TRUE LOVE.

TRUE LOVE.
Rencana pertama.



pagi hari tiba lista sudah bangun lebih awal dari pagi biasa nya.


"Lista kamu tumben bangun pagi?."tanya papa Bayu.


"Iss lista bangun kesiangan di omelin lista bangun pagi di tanyain."gerutu lista.


"Gapapa sayang malah bagus kamu mau bangun lebih awal."timpal mama Widia.


"yaudah lista berangkat dulu ya ma pa."ucap lista lalu menyalami kedua orang tua nya.


"Sarapan dulu sayang."tawar mama Widia.


"Gausah ma lista sarapan di sekolah ajh."jawab lista sambil berjalan.


ia dengan semangat berjalan menuju sekolah nya dan senyum manis tak henti" nya mengembang di wajah cantik nya.


"Aaa ka Rifan hari ini gue bakal jalanin rencana pertama gue."gumam lista sembari berhalusinasi.


seperti anak kecil yang kegirangan berangkat sekolah dan seperti itu lah lista sekarang lompat" tidak jelas dan berlari lari dengan tubuh mungil dan wajah imut nya membuat siapa pun yang melihat nya menjadi gemas.


dari kejauhan nampak seorang lelaki bermotor dan berseragam mendekati arah lista.dan betapa kaget nya dia kalau itu adalah Rifan!.


Namun Rifan hanya sekedar lewat saja di depan mata lista dan kembali melaju menuju sekolah.


"Elahh gue pikir bakal ngajak barengan."Gerutu lista.


sebenar nya Rifan berniat untuk berhenti dan menawarkan tumpangan tetapi nanti ia pikir lista ke pede an.


lista berjalan ke sekolah dengan bergerutu tidak jelas karena tadi saat bertemu Rifan ia tidak di tawari tumpangan.


"Ehh Lis Napa loe pagi" udah di tekuk ajh tu muka."tanya Lisa saat sudah di kelas bersama Dona dan vita.


"Yaelah mau se pagi apa pun gue berangkat pasti kalian udah lebih pagi." jawab lista memutar bola matanya malas.


"Udah" sini duduk ceritain kenapa muka loe bisa gitu?."ajak Lisa lalu lista duduk dan menjelaskan saat tadi ia berangkat sekolah.


"Jai tadi gue tuh bangun lebih awal buat berangkat sekolah terus pas di jalan yahhh gue papasan sama ka Rifan gue kira ka Rifan mau nawarin tumpangan ehh malah bablas ajh tu orang."jelas lista.


teman" nya terkekeh mendengar cerita lista barusan saat menuju ke sekolah.


"Lah loe pede bener mau di tawarin tumpangan sama ka Rifan."ledek dona.


"Eumm kan gue kira gitu."jawab lista mengerucut kan bibir nya.


"Gue putusin buat jalanin rencana pertama hari ini!."ucap lista tiba" menjadi semangat.


"Wehhh mantep Adek kita nihh."ucap Lisa.


"Loe mulai dari mana Lis?." tanya Vita.


"Gue mulai dari kantin gue bakal ngeluarin jurus sok kenal dan sok Deket gue."jawab lista.


"Yoiii gue dukung."timpal Lisa.


tak lama guru mereka pun masuk dan mulai mengajar anak" kelas lista.


sampai 2 jam berlalu mereka berhamburan untuk keluar dan makan di kantin.


"Nahh udah istirahat nihh waktu nya gue beraksi."gumam lista lalu bergegas untuk ke kantin.


"Heh lista tungguin kita."teriak Lisa dari dalam kelas.


lista tak mendengar kan ia terus berjalan menuju kantin untuk mencari sasaran nya yaitu Rifan.


tak lama saat lista sedang berdiri di dekat meja favorit nya dan teman" nya nampak seorang lelaki bertubuh tinggi dengan wajah yang cool mendekati kantin.


'Okeey target sudah terlihat waktu nya jalanin rencana.'gumam lista dalam hati.


lista berjalan dengan percaya diri nya mendekati Rifan dan yoga.


"Pagi ka Rifan?."sapa lista dan tak di tanggapi oleh Rifan.


"Ehh tu anak kenapa ya kok jadi gitu?."tanya yoga pada Rifan.


"Gatau."jawab Rifan singkat padat dan jelas.


seperti tak patah arang lista terus menerus mendekati Rifan yang sedang duduk di samping yoga.


"Ka rifan mau makan apa? biar lista yang pesenin."tanya lista.


'ini anak kumat apa yah tumben ga pake bahasa loe gue loe gue.'gumam Rifan dalam hati.


"Lista kalo gue minta tolong pesenin boleh?."tanya yoga.


"Boleh ka tapi sekali an sama ka Rifan yah."jawab lista.


"Ayo fan loe mau pesen apa biar lista yang pesenin kita ngga perlu ngantri."tanya yoga.


"Sama kaya loe."jawab Rifan singkat.


"Oke Lis kita berdua pesen bakso dua sama es teh dua yah."ucap yoga pada lista.


"Oke ka uang nya mana?."tanya lista.


lalu yoga memberikan sejumlah uang untuk lista dan lista segera memesan kan pesanan mereka.


"Bu bakso dua sama es teh dua yah."ucap lista pada ibu kantin.


"Oke lista."jawab ibu kantin yang sudah kenal betul dengan lista.


saat lista memesan makanan di situ lah geng nya sampai dan menghampiri lista.


"Eh Lis Loe ngapain?." tanya Lisa.


"Pesen makanan buat ka Rifan sama ka yoga."Jawab lista santai.


