
"Listaa!!!!."teriak ketiga gadis berharap lista akan berhenti.Lisa yang berlari mengejar lista pun segera menghentikan nya dengan memegang tangan nya.
"Apa sih!."Isak lista lalu menghempas tangan Lisa.
"Lisa loe nangis."tanya Lisa.
"Ngga ko."jawab lista buru" menghapus air mata nya.
"Udah gausah boong gue tau ko perasaan loe di malu"in di depan anak"."kata Lisa lalu memeluk tubuh lista yang basah.
tiba" Amel datang entah dari mana asal nya.
"Ck ck ck sungguh memalukan sekali yahh queen tahun ini."cibir Amel tersenyum sinis.
Lisa yang yakin itu adalah ulah Amel membuat sahabat nya di permalukan nampak geram rasa nya ingin sekali memukul nya.
"Eh ka gue juga tau pasti ini rencana licik loe kan?!."kata Lisa lalu menguraikan pelukan nya.
"udah Lis udah gue gapapa ko."lista berusaha menghentikan sahabat nya itu.
"Haha lagian siapa suruh dia caper sama cowo gue."kata Amel melipat tangan di dada nya.
"Haha bilang aja kalo loe ngga mampu buat tampil se cantik lista kan ka? jadi loe ngaku" kalo ka Rifan punya loe padahal jelas" di kantin kemaren ka Rifan bilang kalo dia bukan punya siapa"."Jawab Lisa santai sekaligus mengejek yang mana membuat Amel geram.
"Eh diem yah loe tau apa tentang gue? Ha?!."sentak Amel.
"Ohhh gue tau nya sih loe senior yang ngga tau malu ka."jawab Lisa santai.
"Ehh kalian bawa lista pergi gih kasian dia kedinginan takut dia demam."titah Lisa pada Dona dan Vita lalu mereka mengangguk mereka juga khawatir pada lista karena tadi ia tersiram air dingin serta ada es batu nya jadi tak ke bayang betapa dingin nya itu.
Dan Rifan?.ia nampak acuh dengan kejadian tadi ia melanjut kan pesta nya bersama deran dan teman" sekelas lain nya.
"Eh bro loe ngga kasian sama lista?.tadi dia ke siram air es lhoo."tanya deran.
Semoga lista baik" ajh gue sebener nya kasian sama loe Lis tapi apa boleh buat.batin Rifan.
"Ya..ya gue kasian lahh besok juga gue jenguk kok."jawab Rifan.
sementara di depan sekolah masih dengan per cekcok an antara Lisa dan Amel.
"Udah ka marah" nya?."tanya Lisa.
Amel semakin geram dan hendak menampar Lisa tapi tangan nya terhenti oleh tangan seseorang.
"Mau apa loe? mau tampar dia?."Tanya orang itu yang tak lain adalah yoga.
"Ga usah ikut campur urusan gue."geram Amel.
"ka..ka yoga?."kata Lisa nampak terkejut di belakang punggung yoga.
"Masih berani yah loe ganggu adik kelas kita?."tanya yoga datar.
"Gue bilang gausah ikut campur urusan gue!."sentak Amel yang mana membuat yoga menghempaskan tangan Amel.
yoga pergi dengan menggandeng Lisa bersama nya.
"Ehh tunggu yah loe adik kelas sok berani urusan kita blm selesai!!."teriak Amel saat yoga membawa Lisa pergi namun tak di hiraukan oleh Lisa.
"Loe nggapapa?."tanya yoga.
"Engga ka gue gapapa."Jawab Lisa gugup karena tangan nya masih di gandeng oleh yoga.
"Trs temen" Loe kemana?."tanya yoga celingukan mencari keberadaan teman" Lisa.
yoga pun manggut" paham.ia melihat rambut gadis di depan nya sedikit acak"an dan berniat membetulkan nya.
"rambut loe sampe gini."ucap yoga saat membenarkan rambut Lisa.
dug...dug...dug...jantung Lisa berdebar hebat saat ada di dekat yoga begitu pun dengan yoga yang belum pernah mengalami hal ini pada siapa pun bahkan pada putri teman Amel yang satu geng dengan nya yang menjadi mantan nya.
Duhh jantung gue.batin Lisa.
Huh jantung gue ngga da akhlak.batin yoga.
setelah membenarkan rambut Lisa mata mereka bertemu tatap dan saling menatap satu sama lain.
kalo di liat" Lisa cantik juga idung nya mancung kulit nya putih pipi chubby bibir nya ahhh jangan sampai bibir ranum pink itu menggoda iman ku.batin yoga.
tampan.hanya kata itu yang Lisa ucap kan di dalam hati nya.
namun secepat mungkin Lisa memalingkan wajah nya.
"ya sudah ka gue pulang dulu yah." kata Lisa namun tangan nya di tarik lagi oleh yoga.
"Pulang naik apa?."tanya yoga.
"Gue naik taksi ka karena tadi mobil gue di bawa sama Dona buat nganterin lista."jawab Lisa.
"Gue anter."kata yoga.
"Gausah ka gue bisa sendiri."tolak Lisa.
"Gue ngga menerima penolakan."kata yoga yang sudah tidak mau di bantah dan mau tidak mau Lisa menuruti nya.mereka menaiki motor yoga untuk pulang.
"Pegangan nanti loe jatuh."titah yoga wajah Lisa merona mendengar itu dia bingung harus pegangan kepada apa nya.akhir nya ia berpegangan kepada Jaket yang di kenakan yoga.
"Sudah ka."kata Lisa.
yoga yang merasa Lisa malu" pun menarik tangan Lisa dan melingkar kan nya di pinggang nya.
"Kalo pegangan tuh kaya gini nanti loe jatuh gue juga yang salahin udah ngejatohin anak orang."kata yoga...jantung Lisa sudah sangat tidak beraturan saat tangan nya melingkar di pinggang kakak kelas nya itu.setelah itu yoga langsung tancap gas menuju rumah Lisa.
di kejauhan sepasang mata melihat mereka dengan tatapan tidak suka.
"Waktu dia pacaran sama gue dia ngga pernah kaya gitu sama gue jangan kan kaya gitu ngobrol pun jarang loe kasih pelet apa sama mantan gue?!."gerutu orang itu yang tak lain adalah putri.
di sisi lain nampak Lisa dan yoga yang sedang menaiki motor berdua mereka membelah jalan yang ramai...cukup lama hingga Lisa tertidur di punggung yoga.
Ini anak tidur kali yah?.batin yoga karena ia merasa ada yang bersandar di punggung nya.
setelah beberapa menit mereka sampai di rumah Lisa.Yoga memutar tubuh nya menghadap Lisa untuk membangun kan nya.
"Lisa bangun kita sudah sampai."kata yoga menepuk nepuk pipi Lisa.
Lisa terperanjak kaget menyadari kalau diri nya tertidur tadi.oh tuhann apa yang aku lakukan pasti aku tidur tadi dan ahh pasti aku bersandar di punggung ka yoga.batin Lisa merutuki diri nya sendiri.
"Su...sudah sampai yah ka ya sudah terima kasih sudah mengantar ku."kata Lisa sambil turun dari motor.
"Iya sama" lain kali kalau tidur jangan di punggung orang apalagi sampai ileran."kata yoga.dengan reflek Lisa mengelap bibir nya dengan wajah yang memerah.
"Ya sudah kaka hati" yah."kata Lisa lalu masuk ke rumah nya.
melihat tingkah Lisa yang menurut nya lucu menyiptakan senyum tipis di wajah yoga yang tampan itu.
Jangan lupa jejak❤️.