di samping nya ada Rifan yang tengah memperhatikan diri nya.
"Eh buset kaget srepet!." pekik lista saat Rifan tiba" lompat dari balkon nya ke balkon lista.
"ka?! bahaya loh itu!." pekik lista.
"ngga ko." jawab Rifan datar.
"Kaka yang ngasih?." tanya lista memperlihatkan kertas itu.
"bukan." jawab Rifan mengalihkan pandangan nya dari lista dan berjalan ke pagar balkon lista.
"terus siapa?." tanya lista ikut menyamakan posisi Rifan.
"jodoh Lo." jawab Rifan santai.
Blush...pipi lista memerah seketika.
"Kan Kaka?." tanya lista polos.
"Emng tentu gue?." tanya Rifan memicingkan mata nya.
"dah lah terserah ga mau ngaku juga gapapa." gerutu lista lalu masuk ke kamar nya.
namun Rifan memegang tangan lista agar ia tidak terburu buru masuk ke kamar.
"apa ka?." tanya lista membalikkan badannya.
"Nanti berangkat bareng gue." kata Rifan sok datar padahal jantung nya dag dig dug duarr.
"Gue bisa sendiri ka." tolak lista.
'Kan di tolak.' Rifan mengutuki diri nya sendiri.
"Ohh yaudah." kata Rifan lalu melepaskan tangan lista dan melompat ke balkon nya lagi.
"ka besok" jangan lompat" nanti jatoh." ucap lista dan tidak di hiraukan oleh Rifan.
"Bodo ah gue mau mandi." lista memutar bola matanya malas lalu mengumpulkan niat nya untuk bertemu benda cair yang bernama air.
"gimana cara nya biar lista bisa berangkat bareng sama gue." gumam Rifan yang sedang duduk santai di sofa kamar nya.
"Sakit yah ternyata,cuma di tolak buat berangkat sekolah ajh sakit apa lagi di tolak cinta nya? tapi baru kali ini sih ada cewe yang nolak sama gue dari dulu ngga ada yang berani nolak gue." lanjut nya lagi.
"Bener" bikin penasaran tu cewe." Rifan memunculkan senyum manis nya saat mengingat lista.
Cling! sebuah ide cemerlang muncul di kepala Rifan.
ia meraih ponsel yang berada di atas nakas dan menghubungi seseorang.
"ga nanti berangkat sekolah Lo jemput si Lisa biar dia ga bisa jemput lista." kata Rifan.
"lahh kenapa? jahat bener Lo ngebiarin lista jalan kaki?." bingung yoga dari sana.
"udah nurut ajh awas ajh sampe nanti Lo ngga jemput Lisa gue pecat Lo dari sekolah." ancam Rifan.
"iya" pak ketos rewel amat dah ni bocah." gerutu yoga.
Tut...panggilan berakhir.
"yess nanti lista bakal sama gue kan Lisa di jemput yoga." girang Rifan lalu beranjak mandi.
***Jangan lupa like,komen and vote nya Readers ❤️.novel ini lagi ikut perlombaan lhooo yuk dukung dengan cara like,komen dan vote nya🥺biar author semangat ngetik lagi😩.
...See you next part Readers❤️🐊***....