TRUE LOVE.

TRUE LOVE.
Edisi pindahan.



"Iya pak masukin ke rumah yah."


"Ohh iya Bu."


"Yang ini di taroh mana Bu?."


"Taro sana pak."


pagi" sekali sekitar jam 6 suara ramai" orang di dekat rumah lista.


"Aelah apaan si itu brisik banget tau ngga." gerutu lista karena ia menjadi terbangun dari tidurnya.


"Lista sayang." panggil mama Widia saat masuk ke kamar lista.


"Iya ma? itu apa sih brisik banget." jawab dan tanya lista.


"Ohh orang pindahan lis." jawab mama Widia.


"pindahan?." bingung lista.


"Iya yang pindahan itu temen SMA mama nama nya Tante Shinta sama suami nya om Rama." jawab mama Widia.


"Udah ayo bangun udah siang Lis." titah mama Widia.


"Siang apaan mah? orang masih jam 6 juga siang gimana? lagi pula lista hari ini libur sekolah ma kan guru" Adain meeting serentak." tutur lista.


"Ya sudah jam 8 harus sudah bangun yahh buat sarapan." kata mama Widia lalu meninggalkan kamar lista.


"Hemmm." lista hanya menjawab dengan deheman.


"Okee jam 8 bangun." kata lista sendiri lalu menutup tubuh nya kembali dengan selimut nya.


"Pa pa pa yang itu di taroh di Deket meja yah." suara seseorang dari bawah sana membuat lista memelototkan mata nya.


"Ka Rifan." beo lista.


Ia segera bangun dari tidur nya dan membuka tirai kamar nya.


ia menatap ke arah samping rumah nya nampak orang sedang lalu lalang membawa barang" keluarga yang pindahan.


"Ka Rifan." beo lista saat melihat seseorang mirip Rifan di bawah sana.


"Lhoo ko ka Rifan sih yang pindah ke situ? kata mama itu temen mama? apa jangan"?!." teriak lista histeris.


"Gue ke sini buat loe Lis." gumam Rifan yang tadi sekilas melirik ke arah kamar lista dan melihat lista sedang menatap nya dari jendela.


"Ngga! ini ngga mungkin!." pekik lista.


"Susah susah gue move on dan loe ka Rifan! se enak jidat nya loe pindah di sebelah rumah gue." kesal lista mengacak rambut nya.


"Gue harus gimana." lista sudah frustasi dengan keadaan ini.


"Lista." panggil mama Widia dari luar.


"Lista belum mau bangun ma kata nya tadi suruh bangun jam 8." jawab lista sedikit berteriak.


"Ya sudah terserah kamu nak." pasrah mama Widia lalu meninggalkan kamar lista.


"Gue?." lista menunjuk diri nya sendiri.


"Tetanggaan sama ka Rifan?." lanjut nya lagi dengan tatapan sulit di artikan.


"Dah lah cape gue." akhir nya gadis nya kembali menubrukan diri nya ke kasur king size milik nya dan tertidur sampai batas waktu yang di tentu kan. Ehh salah sampai jam 8 sesuai perintah mama nya.


Di rumah tetangga baru lista alias rumah Rifan🔥.


"Fan nanti kamu anterin ini ke rumah tetangga baru kita yah." titah mama Shinta pada putra nya.


"Kenapa ma?." tanya Rifan.


"Buat silaturahmi saja nak lagi pula itu rumah gadis yang kamu suka kan?." goda mama Shinta.


"Okee makasih sayang." mama Shinta mengacungkan jempol nya.


Jam 8 pun datang.


"Lista bangun." mama Widia membangunkan putri nya dari depan pintu kamar nya.


"Emm iya ma lima menit lagi." tawar lista dari dalam sana.


"Ngga ada nego lagi ayo cepet bangun udah siang anak gadis ngga boleh bangun siang." tutur mama Widia.


"Emm iya iya lista mandi." kata lista lalu bangun dengan muka bantal nya.


"Nahh gitu donk anak cantik." kata mama Widia dari luar lalu pergi meninggalkan kamar lista.


"Males banget mandi pliss." gerutu lista.


ia berdiri dengan malas lalu menuju kamar mandi nya.


"Aaaaa!!!." teriak lista dari dalam kamar mandi.


"Anjir ini air apa es batu dingin banget kaya sifat ka Rifan." gerutu lista merasa kesal dengan air yang dingin.


"Gilak jadi males mandi dah gue cuci muka ajh kali yah? trs ganti baju pake parfum kan jadi fresh udah ngga keliatan kucel." entah dengan siapa lista berbicara.


akhir nya ia melaksanakan ide yang terlintas di kepala nya itu.


ia mencuci muka nya lalu berganti baju dan memakai parfum dengan sedikit memoles wajah nya dengan bedak kodomo dan liptint agar terlihat natural seperti anak rumahan.


"Udah dehhh sekarang tinggal keluar,,,udah cantik kan tanpa mandi." lista seperti bertanya pada pantulan wajah nya sendiri di depan cermin nya.


dengan PD nya ia keluar kamar dengan memakai kaos oblong dan celana pendek dengan rambut yang di jedai.


"Nahh gitu kan cantik kalo udah mandi Lis." puji mama Widia saat melihat putri nya.


"Mandi ajh belum ma." gumam lista.


tok...tok...tok...


seseorang mengetuk pintu rumah lista.


"Lista bisa kamu buka pintu nya nak?."


"Bentar ma." jawab lista


Cklakkk pintu terbuka dan nampak seseorang di sana.


"Ka ka Rifan?." gumam lista tak percaya.


"Emm Lis."entah mengapa Rifan menjadi gugup saat itu juga.


"Siapa nak? kenapa tidak di suruh masuk?." tanya mama Widia yang menghampiri mereka berdua.


"Ehh nak Rifan sini nak sini masuk." ajak mama Widia.


"Ehh iya Tante ini dari mama." kata Rifan menyerah kan sebuah bingkisan.


"Ehh gausah repot" nak." kata mama Widia.


"Sini duduk dulu yukk kita ngobrol"." ajak mama Widia.


"Ehh gausah Tante mama udah nungguin di rumah trs Rifan di suruh bantuin beres" barang" lagi." tolak Rifan dengan halus.


"Ohh gitu yahh ya sudah nak kapan" main yahh kita kan sudah jadi tetangga." kata mama Widia dan di angguki serta senyum oleh Rifan.


"Ya udah saya pamit yah Tante,,,Lis gue pamit." pamit Rifan kepada mama Widia dan lista dan di balas senyum oleh lista.


***Hayy Readers jumpa lagi kitaa❤️ jangan bosen yahh baca cerita othor😩 maap blm bisa up teratur karena othor juga punya kepentingan di Real live tapi othor usahakan buat up teratur koo❤️.jangan lupa like komen and vote nya yahh❤️.


...See you next part❤️***....