"What! loe mau di suruh" gitu?!."tanya Vita.


"Gapapa ini langkah awal gue deketin ka Rifan."jawab lista santai lalu membawa baki berisi bakso dan es teh itu ke Rifan dan yoga.


"lista gue ikut."pinta Lisa lalu mengikuti lista.


"Ini ka pesanan nya."ucap lista lalu menyajikan bakso dan es teh di depan mereka.


tanpa sadar yang menaruh bakso di depan yoga adalah Lisa membuat yoga menjadi salah tingkah saat melihat Lisa di dekat nya.


"loe Lis?."tanya yoga.


"Ehm iya ka gue bantuin lista."jawab lisa.


"Udah ayok Lis."ajak lista.


"Makasih."ucap Rifan lirih tapi di dengar oleh lista.


"Sama" ka."Jawab lista.


"Btw makasih yh Lis."ucap yoga dan di angguki senyuman oleh lista.


"Nahh upaya pertama berhasil sekarang tinggal selanjut nya gue ikutin ke mana mereka pergi."ucap lista sembari mendudukkan diri nya di sebelah Vita.


"Makan dulu gih."titah Vita.


mereka makan bersama sama dengan makan makanan yang di pesan Vita tadi.


saat semua nya selesai makan lista dan teman" nya segera beranjak untuk ke kelas kecuali lista yang beranjak untuk mendekati Rifan.


"Emm ka Rifan sudah selesai makan nya?."tanya lista dengan senyum manis nya walaupun tidak di tanggapi.


"Sudah Lis."bukan Rifan yang menjawab melain kan yoga.


"Ayo pergi."ajak Rifan singkat pada yoga.


Rifan dan yoga segera beranjak dari kursi mereka dan berjalan di ikuti lista di belakang nya.


"Ehh tu anak ngapa ikut"?."bisik yoga pada Rifan.


"Udah diemin ajh "jawab Rifan.


"Gue duluan."ucap yoga lalu pergi berlari ke arah kelas nya.


sekarang tinggal Rifan dan lista di koridor kelas dan rifan hanya berjalan santai dengan kedua tangan nya di masukkan ke kantong celana nya.


lista terus menerus mengikuti Rifan dari belakang dan bukh...kening lista menabrak punggung Rifan yang tiba" berhenti di depan nya.


'Eh aukh kenapa ka Rifan berhenti mendadak sihh kan jadi nabrak.' gumam lista dalam hati.


"Kenapa ngikutin gue?."tanya Rifan dingin.


"Engga ko aku ngga ikutin Kaka."jawab lista gelagapan.


dengan santai Rifan kembali berjalan dan tak menghiraukan lista yang mengikuti nya dari belakang.


"Gausah ikutin gue."perintah Rifan dingin dengan menghadap ke belakang.


dug...dug...dug...jantung Aira berdegup kencang saat Rifan menatap nya dengan intens.


"Kenapa loe ngikutin gue?."tanya Rifan dengan berjalan maju ke arah lista dan lista berjalan mundur.


'Aduhh muka ka Rifan ganteng banget lagi.'gumam nya dalam hati.


Rifan terus menerus berjalan ke depan dan lista berjalan mundur sampai mentok di tembok.kini jarak antara kedua nya sangat dekat dengan Rifan mengurung lista menggunakan kedua tangan nya.


"Gue tanya kenapa loe ngikutin gue?."tanya Rifan dingin.


"E engga ka."jawab lista gugup.


hening tercipta sejenak lista terus menatap Rifan dengan serius.


"Jangan liatin gue nanti loe suka."ucap Rifan tiba" membuyar kan lamunan lista.


"Emang udah suka ka."gumam lista pelan tapi masih terdengar oleh Rifan.


lista se akan tersihir dengan ketampanan yang di miliki oleh Rifan sampai" ia tidak berkedip saat melihat nya.


"Apa loe bilang?. loe suka sama gue?."tanya Rifan sekali lagi membuyar kan lamunan nya.


'Huft ini waktu nya gue ungkapin perasaan gue.'gumam lista dalam hati.


"I iya lista suka sama ka Rifan."ucap lista lirih.


"Hahaha."Rifan terdengar mentertawakan lista.


"Kenapa ketawa ka?."tanya lista polos.


"Loe suka sama gue?."Rifan terkekeh dengan pertanyaan nya sendiri.


"I iya." jawab lista.


"Butuh waktu buat naklukin gue."ucap Rifan datar lalu mengubah posisi nya yang tadi nya mengurung lista dengan kedua tangan nya.


"Iya lista tau."jawab lista.


rifan tidak memperdulikan lista dan langsung berlalu begitu saja meninggal kan lista.


"Ka!!."pekik lista membuat langkah Rifan terhenti.


"Jangan panggil aku Chalista Agatha kalau aku ngga bisa menaklukan hati seorang ka Rifan hari Wijaya."lanjut nya lagi dengan percaya diri.


"Coba aja."kata Rifan dingin.


sebenar nya Rifan menyungging kan sedikit senyum di wajah tampan nya saat mendengar itu tapi ia tetap bersikap cool dan berlalu pergi.


"Siapa takut." jawab lista.


saat Rifan sudah menghilang dari pandangan nya lista seakan sangat senang karena telah berhasil menyatakan perasaan nya.ia melompat dan berjoged joged tidak jelas di koridor kelas yang sepi.


"Yess akhir nya."gumam lista lalu pergi berlari dan melompat menuju kelas nya.


Jangan lupa jejak ❤️.